Liputan6.com, Jakarta - Penyidik Kepolisian Daerah Metro Jaya masih terus menyelidiki dalang di balik kasus bentrokan massa Front Pembela Islam (FPI) saat berunjuk rasa di depan Gedung DPRD dan Balaikota Jakarta.
"Belum kita temukan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Heru Pranoto di Polda Metro Jaya, Jumat (17/10/2014).
Heru menambahkan, penyidikan atas kasus itu juga terus dilakukan pihaknya guna mememukan dalang di balik kerusuhan itu. Namun, untuk dugaan pihak tertentu yang menyediakan dana unjuk rasa itu, Heru mengaku belum mendapatkannya.
"Sementara kita belum mendapat data ke sana. Karena kita juga berdasarkan fakta penyidikan dari para tersangka dan keterangan saksi. Belum utuh, belum bulat juga, kita belum bisa membuat keputusan ke arah sana," ucap Heru.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengirimkan surat permohonan kepada Polda Metro Jaya terkait aksi anarkis yang dilakukan FPI saat berunjuk rasa di Gedung DPRD DKI Jakarta dan Balaikota DKI Jakarta pekan lalu.
"Ada surat masuk dari Pemda DKI yang ditandatangani oleh Wakil Gubernur DKI, Ahok. Isinya memohon kepada Polda Metro Jaya untuk mengusut siapa di balik unjuk rasa dan siapa dalang dari unjuk rasa itu," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Polda Metro Jaya, Jumat 10 Oktober lalu.
Rikwanto menjelaskan, pihaknya tetap akan menelusuri dalang di balik bentrokan tersebut meski tanpa surat permohonan dari Pemprov DKI Jakarta ataupun Ahok. "Polda tanpa diminta sudah melakukan penyidikan dan penyelidikan," ucap Rikwanto.
Mengenai siapa penyandang dana atas aksi tersebut, Rikwanto mengaku pihaknya belum dapat menyimpulkan. Sebab hingga kini masih melakukan penyidikan terhadap 21 orang anggota FPI yang telah ditetapkan sebagai tersangka. "Masih dalam penyidikan mengenai siapa yang melakukan pendanaan," tambah Rikwanto. (Mut)
Polisi Belum Temukan Dalang dan Penyandang Dana Demo Anarkis FPI
Polda Metro Jaya terus menyelidiki dalang dan penyandang dana dalam unjuk rasa anarkis massa FPI di Gedung DPRD dan Balaikota Jakarta.
Diperbarui 17 Okt 2014, 15:56 WIBDiterbitkan 17 Okt 2014, 15:56 WIB
Massa yang menolak Ahok sebagai gubernur DKI itu tiba-tiba melempar batu, pecahan beling, kotoran hewan, dan kotoran manusia, dan benda lainnya ke polisi yang berjaga, Jakarta, (3/10/14). (Liputan6.com/Herman Zakharia) ... Selengkapnya
Advertisement
Video Pilihan Hari Ini
Produksi Liputan6.com
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Gempa Hari Ini Saat Akhir Pekan Minggu 6 April 2025, Hanya Terjadi Satu Kali Getarkan Indonesia
AS Cabut Visa Bagi Seluruh Pemegang Paspor Sudan Selatan, Ini Alasannya
Data Terbaru Film Terlaris di Dunia Sepanjang Masa April 2025, 'NE ZHA 2' Catat Rekor
Daya Beli Menurun, Hunian Kamar Hotel di Kabupaten Bogor Anjlok Saat Libur Lebaran
Tak Mau Balas Tarif Impor AS, RI Pilih Lobi-Lobi Donald Trump
Polisi Temukan Obat-obatan di Kamar Hotel Wartawan Tewas di Jakbar
7 Tokoh Drakor yang Melekat di Hati Penonton Meski Aktornya Sudah Main Karakter Lain
Penyebab Sakit Punggung pada Wanita Muda, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya
Nggak Cuma Lindungi, Sunscreen Ini Juga Bikin Kulit Cerah dan Lembap
Kata Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno Terkait Tarif Impor Trump Terbaru Bagi Indonesia
VIDEO: Detik-Detik Korban Gempa Myanmar Diselamatkan Usai Tertimbun 125 Jam
Penyebab Tulang Belakang Sakit pada Usia Muda, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya