Niat Puasa Qadha Ramadan: Panduan Lengkap & Tata Cara

Ketahui tata cara dan bacaan niat puasa qadha Ramadhan, hukum menundanya, serta panduan lengkap menjalankan ibadah ini dengan ikhlas.

oleh Jonathan Pandapotan Purba Diperbarui 05 Apr 2025, 06:44 WIB
Diterbitkan 05 Apr 2025, 06:41 WIB
Ramadan 2025
Ilustrasi Puasa Qadha Ramadan (fimela/adrian putra)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib bagi umat Muslim. Namun, berbagai halangan terkadang membuat seseorang meninggalkan puasanya. Bagi yang memiliki hutang puasa Ramadan, maka wajib hukumnya untuk mengqadhanya. Artikel ini akan membahas secara detail tentang niat puasa qadha Ramadhan, waktu pelaksanaannya, dan hukum menundanya.

Niat merupakan rukun utama dalam ibadah puasa, termasuk puasa qadha. Niat puasa qadha harus dilakukan sebelum terbit fajar. Lafal niat yang dianjurkan adalah: "Nawaitu shauma ghadin 'an qadh'i fardhi syahri Ramadhna lillhi ta'ala." Artinya: "Aku berniat puasa esok hari untuk mengqadha puasa wajib Ramadhan karena Allah SWT."

Waktu yang tepat untuk berniat adalah pada malam hari sebelum melaksanakan puasa qadha. Sama seperti niat puasa Ramadhan, niat ini bisa diucapkan dalam hati atau dilafalkan, yang terpenting adalah niat tersebut dilakukan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan karena Allah SWT. Mengqadha puasa Ramadhan merupakan bentuk tanggung jawab seorang muslim terhadap kewajibannya.

Niat Puasa Qadha Ramadhan: Lafadz dan Artinya

Lafadz niat puasa qadha Ramadhan dalam Bahasa Arab adalah: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى. Transliterasinya adalah: Nawaitu shauma ghadin 'an qadhai fardhi syahri Ramadhana lillahi ta'ala. Artinya: "Aku berniat puasa esok hari untuk mengqadha puasa wajib Ramadhan karena Allah SWT."

Penting untuk memahami arti dari lafadz tersebut. Niat ini menegaskan bahwa puasa yang dilakukan adalah untuk mengganti puasa Ramadhan yang telah ditinggalkan, dan semata-mata karena Allah SWT. Tidak ada niat lain yang menyertainya.

Meskipun dapat diucapkan dalam hati, melafalkan niat secara lisan dianjurkan untuk memperkuat tekad dan kesadaran dalam menjalankan ibadah ini. Hal ini juga membantu dalam meningkatkan kekhusyukan dan keikhlasan dalam berpuasa.

Hukum Menunda Puasa Qadha

Menunda qadha puasa hingga mendekati Ramadhan berikutnya diperbolehkan, namun sebaiknya tidak ditunda terlalu lama. Sebaiknya segera mungkin qadha puasa dikerjakan agar tidak menumpuk dan memperberat beban ibadah di kemudian hari. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya..." (HR. Bukhari dan Muslim).

Meskipun diperbolehkan menunda, segera mungkin menyelesaikan qadha puasa sangat dianjurkan. Hal ini menunjukkan kesungguhan dan tanggung jawab kita sebagai seorang muslim dalam menjalankan ibadah. Dengan segera mengqadha puasa, kita juga dapat lebih fokus mempersiapkan diri untuk menyambut bulan Ramadhan berikutnya.

Dalam sebuah hadits, Aisyah RA berkata: "Aku masih memiliki utang puasa Ramadhan." Hadits ini menunjukkan bahwa menunda qadha puasa diperbolehkan, namun tetap dianjurkan untuk segera melaksanakannya.

Tata Cara Melaksanakan Puasa Qadha

Setelah memahami niat dan hukum menunda puasa qadha, berikut tata cara pelaksanaannya:

  • Berniat sebelum terbit fajar.
  • Menjaga puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
  • Menghindari hal-hal yang membatalkan puasa.
  • Berdoa dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Puasa qadha dilakukan seperti puasa Ramadhan pada umumnya. Perlu diperhatikan untuk menghindari hal-hal yang dapat membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan berhubungan suami istri sebelum terbenam matahari.

Dengan menjalankan puasa qadha, kita tidak hanya memenuhi kewajiban, tetapi juga melatih kesabaran, kedisiplinan, dan keikhlasan. Semoga kita semua diberikan kekuatan dan keikhlasan untuk menunaikan qadha puasa Ramadhan dengan sebaik-baiknya.

Kesimpulannya, menjalankan puasa qadha Ramadhan adalah kewajiban bagi yang meninggalkan puasa Ramadhan. Niat yang benar dan tepat waktu sangat penting, dan sebaiknya segera dikerjakan setelah Ramadhan berakhir. Semoga penjelasan ini bermanfaat.

Infografis Puncak Arus Mudik Lebaran 2025.
Infografis Puncak Arus Mudik Lebaran 2025. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya