Liputan6.com, Surabaya - Polrestabes Surabaya memusnahkan barang bukti narkoba senilai Rp 7 miliar. Barang bukti yang dimusnahkan tersebut di antaranya sabu seberat 3,3 kg dan 4.946 butir ekstasi hasil tangkapan dari 4 tersangka yakni Fretz Johan Rormpadey, Zendi Shahriar, Benny Bchtiar Sanjaya dan Denny Yanto. Narkoba tersebut terakhir didapat dari penggerebekan di kawasan eks Lokalisasi Prostitusi Dolly, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan.
Pemusnahan yang dilakukan di Mapolrestabes Surabaya tersebut, dihadiri dari pihak Kejari Surabaya, Kejari Tanjung Perak, Pengadilan Negeri, BNNP Jatim, BNNK Surabaya, BPPOM serta dari Tokoh Agama dan Masyarakat, ikut menyaksikan pemusnahan tersebu
Sebelum dilakukan pemusnahan, untuk mengetahui keaslian barang bukti tersebut, tim Labfor Jatim menguji terlebih dahulu. Selain disaksikan oleh muspida setempat, penghancuran barang terlarang itu juga disaksikan oleh kuasa hukum tersangka
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Setija Junianta mengatakan, pemusnahan barang bukti tersebut dilakukan setelah 7 hari penetapan tersangka, sesuai amanat Undang-Undang.
"Narkoba merupakan bentuk kejahatan yang sangat luar biasa, maka oleh itu untuk memeranginya harus dilakukan dengan luar biasa juga. Kami sangat berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang turut andil memberantas peredaran Narkoba, serta informasinya guna menyelamatkan generasi bangsa," tutur Setija, Jumat (24/10/2014).
Pengungkapan kasus narkoba skala besar ini berawal dari informasi masyarakat yang menerangkan bahwa Denny merupakan pengedar Narkoba yang sering beroperasi di Jalan Tidar. Dari informasi tersebut, anggota Satuan Reskoba Polrestabes Surabaya melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap Denny di depan sebuah food court Jalan Tidar
Setelah melakukan penelusuran, petugas melakukan penggeledahan di rumah pengedar Narkoba itu di Jalan Kalibutuh Barat. Dari tempat itu petugas Sat Reskoba berhasil mengamankan satu bungkus plastik berisi sabu seberat 86,20 gram yang sudah dikemas dalam bungkus, masing-masing 14,33 gram. Dua unit Hp milik bandar narkoba ini juga disita.
Setelah dilakukan pengembangan lebih lanjut, petugas mengamankan Tonny di area parkir Hotel Tunjungan, Jl Basuki Rahmad Surabaya, pada 4 Oktober lalu sekitar pukul 13.00 WIB. Saat ditangkap, Tonny rupanya sedang menunggu Fred. Dari tangan Tonny, polisi mengamankan 4 butir pil ineks. Fred lalu ikut diamankan dan disita sabu seberat 2,753 kg dan 5000 butir pil ineks.
Petugas melanjutkan kasus ini dengan melakukan penggeledahan di penginapan Apartemen Puncak Kertajaya. Dari tempat tinggal Tonny itu ditemukan lima bungkus sabu seberat 2,42 gram, 1 butir pil ineks merah muda dan krem, 1/2 butir hijau, 1/2 butir cokelat muda dan lima butir pil happy five, 1 butir kapsul warna cream dan satu unit timbangan elektrik.
Polisi Musnahkan Narkoba Rp 7 Miliar dari Eks Lokalisasi Dolly
Narkoba tersebut terakhir didapat dari penggerebekan di kawasan eks Lokalisasi Prostitusi Dolly, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan.
Diperbarui 25 Okt 2014, 02:51 WIBDiterbitkan 25 Okt 2014, 02:51 WIB
Narkoba tersebut terakhir didapat dari penggerebekan di kawasan eks Lokalisasi Prostitusi Dolly, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan.
... Selengkapnya
Advertisement
Video Pilihan Hari Ini
EnamPlus
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Gunung Gede Kembali Ditutup, Balai TNGGP Minta Pendaki Jadwal Ulang Pendakian
Arus Balik Lebaran 2025, One Way Nasional Diberlakukan Mulai 6 April 2025
Uskup Emeritus Mgr Petrus Turang Wafat
Tarif Impor AS, Indonesia Berpeluang Jadi Pasar Peralihan Produk Murah
Panduan Lengkap Doa Sholat 5 Waktu Sendiri, Pahami Kedudukan Niat dalam Ibadah
7 Potret Gender Reveal Miskah Istri Yislam, Fadil Jaidi dan Pak Muh Heboh
Punya Formula Khusus, LAFC Sukses Redam Messi dan Bintang Inter Miami di Piala Champions CONCACAF
Disuguhi Hidangan Lebaran saat Puasa Syawal, Tetap Berpuasa atau Dibatalkan?
Resep Mie Tek Tek Menggugah Selera, 5 Variasi Lezat Praktis Dicoba di Rumah
Panduan Lengkap Cara Investasi Emas untuk Pemula
Kalender Jawa April 2025: Lengkap dengan Weton dan Tanggal Hijriah
Ungkap Alasan Nasdem Tak Masuk Kabinet, Surya Paloh: Kami Tahu Diri, Ada Budaya Malu