Liputan6.com, Jakarta Sholat maghrib merupakan salah satu ibadah wajib yang dilaksanakan oleh setiap muslim. Doa sholat maghrib 3 rakaat menjadi penghubung spiritual antara hamba dengan Sang Pencipta di waktu bergantinya siang menjadi malam. Sebagai salah satu dari lima waktu sholat fardhu, pelaksanaan doa sholat maghrib 3 rakaat memiliki keutamaan tersendiri, dimana waktu ini diyakini sebagai waktu mustajab untuk berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Dalam ajaran Islam, mengetahui tata cara dan doa sholat maghrib 3 rakaat dengan benar merupakan hal yang sangat penting. Pelaksanaan sholat maghrib dimulai sejak terbenamnya matahari hingga hilangnya awan berwarna merah dari cakrawala. Memahami bacaan dan urutan gerakan dalam doa sholat maghrib 3 rakaat akan membantu setiap muslim untuk menjalankan ibadah ini dengan khusyuk dan sempurna sesuai dengan tuntunan syariat.
Dengan memahami panduan lengkap mengenai doa sholat maghrib 3 rakaat, diharapkan dapat membantu umat muslim untuk melaksanakan sholat maghrib dengan benar dan penuh penghayatan, sehingga mendapatkan keberkahan dan ridho dari Allah SWT.
Advertisement
Berikut ini telah Liputan6.com rangkum, pembahasan komprehensif tentang doa sholat maghrib 3 rakaat, mulai dari niat, waktu pelaksanaan, hingga bacaan-bacaan yang dibaca selama menjalankan ibadah wajib ini, pada Selasa (2/4).
Pengertian Sholat Maghrib dan Kedudukannya dalam Islam
Sholat maghrib merupakan salah satu sholat wajib yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim. Dalam terminologi Islam, sholat diartikan sebagai suatu bentuk ibadah di mana seseorang mengarahkan hatinya kepada Allah SWT melalui tindakan dan ucapan tertentu, yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Pelaksanaannya harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.
Kedudukan sholat maghrib sangat penting dalam Islam karena merupakan salah satu rukun Islam yang harus ditunaikan. Sholat maghrib terdiri dari 3 rakaat yang wajib ditunaikan pada waktu yang telah ditentukan. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman yang artinya: "Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (QS. An-Nisa: 103).
Sholat maghrib memiliki keutamaan tersendiri, karena dilaksanakan pada waktu pergantian siang ke malam. Berdasarkan hadits riwayat Imam Muslim no. 612, waktu maghrib dimulai sejak terbenamnya matahari hingga hilangnya awan berwarna merah dari cakrawala. Dalam hadits tersebut disebutkan:
وقت المغرب ما لم يغب الشفق
Waqtul maghribi maa lam yaghib asy-syafaq
Artinya: "Waktu maghrib berakhir hingga hilangnya awan merah dari cakrawala."
Advertisement
Niat Sholat Maghrib dan Kewajibannya
Niat merupakan salah satu rukun dalam sholat yang tidak boleh ditinggalkan. Pakar fikih mazhab Syafi'i, Syekh Khatib Asy-Syirbini menegaskan bahwa membaca niat dalam sholat hukumnya wajib. Beliau menyebutkan dalam kitabnya:
وَيَجِبُ قَرْنُ النِّيَّةِ بِتَكْبِيرَةِ الْإِحْرَامِ لِأَنَّهَا أَوَّلُ الْأَرْكَانِ بِأَنْ يُقَرِّنَهَا بِأَوَّلِهِ وَيَسْتَصْحِبَهَا إلَى آخِرِ
Wa yajibu qarnu an-niyyati bi takbiratul ihram li'annaha awwalul arkani bi'an yuqarrinaha bi'awwalihi wa yastash-hibaha ila akhir.
Artinya: "Wajib untuk membarengkan niat dengan takbiratul ihram, karena takbiratul ihram adalah rukun pertama, yaitu membarengkannya dengan awal takbiratul ihram dan menyertakannya sampai akhir."
Untuk niat sholat maghrib, bacaannya adalah sebagai berikut:
أصلي فرض المغرب ثلاث ركعات مستقبل القبلة أداء/مأموما/إماما لله تعالى
Usholli fardhol magribi tsalasa rok'aati mustaqbilal qiblati adaa an (sholat sendiri)/Ma'muuman (menjadi ma'mum)/Imaaman (menjadi imam) Lillaahi Ta'ala.
Artinya: "Saya berniat sholat fardu magrib tiga rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala/Ma'mum karena Allah Ta'ala/Imam karena Allah Ta'ala".
Niat sholat maghrib tersebut diucapkan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Meskipun pengucapan dengan lisan tidak diwajibkan, namun banyak ulama yang menganjurkan untuk melafalkannya sebagai bentuk menguatkan niat dalam hati.
