Penjualan Motor Bekas Belum Terpengaruh Virus Covid-19

Setelah pemerintah menghimbau untuk mengurangi aktifitas di luar ruangan karena wabah virus Covid-19, dampak di sektor ekonomi mulai terlihat, tak terkecuali industri otomotif.

oleh Dian Tami Kosasih diperbarui 18 Mar 2020, 07:08 WIB
Diterbitkan 18 Mar 2020, 07:08 WIB
Menjadi alternatif sebagian konsumen dengan kocek terbatas untuk memiliki moda transportasi sehari-hari, sepeda motor bekas masih banyak diburu masyarakat Tanah Air.
Menjadi alternatif sebagian konsumen dengan kocek terbatas untuk memiliki moda transportasi sehari-hari, sepeda motor bekas masih banyak diburu masyarakat Tanah Air.

Liputan6.com, Jakarta Setelah pemerintah mengimbau agar masyarakat untuk mengurangi aktifitas di luar ruangan karena wabah virus Covid-19, dampak di sektor ekonomi mulai terlihat. Tak terkecuali industri otomotif.

Meski pasar otomotif diprediksi turun, penjualan kendaraan bekas sejauh ini belum terdampak, hal itu diungkapkan pemilik Luminta Motor, Simon kepada Liputan6.com.

"Enggak kok. Masih normal penjualan motor bekas di tempat kami," katanya, Selasa (17/3).

Simon mengaku, tiap bulannya mampu menjual hingga 40 motor. Selain skuter matik, motor di segmen sport masih menjadi pilihan utama masyarakat.

"Untuk pembelian cash ataupun kredit, kami bisa menjual sekitar 40 an unit kendaraan setiap bulan. Untuk motor bebek kurang laku. 50 banding 50 untuk matik dan sport," ujarnya.

 


Alasan Motor Bekas Tetap Diminati

Saat disinggung alasan motor bekas belum terdampak virus Covid-19, Simon mengaku kendaraan yang dibeli sudah memiliki surat-surat lengkap sehingga bisa langsung digunakan.

"Praktis, bisa langsung pakai. Tidak perlu menunggu lama terbit STNK-nya. Mungkin itu ya salah satu alasan motor bekas masih diminati," tuturnya.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya