Ungkap Alasan Nasdem Tak Masuk Kabinet, Surya Paloh: Kami Tahu Diri, Ada Budaya Malu

Surya Paloh mengatakan, tidak mendapat kedudukan di dalam pemerintahan Prabowo-Gibran juga tidak menjadikan Nasdem sebagai oposisi.

oleh Mevi Linawati Diperbarui 04 Apr 2025, 13:27 WIB
Diterbitkan 04 Apr 2025, 13:25 WIB
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. (Liputan6.com/Herman Zakharia)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengungkapkan alasan kadernya tidak ada yang mengisi posisi di Kabinet Merah Putih pada pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Sebabnya, mereka mengaku tahu diri.

"Kenapa kami tidak ada dalam kabinet rezim Prabowo? Karena kami tahu diri, ada budaya malulah bagi kami," kata Surya Paloh di Denpasar, Bali, Kamis 3 April 2025.

Surya Paloh mengingatkan kepada kader Nasdem bahwa semasa Pilpres 2024 mereka tidak mengusung pasangan Prabowo-Gibran sehingga tidak etis partainya mendapat posisi dalam Kabinet Merah Putih.

"Saat ini Nasdem tahu diri, memahami sepenuhnya Nasdem memang tidak pantas untuk berada di dalam lapisan mengisi anggota kabinet karena memang kami tidak berjuang banyak," ujar dia, seperti dilansir dari Antara.

Dalam Pemilu 2024, pihaknya tidak mencalonkan Prabowo sebagai presiden. "Maka, inilah konsekuensi politik yang harus kami buktikan, Nasdem tahu diri, ada budaya malu," sambungnya.

Tidak mendapat kedudukan di dalam pemerintahan Prabowo-Gibran juga tidak menjadikan partainya sebagai oposisi. Dalam hal ini, Surya Paloh menjamin Partai Nasdem tetap mendukung dan memberi bantuan meski kontribusinya terbatas.

Ia tak ingin masyarakat menyalahartikan tidak masuknya kader Nasdem dalam kabinet. Pasalnya, dengan menjadi teman, dirasa juga bisa beri pencerahan atau berbagi ilmu pendidikan politik.

"Bukan berarti kami anti, kami tidak suka, melainkan komitmen nilai-nilai moralitas, esensi perubahan kami perjuangkan, perilaku sikap kami buktikan, saya mau pikiran-pikiran ini terus berlanjut," kata Surya Paloh.

Tak Mabuk Kekuasaan

Ketua DPP Partai NasDem Surya Paloh
Ketua DPP Partai NasDem Surya Paloh usai Sidang Tahunan DPR, Jakarta, Jumat (16/8/2024). (Foto: Liputan6.com/Delvira Hutabarat).... Selengkapnya

Politisi asal Banda Aceh itu juga mengungkap bahwa partainya sempat ditawari posisi. Namun, dia tolak sebagai pembuktian bahwa tidak semua partai politik di Indonesia mabuk kekuasaan.

Saat ini posisi partainya bak uang yang memiliki dua sisi. Ia lantas mencontohkan dari sektor ekonomi.

Ketika stabilitas ekonomi baik, akan didukung. Namun, ketika stabilitas ekonomi terganggu, tak dapat diam dan harus ikut waspada.

Infografis Nasdem dan PKB Merapat ke Prabowo-Gibran. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Nasdem dan PKB Merapat ke Prabowo-Gibran. (Liputan6.com/Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya