Liputan6.com, Jakarta - Kongres PDIP dinilai menjadi momentum penting dalam menyikapi persoalan bangsa. Ajang ini juga diharapkan dapat kembali mengingatkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait pentingnya program yang tercantum dalam Nawacita.
"Forum yang tepat untuk mengajak Presiden kembali ke jalan Nawacita adalah kongres partai di Bali," ujar pengamat politik dari Unair Haryadi di Jakarta, Selasa (7/4/2015).
Nawacita merupakan program yang disampaikan Jokowi pada kampanye pilpres 2014. Program itu dinilai sebagai jawaban atas problema bangsa yang dijabarkan dari ajaran Trisakti Bung Karno. Untuk itu, PDIP pantas memiliki kepedulian terhadap Nawacita itu.
"Nawacita seharusnya menjadi GBHN bagi pemerintahan Presiden Jokowi. Jadi, Nawacita menjadi sumber inspirasi bagi tiap kebijakan pemerintahan sekarang," tandas Haryadi.
Tak hanya itu, kongres juga dinilai sebagai ajang strategis bagi Jokowi dalam meneguhkan PDIP sebagai partai pendukung pemerintah. Karena kesuksesan pemerintahan Jokowi akan berimbas terhadap kepercayaan publik kepada PDIP.
"Bagaimanapun, keberhasilan pemerintahan Jokowi dalam merealisasikan visi misinya selama lima tahun ke depan akan berdampak positif bagi relasi PDIP dengan rakyat," kata pengajar Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Firman Manan di Jakarta, Selasa (7/4/2015).
Selain itu, lanjut Firman, kongres juga dapat menjadi momentum Jokowi untuk meneguhkan komitmen perjuangan membela kepentingan rakyat. Caranya dengan menginisiasi berbagai kebijakan dan program yang prorakyat.
"Dalam kongres PDIP, Jokowi juga dapat membangun komunikasi dengan publik untuk mengantisipasi timbulnya sentimen negatif jika pemerintah mengeluarkan kebijakan yang tidak populis," beber dia. (Ali)
Kongres PDIP Dinilai Jadi Forum Tepat Ingatkan Nawacita
"Forum yang tepat untuk mengajak Presiden kembali ke jalan Nawacita adalah kongres partai di Bali."
Diperbarui 07 Apr 2015, 22:22 WIBDiterbitkan 07 Apr 2015, 22:22 WIB
Sidang kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Joko Widodo, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (4/2/2015) pagi, membahas Pilkada serentak, Perppu perubahan UU tentang kelautan, dan tentang perumahan rakyat. (Liputan6.com/Faizal Fanani)... Selengkapnya
Advertisement
Video Pilihan Hari Ini
Produksi Liputan6.com
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Arus Balik Lebaran, KAI Commuter Tambah 2 Perjalanan Malam Jalur Bandara Soetta
Kabar 2 Pengunjung Asal Bandung yang Tenggelam di Pantai Selatan Garut
PB PORDI Gelar Turnamen Domino Makassar 2025, Menuju Panggung Dunia
Asam Lambung dan Anxiety, Kaitan Tak Terduga yang Perlu Anda Ketahui
Isyarat Hadis Nabi tentang Kemajuan Teknologi dan E-Commerce Zaman Sekarang, Simak UAH
Cerita Korban Bencana Tanah Longsor Cangar Mojokerto yang Ingin Foto Bersama Prabowo
Hasil Liga Inggris: Liverpool Keok di Kandang Fulham, Tottenham Degradasikan Southampton
Usai Tanah Longsor di Cangar Mojokerto, Khofifah Tutup Wisata Tahura Raden Soerjo
6 Potret Guzelim Anak Ali Syakieb dan Margin Wieheerm, Paras Cantik Jelita Penuh Pesona
Tanda Bahaya Post Holiday Blues Usai Libur Panjang dan Cara Mengatasinya
Bagaimana Jika Arah Kiblat Sholat Salah? Simak Penjelasan Penentuannya
6 RT dan 2 Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir, Ketinggian Air Capai 175 Cm