Liputan6.com, Mandalay - Gempa bumi Myanmar ternyata menewaskan salah satu publik figur di negara tersebut; Miss Tourism Myanmar 2018.
Situs The Star.my yang dikutip Jumat (4/4/2025) menyebut jenazah Miss Tourism Myanmar 2018 Silimee ditemukan di bawah kondominium 12 lantai di Mandalay setelah gempa bumi minggu lalu.
Baca Juga
Ratu kecantikan yang mewakili Myanmar di kompetisi Miss Tourism World 2018 itu termasuk di antara korban gempa Myanmar yang mengguncang Mandalay pada hari Jumat (28/3).
Advertisement
Getaran dirasakan di negara-negara tetangga, termasuk Thailand, Vietnam, dan sebagian wilayah China.
Menurut pernyataan organisasi Miss Tourism Myanmar yang diunggah di Facebook pada hari Rabu (2/4), ia terjebak dalam runtuhnya kondominium Sky Villa saat gempa terjadi dan ditemukan tewas oleh tim penyelamat pada tanggal 2 April 2025.
Seperti yang dilaporkan oleh The New York Times, Sky Villa — yang selesai dibangun pada tahun 2017 — merupakan salah satu bangunan yang paling parah terkena dampak, meskipun dipromosikan sebagai "fondasi yang tahan gempa".
Kompleks ini merupakan rumah bagi bar atap terbesar di Mandalay dan pusat kebugaran berteknologi tinggi sebelum runtuh.
Hingga Kamis (3/4), jumlah korban tewas akibat gempa bumi Myanmar telah meningkat menjadi 3.085, menurut Reuters. Seorang juru bicara junta militer menyatakan bahwa 341 orang masih hilang dan 4.715 orang terluka.
Dalam pernyataan singkatnya, seperti dikutip dari Associated Press (AP), militer mengatakan 4.715 orang lainnya terluka dan 341 orang hilang akibat gempa Myanmar.
Pusat gempa bumi Myanmar bermagnitudo 7,7 pada hari Jumat (28/3) berada di dekat Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar. Gempa tersebut merobohkan ribuan bangunan, membuat jalan melengkung, dan menghancurkan jembatan di beberapa wilayah.
Laporan media lokal tentang korban jauh lebih tinggi daripada angka resmi dan dengan telekomunikasi yang terputus dan banyak tempat yang sulit dijangkau, diperkirakan jumlahnya dapat meningkat tajam saat informasi lebih lanjut masuk.
WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan bahwa menurut penilaian awalnya, empat rumah sakit dan satu pusat kesehatan telah hancur total. Sementara 32 rumah sakit dan 18 pusat kesehatan lainnya rusak sebagian.
Â