Pratikno: Misi Kemanusiaan ke Myanmar Wujud Solidaritas Indonesia

Ia mengatakan pengiriman bantuan ini merupakan bentuk solidaritas Indonesia terhadap negara-negara ASEAN serta bagian dari kepemimpinan Indonesia dalam upaya penanggulangan bencana di kawasan Asia Tenggara.

oleh Tim News Diperbarui 03 Apr 2025, 14:24 WIB
Diterbitkan 03 Apr 2025, 14:24 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno saat memantau pergerakan arus mudik di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. (Istimewa)
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno (Istimewa)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyebut bantuan kemanusiaan untuk para korban gempa bumi di Myanmar merupakan solidaritas Indonesia terhadap negara-negara ASEAN.

"Bantuan yang kami kirimkan hari ini merupakan tahap ketiga. Tahap pertama telah diberangkatkan pada hari Senin yang lalu, diikuti tahap kedua pada hari Selasa dengan dua kloter. Hari ini, pada tahap ketiga, kami mengirim dua pesawat, satu pesawat untuk penumpang dan satu pesawat untuk kargo," katanya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (3/3) seperti dilansir Antara.

Ia mengatakan pengiriman bantuan ini merupakan bentuk solidaritas Indonesia terhadap negara-negara ASEAN serta bagian dari kepemimpinan Indonesia dalam upaya penanggulangan bencana di kawasan Asia Tenggara.

“Saya bersama Kepala BNPB, Kepala Basarnas, Komisi VIII DPR RI, serta perwakilan dari TNI, Polri, dan kementerian/lembaga terkait sebentar lagi akan berangkat ke Myanmar, menuju Kota Naypyidaw, dan dijadwalkan tiba petang nanti. Setelah itu, kami akan terbang menuju Yangon,” ujarnya.

 

Gempa Bumi

Sebagaimana diketahui, gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Sagaing – Mandalay, Myanmar, pada Jumat (28/3). Guncangan tersebut dirasakan hingga India, Bangladesh, Thailand, dan China, dan diikuti dengan gempa susulan berkekuatan 6,4 magnitudo.

Bencana ini menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur, menewaskan sejumlah orang, dan menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal.

Menko PMK menjelaskan bahwa pengiriman bantuan ini telah melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam Rapat Tingkat Menteri yang dilaksanakan pada Minggu (30/3).

Hasil rapat tersebut menghasilkan keputusan strategis mengenai mekanisme bantuan, termasuk pengiriman Tim Urban Search and Rescue (USAR), Emergency Medical Team (EMT), serta bantuan logistik yang akan mendukung upaya tanggap darurat di Myanmar.

 

Tim Pendahulu

Sebelumnya, tim pendahulu telah diberangkatkan pada 31 Maret 2025 untuk asesmen awal, yang kemudian disusul pengiriman tim USAR dan TNI berjumlah 73 personel pada tanggal 1 April 2025 untuk operasi penyelamatan.

Menko PMK mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam pengiriman bantuan ini, termasuk kementerian dan lembaga terkait, serta jajaran TNI/Polri yang turut mendukung kelancaran proses ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama. Kolaborasi ini memungkinkan kita memberikan bantuan dengan cepat kepada saudara-saudara kita di Myanmar,” ujarnya.

Infografis 16 Zona Gempa Megathrust di Indonesia
Infografis 16 Zona Gempa Megathrust di Indonesia. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya