Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa per 31 Agustus 2015, rata-rata penyerapan anggaran kementerian dan lembaga (K/L) bidang ekonomi baru sebesar 34,7 persen.
"Per 31 Agustus, rata-rata penyerapan anggaran kementerian bidang ekonomi sebesar 34,7 persen atau sekitar Rp 78,3 triliun dari Rp 225,43 triliun," ujarnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (7/9/2015).
Dalam penyerapan anggaran APBNP 2015 ini, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan penyerapan anggaran tertinggi yaitu lebih dari 59 persen. Sedangkan paling rendah yaitu Kementerian Ketenagakerjaan sebesar Rp 18 persen.
Berikut daftar penyerapan anggaran K/L bidang ekonomi:
1. Kementerian Keuangan 59,6 persen
2. PPN/Bappenas 47,5 persen
3. BKPM 46,9 persen
4. Kementerian Koperasi dan UKM 39,4 persen
5. Kementerian Pertanian 37,9 persen
6. Kementerian Agraria 32,3 persen
7. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 30,8 persen
8. Kementerian BUMN 29,2 persen
9. Kemenko Perekonomian 28,7 persen
10. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 28,3 persen
11. Kementerian Industri 20,9 persen
12. Kementerian Perdagangan 23,5 persen
13. Kementerian Ketenagakerjaan 18 persen
Sedangkan dalam usulan alokasi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN), Kementerian PUPR mendapatkan alokasi paling tinggi yaitu Rp 103,8 triliun.
Berikut daftar usulan alokasi anggaran K/L 2016:
1. Kementerian PUPR Rp 103,8 triliun
2. Kementerian Keuangan Rp 40,5 triliun
3. Kementerian Pertanian Rp 32,8 triliun
4. Kementerian Agraria Rp 6,5 triliun
5. Badan Pusat Statistik (BPS) Rp 5,56 triliun
6. Kementerian Ketenagakerjaan Rp 3,8 triliun
7. BPK Rp 3,6 triliun
8. Kementerian Perindustrian Rp 3,3 triliun
9. PPN/Bappenas Rp 1,64 triliun
10. Kementerian Koperasi dan UKM Rp 1,28 triliun
11. BKPM Rp 520 miliar
12. Kementerian Perdagangan Rp 4 triliun
13. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rp 6,3 triliun.
(Dny/Gdn)
Rata-rata Penyerapan Anggaran Kementerian Ekonomi Baru 34,7%
Dalam usulan alokasi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN), Kementerian PU-Pera mendapatkan alokasi paling tinggi.
Diperbarui 07 Sep 2015, 16:51 WIBDiterbitkan 07 Sep 2015, 16:51 WIB
Advertisement
Video Pilihan Hari Ini
Produksi Liputan6.com
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Puncak Pengunjung di Taman Margasatwa Ragunan Diprediksi Terjadi pada 2 April 2025
Final Destination Bloodlines Rilis Trailer Resmi, Berikut Sinopsis dan Jadwal Tayangnya
Jadwal Sholat dan Imsakiyah Ramadhan DKI Jakarta, Jawa dan Seluruh Indonesia Hari Ini Minggu 30 Maret 2025
Resep Praktis Asinan Salak, Kudapan Segar untuk Kumpul Lebaran
Kritik Tajam Ustadz Abdul Somad soal Rendang Willie Salim yang Hilang di Palembang
21 Warga Binaan Umat Hindu di Jatim Peroleh Remisi Nyepi 2025
Alhamdulillah, Jalur Mudik Selatan via Limbangan-Malangbong 'Zero Accident'
Perayaan Nyepi Tak Ganggu Pelaksanaan Angkutan Lebaran 2025
Libur Lebaran, Ini Deretan Acara Syawalan 2025 di Jawa Tengah
Puncak Arus Mudik Jalur Selatan sudah Lewat, CB One Way Sukses Tekan Kemacetan Parah Jalur Limbangan-Malangbong
Gempa Mematikan di Myanmar, Simak Peringatan Ustadz Adi Hidayat tentang Lindu
6 Tradisi Menyambut Lebaran di Indonesia, dari Grebeg Syawal sampai Tari Topeng