Liputan6.com, Jakarta Pernahkah Anda bertanya-tanya sholat istikharah jam berapa waktu terbaiknya? Sholat istikharah merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan dalam Islam untuk memohon petunjuk kepada Allah SWT ketika dihadapkan pada pilihan atau keputusan penting. Banyak Muslim yang mencari tahu sholat istikharah jam berapa sebaiknya dilaksanakan agar mendapatkan hasil optimal.
Pertanyaan mengenai sholat istikharah jam berapa sering muncul karena adanya keyakinan bahwa waktu tertentu lebih mustajab untuk berdoa dan beribadah. Meskipun pada dasarnya sholat istikharah dapat dilakukan kapan saja selama bukan pada waktu-waktu yang dilarang, namun tetap ada waktu-waktu yang dianggap lebih utama. Mengetahui sholat istikharah jam berapa yang paling tepat akan membantu kita memaksimalkan ibadah ini.
Advertisement
Baca Juga
Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas tentang waktu terbaik melaksanakan sholat istikharah, tata caranya yang benar, serta doa yang dibaca setelahnya. Pemahaman yang baik tentang hal ini akan membantu kita melaksanakan ibadah dengan lebih khusyuk dan maksimal dalam memohon petunjuk Allah SWT pada setiap keputusan penting dalam hidup.
Berikut ini telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber informasi lengkapnya, pada Kamis (3/4).
Pengertian dan Dalil Sholat Istikharah
Sholat istikharah adalah sholat sunnah yang dilakukan untuk memohon petunjuk kepada Allah SWT ketika seseorang dihadapkan pada pilihan atau keputusan penting dalam hidupnya. Istikharah sendiri berasal dari kata "khairun" yang berarti kebaikan, sehingga istikharah dapat diartikan sebagai meminta dipilihkan yang terbaik dari Allah SWT.
Anjuran untuk melaksanakan sholat istikharah tercantum dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Rasulullah SAW mengajarkan para sahabatnya untuk melaksanakan sholat istikharah ketika menghadapi berbagai persoalan, sebagaimana beliau mengajarkan surat-surat Al-Qur'an.
Berikut ini adalah hadits yang menjadi dalil disyariatkannya sholat istikharah:
"Rasulullah SAW mengajari kami (para sahabat) untuk sholat istikharah ketika menghadapi setiap persoalan, sebagaimana beliau mengajari kami semua surat dari Al Quran. Beliau bersabda, 'Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah sholat sunnah dua rakaat.'" (HR. Imam Al-Bukhari).
Hadits ini menunjukkan betapa pentingnya sholat istikharah sebagai sarana memohon petunjuk kepada Allah SWT. Sebagai hamba Allah yang memiliki keterbatasan ilmu dan pengetahuan, kita sangat membutuhkan petunjuk dari-Nya dalam menentukan pilihan-pilihan dalam hidup, baik itu berkaitan dengan jodoh, karir, pendidikan, atau hal-hal lainnya.
Advertisement
Waktu Terbaik Melaksanakan Sholat Istikharah
Pertanyaan "sholat istikharah jam berapa" sering muncul di kalangan umat Islam. Pada dasarnya, tidak ada waktu khusus yang ditetapkan untuk melaksanakan sholat istikharah. Namun, ada beberapa waktu yang dianggap lebih utama dan mustajab untuk melaksanakannya.
Waktu terbaik untuk melaksanakan sholat istikharah adalah pada sepertiga malam terakhir. Waktu ini dianggap sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa dan beribadah kepada Allah SWT. Pada waktu ini, Allah SWT turun ke langit dunia dan berfirman: "Adakah orang yang berdoa, maka akan Aku kabulkan. Adakah orang yang meminta ampun, maka akan Aku ampuni."
Jika tidak memungkinkan untuk melaksanakan pada sepertiga malam terakhir, sholat istikharah dapat dilaksanakan setelah sholat Isya hingga sebelum masuk waktu sholat Subuh. Waktu ini juga dianggap baik untuk melaksanakan berbagai sholat sunnah, termasuk sholat istikharah.
Yang perlu diperhatikan adalah menghindari pelaksanaan sholat istikharah pada tiga waktu yang dilarang, yaitu:
- Saat matahari terbit
- Saat matahari berada tepat di tengah (waktu istiwa')
- Saat matahari terbenam
Selain itu, untuk mendapatkan hasil yang optimal, sebaiknya sholat istikharah dilaksanakan dalam keadaan hati yang tenang dan khusyuk. Pilih waktu di mana Anda tidak sedang terburu-buru atau terganggu oleh hal-hal lain. Kondisi hati yang tenang dan khusyuk akan membantu dalam menerima petunjuk dari Allah SWT.
Tata Cara Sholat Istikharah
Pelaksanaan sholat istikharah pada dasarnya sama seperti sholat sunnah pada umumnya, yaitu terdiri dari dua rakaat. Berikut adalah tata cara melaksanakan sholat istikharah secara lengkap:
Berwudhu dengan sempurna
Sebelum melaksanakan sholat, pastikan telah berwudhu dengan sempurna sebagai salah satu syarat sahnya sholat.
Membaca niat sholat istikharah
Niat sholat istikharah dibaca dalam hati saat mengucapkan takbiratul ihram. Bacaannya adalah sebagai berikut:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushollii sunnatal istikharati rak'ataini lillaahi ta'aala.
Artinya: "Saya niat sholat istikharah dua rakaat karena Allah ta'ala."
Takbiratul ihram
Mengangkat kedua tangan setinggi telinga sambil mengucapkan "Allahu Akbar".
Membaca doa iftitah
Membaca doa iftitah seperti pada sholat-sholat lainnya.
Membaca surat Al-Fatihah dan surat tambahan
Pada rakaat pertama, setelah membaca Al-Fatihah, dianjurkan untuk membaca surat Al-Kafirun. Sedangkan pada rakaat kedua, setelah membaca Al-Fatihah, dianjurkan untuk membaca surat Al-Ikhlas. Namun, tidak ada ketentuan khusus mengenai surat tambahan ini, sehingga boleh membaca surat lain yang dikuasai.
Melanjutkan sholat seperti biasa
Melakukan rukuk, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua pada rakaat pertama, kemudian melakukan rakaat kedua dengan tata cara yang sama.
Tahiyat akhir dan salam
Setelah selesai rakaat kedua, lakukan tahiyat akhir dan diakhiri dengan salam.
Setelah selesai melaksanakan sholat istikharah, dilanjutkan dengan membaca doa istikharah. Doa ini merupakan inti dari sholat istikharah, di mana kita memohon kepada Allah SWT untuk memberikan petunjuk mengenai pilihan atau keputusan yang sedang kita hadapi.
Advertisement
Doa Setelah Sholat Istikharah
Setelah selesai melaksanakan sholat istikharah, hendaknya membaca doa istikharah berikut ini:
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ) خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ) شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى
Allahumma inni astakhii-ruka bi 'ilmika, wa astaq-diruka bi qud-ratika, wa as-aluka min fadh-likal adziim, fa in-naka taq-diru wa laa aq-diru, wa ta'lamu wa laa a'lamu, wa anta 'allaamul ghuyub.
Allahumma in kunta ta'lamu anna hadzal amra* khairan lii fii diinii wa ma'aasyi wa 'aqibati amrii faq-dur-hu lii, wa yas-sirhu lii, tsumma baarik lii fiihi.*
Wa in kunta ta'lamu anna hadzal amra* syarrun lii fii diinii wa ma'aasyi wa 'aqibati amrii, fash-rifhu 'annii was-rifnii 'anhu, waqdur lial khaira haitsu kaana tsumma ardhi-nii bih.*
Artinya: "Ya Allah, aku memohon petunjuk kebaikan kepada-Mu dengan ilmu-Mu. Aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu."
"Ya Allah, seandainya Engkau tahu bahwa masalah ini** baik untukku dalam agamaku, kehidupanku dan jalan hidupku, jadikanlah untukku dan mudahkanlah bagiku dan berkahilah aku di dalam masalah ini."
"Namun jika Engkau tahu bahwa masalah ini** buruk untukku, agamaku dan jalan hidupku, jauhkan aku darinya dan jauhkan masalah itu dariku. Tetapkanlah bagiku kebaikan di mana pun kebaikan itu berada, dan ridailah aku dengan kebaikan."
** Di bagian ini, sebutkan secara spesifik masalah atau pilihan yang sedang dihadapi, misalnya "menikah dengan si A", "menerima pekerjaan di perusahaan B", dan sebagainya.
Doa ini sebaiknya dibaca dengan penuh penghayatan dan keyakinan bahwa Allah SWT akan memberikan petunjuk terbaik sesuai dengan kebutuhan dan kebaikan kita. Doa istikharah ini bisa dibaca berulang kali, tidak hanya setelah sholat istikharah, namun juga di waktu-waktu lain sampai mendapatkan petunjuk dari Allah SWT.
Bagaimana Mendapatkan Jawaban dari Sholat Istikharah
Setelah melaksanakan sholat istikharah, banyak orang yang bertanya-tanya bagaimana caranya mendapatkan jawaban atau petunjuk dari Allah SWT. Perlu dipahami bahwa petunjuk dari Allah SWT bisa datang dalam berbagai bentuk, tidak harus melalui mimpi seperti yang banyak dipahami oleh masyarakat.
Petunjuk dari Allah SWT bisa berupa:
Kemantapan hati
Allah SWT memberikan rasa kemantapan di hati untuk memilih salah satu pilihan. Kemantapan hati ini biasanya muncul tanpa ada keraguan dan membuat kita merasa tenang dengan pilihan tersebut.
Dibukakan jalan
Allah SWT bisa juga memberi petunjuk dengan cara membukakan atau memudahkan jalan menuju salah satu pilihan. Misalnya, jika kita bingung antara dua tawaran pekerjaan, Allah SWT mungkin akan memudahkan proses di salah satu pekerjaan sebagai tanda bahwa itulah yang terbaik untuk kita.
Nasihat dari orang lain
Terkadang, Allah SWT memberikan petunjuk melalui nasihat atau masukan dari orang lain, terutama dari orang-orang yang berilmu dan bijaksana.
Mimpi
Meskipun bukan satu-satunya cara, petunjuk melalui mimpi juga bisa terjadi. Namun, tidak semua mimpi adalah petunjuk, dan perlu kehati-hatian dalam menafsirkannya.
Yang terpenting dalam sholat istikharah adalah sikap mental berserah diri kepada Allah SWT (tawakal) setelah berikhtiar. Kita melakukan yang terbaik dalam mempertimbangkan pilihan-pilihan yang ada, kemudian menyerahkan keputusan akhir kepada Allah SWT melalui sholat istikharah.
Advertisement
Kesalahan Umum dalam Melaksanakan Sholat Istikharah
Dalam praktiknya, sering terjadi kesalahan atau miskonsepsi dalam melaksanakan sholat istikharah. Berikut beberapa kesalahan umum yang perlu dihindari:
Mengharapkan jawaban instan
Banyak orang mengharapkan jawaban atau petunjuk yang instan setelah melaksanakan sholat istikharah, padahal petunjuk dari Allah SWT bisa datang kapan saja dan dalam bentuk apa saja.
Terlalu terpaku pada mimpi
Sebagian orang terlalu fokus mencari jawaban melalui mimpi, padahal petunjuk bisa datang dalam berbagai bentuk seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.
Tidak konsisten
Sholat istikharah sebaiknya dilakukan secara konsisten, bukan hanya sekali, terutama untuk masalah-masalah besar seperti pernikahan. Namun, banyak yang hanya melakukannya sekali dan merasa cukup.
Tidak melakukan ikhtiar
Sholat istikharah bukan berarti kita pasif dan hanya menunggu petunjuk. Kita tetap harus berikhtiar dan melakukan pertimbangan-pertimbangan logis sebelum dan sesudah sholat istikharah.
Melakukan istikharah untuk hal-hal yang sudah jelas hukumnya
Tidak perlu melakukan istikharah untuk hal-hal yang sudah jelas hukumnya dalam Islam, baik itu wajib, haram, sunnah, makruh, atau mubah. Istikharah dilakukan untuk memilih di antara beberapa pilihan yang sama-sama dibolehkan dalam Islam.
Dengan memahami dan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, diharapkan kita dapat melaksanakan sholat istikharah dengan lebih baik dan mendapatkan petunjuk dari Allah SWT.
Sholat istikharah merupakan sarana yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk memohon petunjuk kepada Allah SWT ketika dihadapkan pada pilihan-pilihan dalam hidup. Mengenai pertanyaan "sholat istikharah jam berapa" yang terbaik, maka jawabannya adalah pada sepertiga malam terakhir atau setidaknya setelah sholat Isya hingga sebelum Subuh.
Dalam melaksanakan sholat istikharah, yang terpenting adalah niat yang tulus, keyakinan penuh kepada Allah SWT, serta sikap tawakal setelah berikhtiar. Petunjuk dari Allah SWT bisa datang dalam berbagai bentuk, baik itu melalui kemantapan hati, dibukakan jalan, nasihat dari orang lain, atau bahkan mimpi.
Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu Anda dalam memahami tentang waktu terbaik melaksanakan sholat istikharah serta tata caranya yang benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Dengan pemahaman yang benar, diharapkan sholat istikharah dapat menjadi sarana yang efektif dalam mendapatkan petunjuk dari Allah SWT untuk setiap keputusan penting dalam hidup.
