Liputan6.com, Surabaya - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa kondisi Bahan Bakar Minyak (BBM) terbilang cukup baik, mulai dari ketersediaan, penyaluran sampai kualitas BBM.
"Ketersediaan BBM, baik RON 90, RON 92, maupun Turbo untuk Jawa Timur tidak ada masalah, karena cadangannya 15 hari. Termasuk Avtur juga tidak ada isu," ujarnya Terminal Bahan Bakar Minyak Surabaya Group, Surabaya, Selasa (25/3/2025).
"Jawa Timur, yang disuplai dari Terminal BBM Tuban dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," imbuh Bahlil.
Advertisement
Jawa Timur sendiri, kata Bahlil, menjadi salah satu wilayah strategis dalam arus mudik. Data historis mengungkapkan bahwa selama periode Ramadan dan Idul Fitri, terjadi peningkatan signifikan pada permintaan beberapa produk BBM selama periode Ramadan dan Idul Fitri di Jawa Timur.
Baca Juga
"Gasoline (Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo) mengalami peningkatan sebesar 9,5%, Pertamina Dex naik 6% seiring dengan meningkatnya perjalanan kendaraan pribadi," ucapnya.
"Sementara avtur naik 4,1% dan solar/biosolar untuk kapal penumpang naik 131,7% seiring tingginya aktivitas penerbangan dan pelayaran selama liburan," tambah Bahlil.
Di samping antisipasi lonjakan konsumsi BBM, Pemerintah terus menjaga kualitas BBM, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Bahlil bahkan langsung melakukan uji densitas (berat jenis) BBM di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) perkotaan Surabaya.
Bahlil menjamin kualitas BBM yang dikonsumsi masyarakat sudah sesuai standar dan baku mutu yang ditetapkan oleh Pemerintah.
"Tadi kita cek lagi kualitas RON 90, RON 92, semuanya sama (hasilnya bagus). InsyaAllah tidak ada keraguan karena kita tes terus setiap hari," ujarnya.
"Pemerintah mengharapkan agar apa yang dijual ke rakyat dengan harga yang ada sama dengan kualitas yang diterima oleh rakyat," tegas Bahlil.
Penyediaan Liquified Petroleum Gas (LPG) juga menjadi fokus lain Pemerintah menjelang Lebaran.
Simak Video Pilihan Ini:
Ketersediaan LPG
Bahlil mengungkapkan ketersediaan LPG, khususnya di Jawa Timur dalam kondisi aman dengan ketahanan stok hingga 23 hari.
Berdasarkan pengecekan langsung pada salah satu pangkalan LPG 3 Kg di Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya, harga LPG sudah sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), yaitu sebesar Rp18 ribu.
"Ini adalah dampak dari penataan yang kita lakukan bersama-sama dengan Pertamina dan Aparat Penegakan Hukum," ungkap Bahlil.
Ia menyatakan sikap tegasnya terhadap segala bentuk penyelewengan LPG oleh oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga merugikan masyarakat.
"Saya ingin menyatakan bahwa untuk menyangkut LPG, kalau ada yang masih main-main, kita akan proses suatu aturan," ujarnya.
"Kita akan proses secara hukum, dan kita minta Aparat Perniagaan Hukum untuk melakukan tindakan keras, terutama pada oplosan-oplosan," jelasnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi meminta PT Pertamina (Persero) memenuhi kewajiban dalam menjamin berat jenis isi LPG 3 kg.
Sesuai arahan Menteri ESDM, Ditjen Migas meminta Badan Usaha penugasan untuk memastikan keberadaan timbangan yang layak pakai.
Dan memenuhi persyaratan teknis pada seluruh rantai distribusi LPG Tabung 3 Kg, mulai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE), penyalur, dan subpenyalur.
Di samping itu, Kementerian ESDM ingin memastikan dilaksanakannya penimbangan LPG Tabung 3 Kg setelah pengisian di SPBE sesuai prosedur operasi standar yang berlaku.
"Apabila Badan Usaha tidak memenuhi kewajiban tersebut, seluruh rantai distribusi LPG 3 Kg akan diberikan sanksi," pungkas Bahlil.
Advertisement