Tata Cara Sholat Maghrib 3 Rakaat
Berikut adalah tata cara lengkap pelaksanaan sholat maghrib 3 rakaat yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam:
1. Takbiratul Ihram
Sholat maghrib dimulai dengan mengangkat kedua tangan setinggi bahu atau telinga, dengan telapak tangan menghadap kiblat, seraya mengucapkan:
أَللهُ أَكْبَر
Allâhu Akbar
Artinya: "Allah Maha Besar"
2. Membaca Doa Iftitah
Setelah takbiratul ihram, dilanjutkan dengan membaca doa iftitah. Doa iftitah yang sering dibaca adalah:
اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Allaahu akbar Kabiroo Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa'ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil 'Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.
Artinya: "Allah maha besar, maha sempurna kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah, pujian yang sebanyak-banyaknya. Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan petang. Kuhadapkan wajahku kepada zat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan penuh ketulusan dan kepasrahan dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku semuanya untuk Allah, penguasa alam semesta. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan demikianlah aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang yang muslim."
3. Membaca Surah Al-Fatihah
Pada setiap rakaat sholat maghrib, wajib membaca surah Al-Fatihah:
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ
Al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ
Ar-raḥmānir-raḥīm
مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ
Māliki yaumid-dīn
اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ
Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ
Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm
صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ
Sirāṭallażīna an'amta 'alaihim gairil-magḍụbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn
4. Membaca Surah atau Ayat Al-Qur'an
Setelah membaca Al-Fatihah, dianjurkan untuk membaca surah atau ayat lain dari Al-Qur'an. Pada rakaat pertama dan kedua, sementara pada rakaat ketiga cukup membaca Al-Fatihah saja.
5. Ruku'
Setelah membaca surah, dilanjutkan dengan ruku' (membungkukkan badan dengan kedua tangan memegang lutut) sambil membaca:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
Subhana rabbiyal 'adhimi wa bihamdihi.
Artinya: "Maha Suci Rabbku yang maha Agung dan maha terpuji."
6. I'tidal (Berdiri Tegak Setelah Ruku')
Setelah ruku', kembali berdiri tegak (i'tidal) sambil mengangkat tangan dan membaca:
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Sami'allahu liman hamidah.
Artinya: "Allah mendengar orang yang memuji-Nya."
Kemudian dilanjutkan dengan membaca:
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
Rabbanaaa lakal hamdu mil-ussamaawaati wa mil-ul-ardhi wa mil-u maa syik-ta min syai-im ba'du.
Artinya: "Ya Allah Tuhan Kami, Bagi-Mu lah segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu."
Advertisement
Gerakan dan Bacaan Sujud dalam Sholat Maghrib
Sujud merupakan salah satu rukun dalam sholat yang menggambarkan bentuk pengagungan tertinggi seorang hamba kepada Allah SWT. Dalam sholat maghrib, gerakan sujud dilakukan sebanyak dua kali dalam setiap rakaat. Berikut adalah tata cara dan bacaan saat melakukan sujud:
1. Gerakan Sujud
Sujud dilakukan dengan meletakkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari kaki ke lantai. Posisi sujud harus mengikuti ketentuan syariat, di mana tujuh anggota tubuh harus menyentuh tempat sujud: dahi bersama hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan jari-jari kedua kaki.
2. Bacaan Sujud
Ketika sujud, dianjurkan untuk membaca tasbih berikut:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhana rabbiyal a'laa wa bi hamdih
Artinya: "Mahasuci Rabbku Yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya."
Bacaan ini diulang sebanyak tiga kali atau lebih dalam setiap sujud. Selain itu, saat sujud juga merupakan waktu yang sangat baik untuk berdoa, karena Nabi Muhammad SAW bersabda: "Keadaan hamba yang paling dekat dengan Tuhannya ialah ketika dia sedang sujud." (HR. Muslim)
3. Duduk di Antara Dua Sujud
Setelah sujud pertama, dilanjutkan dengan duduk di antara dua sujud (duduk iftirasy) sambil membaca:
بِّ اغْفِرْلِىْ وَارْحَمْنِىْ وَاجْبُرْنِىْ وَارْفَعْنِىْ وَازُقْنِىْ وَاهْدِنِىٌ وَعَا فِنِىْ وَاعْفُ عَنِّىْ
Rabighfirlii, Warhamnii, Wajburnii, Warfa'ni, Warzuqnii, Wahdini, Wa'aafinii, Wa'fuannii
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dosaku, rahmatilah aku, perbaikilah aku, berikanlah aku rezeki dan angkatlah derajatku, berikan petunjuk, kesehatan, dan maafkanlah aku."
Duduk di antara dua sujud ini merupakan waktu yang baik untuk memohon ampunan dan rahmat dari Allah SWT. Setelah selesai membaca doa ini, dilanjutkan dengan sujud kedua dengan bacaan yang sama seperti sujud pertama.
Bacaan Tasyahud Awal dan Akhir dalam Sholat Maghrib
Dalam sholat maghrib yang terdiri dari 3 rakaat, tasyahud atau tahiyat dibagi menjadi dua bagian, yaitu tasyahud awal yang dibaca setelah menyelesaikan rakaat kedua dan tasyahud akhir yang dibaca setelah rakaat ketiga. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai kedua tasyahud tersebut:
1. Tasyahud Awal
Tasyahud awal dibaca saat duduk setelah menyelesaikan rakaat kedua. Posisi duduk yang digunakan adalah duduk iftirasy, yaitu duduk dengan meletakkan kaki kiri di bawah dan kaki kanan ditegakkan. Bacaan tasyahud awal adalah:
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلَامُ عَلَيْك أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ, أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ, اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ،
Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thoyyibaatulillaah. Assalaamu'alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh, Assalaamu'alaina wa'alaa ibaadillaahishaalihiin. Asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammad Rasuulullaah. Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa muhammad.
Artinya: "Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan, dan kebaikan itu punya Allah. Keselamatan atas Nabi Muhammad, juga rahmat dan berkahnya. Keselamatan dicurahkan kepada kami dan atas seluruh hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad."
Setelah membaca tasyahud awal, dilanjutkan dengan berdiri untuk melaksanakan rakaat ketiga.
2. Tasyahud Akhir
Tasyahud akhir dibaca setelah menyelesaikan rakaat ketiga dan merupakan bacaan terakhir sebelum salam. Posisi duduk yang digunakan adalah duduk tawaruk, yaitu posisi duduk dengan meletakkan kaki kiri di bawah kaki kanan, sementara pantat diletakkan di lantai. Bacaan tasyahud akhir sama dengan tasyahud awal, namun dilanjutkan dengan membaca shalawat secara lengkap:
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ، وَ بَارِكْ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلٰى آلِ سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَا لَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Wa alaa aali sayyidina muhammad. Kamaa shallaita 'alaa sayyidinaa Ibraahim wa'alaa aali sayyidinaa ibraahim wabaarik 'alaa sayyidinaa muhammad wa 'alaa aali sayyidina muhammad. Kamaa baarakta 'alaa sayyidinaa ibraahiim wa 'alaa aali sayyidina Ibraahiim fil'aalamiina innaka hamiidum majiid.
Artinya: "Ya Allah. Limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad. Sebagaimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Diseluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji, dan Maha Mulia."
Advertisement
Salam dan Doa Setelah Sholat Maghrib
Sholat maghrib diakhiri dengan salam yang menandakan berakhirnya rangkaian ibadah sholat. Salam dilakukan dengan menoleh ke kanan dan ke kiri sambil mengucapkan salam. Berikut adalah tata cara dan bacaan salam serta doa-doa yang dianjurkan setelah sholat maghrib:
1. Bacaan Salam
Salam dilakukan dengan menoleh ke kanan terlebih dahulu, kemudian ke kiri sambil mengucapkan:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
Assalaamu alaikum wa rahmatullah
Artinya: "Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu."
2. Doa dan Dzikir Setelah Sholat Maghrib
Setelah salam, dianjurkan untuk membaca doa dan dzikir. Diantaranya adalah:
a. Membaca Istighfar (3 kali)
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
Astaghfirullaahal 'azhiim
Artinya: "Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung."
b. Membaca Tahlil (3 kali)
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
c. Membaca Tasbih, Tahmid, dan Takbir (masing-masing 33 kali)
سُبْحَانَ اللهِ
Subhaanallaah
Artinya: "Maha Suci Allah."
الْحَمْدُ لِلَّهِ
Alhamdulillaah
Artinya: "Segala puji bagi Allah."
اللهُ أَكْبَرُ
Allaahu Akbar
Artinya: "Allah Maha Besar."
d. Membaca Ayat Kursi
اللّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum. Laa ta'khudzuhuu sinatuw wa laa naum. Lahuu maa fis samaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasyfa'u 'indahuu illaa bi idznih. Ya'lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum wa laa yuhiithuuna bisyai'im min 'ilmihii illaa bimaa syaa'. Wasi'a kursiyyuhus samaawaati wal ardh. Wa laa ya'uuduhuu hifzhuhumaa wa huwal 'aliyyul 'azhiim.
Artinya: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."
Sholat maghrib merupakan salah satu ibadah wajib yang memiliki kedudukan penting dalam Islam. Dengan mengetahui tata cara, bacaan, dan doa dalam sholat maghrib, diharapkan setiap muslim dapat melaksanakan ibadah ini dengan benar dan khusyuk.
