Liputan6.com, Jakarta - Robert Kiyosaki, seorang wirausahawan yang terkenal karena menulis buku "Rich Dad Poor Dad" pada akhir 1990-an, telah mengungkapkan aset kripto yang akan mengalami kenaikan tinggi setelah Bitcoin. Aset kripto ini ia perkirakan bakal mengalami kenaikan yang sangat tinggi dalam beberapa bulan ke depan.
Ia memperkirakan aset kripto ini ini akan mencapai titik tertinggi baru sepanjang masa dalam waktu dekat.
Baca Juga
Robert Kiyosaki, yang banyak orang yakini sebagai guru keuangan sejati, kembali menarik perhatian masyarakat mengenai pandangannya terhadap uang fiat. Ia menyebutkan uang kartal ini sebagai "uang palsu" yang dibuat oleh pemerintah.
Advertisement
Ia mengingatkan kepada pengikutnya bahwa selama bertahun-tahun, ia telah menganjurkan investasi dalam bentuk emas dan perak fisik. Kemudian dalam lima tahun lalu, Robert Kiyosaki menambahkan aset Bitcoin ke dalam rekomendasi tersebut.
Selama itu, ia telah mendesak investor rata-rata untuk tidak menyimpan uang fiat tetapi apa yang ia yakini sebagai aset nyata – emas fisik, koin perak, dan Bitcoin (bahkan jika disimpan dalam Satoshi, partikel BTC).
“Sayangnya, kebanyakan orang bekerja untuk dan menyimpan “uang palsu”,” cuitnya, dikutip dari U Today, Jumat (28/3/2025).
Kiyosaki menegaskan bahwa harga ketiga aset ini terus naik dan mereka yang menyimpannya semakin kaya. Sementara daya beli mereka yang bekerja untuk dan menyimpan uang palsu semakin miskin. Hal ini bisa terjadi karena adanya praktik pencurian pemerintah yang dikenal sebagai “inflasi.”
Ia mengatakan bahwa karena ia ingin audiensnya menjadi lebih kaya dan bukan lebih miskin, penting bagi mereka untuk “mulai bekerja untuk dan menyimpan emas, perak, dan Bitcoin.”
ATH untuk Aset yang Lebih Baik daripada Bitcoin
Kiyosaki mengklaim bahwa di antara tiga “aset riil” – emas, perak, dan Bitcoin - “Perak untuk dua bulan ke depan adalah yang terbaik dari ketiganya.”
Hari ini, ia mengingatkan, perak diperdagangkan pada harga sekitar USD 35 per ons. Pada April 2011, harga perak mencapai titik tertinggi sepanjang masa di USD 49,51.
Dengan demikian, pakar keuangan Kiyosaki yakin bahwa akhir tahun ini harga perak dapat mencapai USD 75 per ons dan kemudian meroket ke puncak bersejarah di USD 200 dalam satu atau dua tahun.
Ia mengatakan bahwa hampir semua orang dapat dengan mudah membeli "setidaknya 1 koin perak sehari...tetapi tidak besok."
Advertisement
Tiga Digit
Pakar lain yakin bahwa perak sebenarnya dapat mencapai harga tiga digit pada tahun 2024 karena permintaan industri yang meningkat dan pasokan yang berkurang.
Selain itu, perak dapat melampaui USD 100 lebih cepat jika bank sentral terus melanjutkan keputusan moneter mereka yang agresif.
