Liputan6.com, Jakarta - Ada berbagai fenomena astronomi yang akan menghiasi langit bumi sepanjang April 2025. Fenomena astronomi yang dapat disaksikan pada bulan April 2025 ini antara lain pink moon, konjungsi 4 planet, hingga hujan meteor Lyrids.
Menariknya lagi, fenomena astronomi yang akan terjadi pada April 2025 dapat dinikmati dengan mata telanjang. Melansir laman In The Sky pada Kamis (03/04/2025), berikut fenomena astronomi April 2025.
Advertisement
1. Bulan Purnama Pink (Pink Moon)
Advertisement
Bulan purnama pada bulan April sering disebut sebagai Pink Moon. Istilah ini diperkenalkan oleh Farmers' Almanac di Amerika Serikat, yang menghubungkannya dengan musim semi.
Baca Juga
Bulan purnama pink akan terjadi pada Minggu, 13 April 2025, sekitar pukul 07.22 WIB. Pada fase ini, Bulan akan tampak penuh dan terang sepanjang malam, terbit saat senja, dan terbenam menjelang fajar.
2. Konjungsi Empat Planet
Empat planet, yaitu Neptunus, Merkurius, Saturnus, dan Venus, akan membentuk formasi sejajar di langit pagi pada 17 April 2025. Meekurius, Saturnus, dan Venus dapat diamati dengan mata telanjang.
Sementara untuk melihat Neptunus, diperlukan teleskop atau teropong berkekuatan tinggi. Fenomena ini menjadi kesempatan langka untuk melihat beberapa planet sekaligus dalam satu garis pandang.
Konjungsi empat planet ini dapat disaksikan sebelum fajar di ufuk timur.
3. Elongasi Barat Terbesar Merkurius
Merkurius akan mencapai elongasi terbesar ke arah barat pada 21 April 2025, sekitar pukul 22.06 WIB. Mengutip Star Walk Space pada (03/04/2025), Merkurius akan berada pada posisi tampak terjauh dari matahari ke arah barat.
Fenomena ini akan menjadi waktu terbaik untuk mengamati planet Merkurius.
Hujan Meteor Lyrid
4. Hujan Meteor Lyrid
Hujan Meteor Lyrid aktif sejak 16 hingga 25 April 2025, dan akan mencapai puncak aktivitas pada 22 April 2025. Hujan meteor ini dapat menghasilkan sekitar 18 meteor per jam.
Bulan sabit dengan iluminasi 38 persen saat puncak fenomena ini tidak akan terlalu mengganggu pengamatan. Lyrids dikenal mampu menghasilkan fireball (meteor terang) yang spektakuler.
Waktu terbaik untuk mengamati adalah setelah pukul 22:30 waktu setempat untuk wilayah di belahan utara, dan setelah tengah malam untuk belahan selatan. Fenomena Hujan meteor Lyrids bisa diamati dari seluruh Indonesia dengan mata telanjang
5. Bulan Baru
Fase Bulan Baru terjadi saat matahari dan bulan sejajar, dengan matahari dan bumi berada di sisi berlawanan dari bulan. Fenomena ini akan berlangsung pada 28 April 2025, sekitar pukul 02.31 WIB.
Pada malam bulan baru, langit menjadi lebih gelap, sehingga memberikan kesempatan terbaik untuk mengamati objek langit lainnya.
(Tifani)
Advertisement
