Liputan6.com, Bandung - Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat merobohkan bangunan di kawasan Jalan Jakarta dan Kiara Condong, Selasa kemarin siang. Tak tanggung-tanggung, ratusan personel gabungan TNI-Polri dan Satpol PP diturunkan untuk mengawal eksekusi bangunan dan lahan seluas 13,5 hektar tersebut, tak terkecuali sebuah kantor partai politik.
Seperti ditayangkan Liputan 6 Malam SCTV, Selasa (17/2/2015), eksekusi dilakukan karena bangunan yang telah puluhan tahun berdiri itu dibangun di lahan milik Pemkot Bandung yang telah habis masa sewanya.
Petugas bertindak tegas meski penolakan datang dari sejumlah pemilik bangunan. Salah satunya Abraham Hander yang mengatakan, tidak ada pemberitahuan terkait rencana pembongkaran tersebut. Ia juga mengaku tidak mendapat dana kompensasi sepeser pun.
"Ini kita diusir kayak gelandangan. Kayak gelandangan bener. Saya tinggal di sini sudah 62 tahun. Nggak ada kompensasi 1 sen pun. Di mana-mana ada orang dibongkar pasti ada kompensasi. Ada pemberitahuanlah. Senggak-nggaknya dari pengadilanlah," ujar Abraham.
Namun demikian, Pemkot Bandung meyakini bongkar paksa ini sudah sesuai prosedur. Karena masa sewa di lahan seluas 13,5 hektar itu telah habis sejak 2011 lalu.
Kabiro Hukum dan HAM Pemkot Bandung Arif Saefudin membenarkan lahan tersebut milik pemerintah dan disewakan ke masyarakat. Namun, warga harus mengembalikan karena lahan tersebut dibutuhkan oleh Pemkot Bandung.
"Tanah ini milik pemerintah kota. Iya sewa. Sistemnya sewa. Itu beda-beda. Ada yang 10 tahun, 15 tahun, 20 tahun. Tapi kan ketika sekarang dibutuhkan oleh pemerintah kota ya harus diserahkan. Karena ini kan untuk kepentingan umum juga," jelas Arif.
Rencananya, lahan di kawasan Jalan Jakarta dan Kiara Condong ini akan dibangun sebuah super blok yang terdiri dari apartemen, perkantoran, dan juga mal. (Nfs/Rmn)
Akan Dibangun Apartemen, Kantor Parpol di Bandung Dibongkar Paksa
Sejumlah bangunan di kawasan Jalan Jakarta dan Kiara Condong, Bandung dirobohkan paksa karena masa sewa di atas lahan pemerintah itu habis.
Diperbarui 18 Feb 2015, 03:18 WIBDiterbitkan 18 Feb 2015, 03:18 WIB
Advertisement
Live Streaming
Powered by
Video Pilihan Hari Ini
Produksi Liputan6.com
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 InternasionalMyanmar Diguncang Gempa Susulan Magnitudo 6,4
8 9 10
Berita Terbaru
Dijuluki Ne Zha Asal China, Bocah 10 Tahun Ini Selamat Usai 24 Jam Terombang-ambing di Lautan
Tinjau Soetta, Kapolri Instruksikan Patroli Agar Pemudik Aman-Nyaman
Ramadhan Sendirian? Ini Tantangan, Hikmah, dan Cara Mengatasinya
Eva Dwiana Tinjau Posko Pemudik, Pastikan Pelayanan Optimal Selama Perjalanan Lebaran
Cara Menghilangkan Grok Grok pada Bayi: Panduan Lengkap untuk Orang Tua
Cara Menghilangkan Daging Tumbuh: Panduan Lengkap dan Aman
Pemkot Bandar Lampung Gelar Apel Siaga Satgas Idulfitri 1446 H
Badan Hisab Rukyat Sulsel Rekomendasikan 1 Syawal 1446 H Jatuh pada 31 Maret 2025
Hasil Sidang Isbat Lebaran 2025 Menetapkan Kapan Idul Fitri 1446 H
Sidang Isbat Digelar Hari Ini, Kapan Prediksi Lebaran 2025?
H-2 Lebaran Idul Fitri 2025, Jumlah Penumpang Pesawat di Bandara Soetta Menurun
8 Makanan Berkarbohidrat Tinggi yang Dapat Meningkatkan Energi dan Metabolisme