Lafal 3 Doa Setelah Sholat Dhuha Arab, Latin, dan Artinya: Ini Waktu Tepat Memanjatkan

Ketahui lafal 3 doa setelah sholat Dhuha beserta artinya dalam Arab dan Latin, waktu terbaik untuk memanjatkannya, serta tips agar doa cepat dikabulkan.

oleh Laudia Tysara Diperbarui 01 Apr 2025, 14:00 WIB
Diterbitkan 01 Apr 2025, 14:00 WIB
tata cara sholat dhuha
tata cara sholat dhuha ©Ilustrasi dibuat Stable Diffusion... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Sholat Dhuha, ibadah sunnah yang dianjurkan dalam Islam, memiliki keutamaan luar biasa. Setelah menunaikan sholat ini, membaca doa dapat memperkuat keberkahan dan memperlancar segala urusan. Banyak muslim mencari lafal doa-doa yang tepat untuk dibaca setelah sholat Dhuha.

Meskipun tidak ada batasan jumlah doa, beberapa doa spesifik sering dipanjatkan sebagai amalan tambahan. Keutamaan doa-doa ini terletak pada keikhlasan dan kekhusyukan dalam berdoa, serta keyakinan akan kuasa Allah SWT dalam mengabulkan doa hamba-Nya.

Memahami lafal doa setelah sholat Dhuha penting bagi umat Muslim yang ingin meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan memahami arti dan makna doa, kita dapat memanjatkan doa dengan lebih khusyuk dan penuh keyakinan. Doa-doa ini juga dapat menjadi sarana untuk memohon ampunan, rezeki, kesehatan, dan berbagai hal kebaikan lainnya.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Sabtu (22/3/2025).

Promosi 1

Lafal 3 Doa Setelah Sholat Dhuha Arab, Latin, dan Artinya

cara sholat dhuha
cara sholat dhuha ©Ilustrasi dibuat Stable Diffusion... Selengkapnya

Melansir dari Kemenag RI dan berbagai sumber lain, terdapat beberapa doa yang umum dipanjatkan setelah sholat Dhuha. Penting untuk diingat bahwa pilihan doa sepenuhnya terserah pada individu, dan tidak ada batasan jumlah doa yang harus dibaca. Berikut 3 contoh doa yang dapat dipanjatkan:

Doa 1

Arab: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ

Latin: Allahummaghfir-lii wa tub ‘alayya, innaka antat tawwabur rohiim

Arti: 'Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.'

Doa ini merupakan doa yang singkat namun sarat makna. Doa ini memohon ampunan dan penerimaan taubat kepada Allah SWT. Keutamaan doa ini terletak pada pengakuan akan kelemahan manusia dan penyerahan diri sepenuhnya kepada rahmat Allah. Doa ini sangat relevan bagi siapa saja yang ingin membersihkan diri dari dosa dan kesalahan.

Doa 2

Arab: اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَآءَ بَهَاؤُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ اٰتِنِيْ مَااٰتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Latin: Allahumma innadhdhuha-a dhuha-uka, walbahaa-abahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwaatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ‘ishmata ishmatuka. Allahuma inkaana rizqii fissamma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’siron fayassirhu, wainkaana harooman fa thohhirhu, wa inkaana ba’idan fa qoribhu, bihaqqiduhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudrotika, aatini maa ataita ‘ibaadakash shoolihiin.

Arti: 'Ya Allah, bahwasannya waktu dhuha itu waktu dhuha-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, kekuatan itu kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rizkiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh.'

Doa ini merupakan doa yang panjang dan komprehensif. Doa ini memohon berbagai macam kebaikan, termasuk rezeki, kemudahan, dan perlindungan dari Allah SWT. Makna doa ini menekankan pada kekuasaan dan rahmat Allah yang meliputi segala aspek kehidupan manusia. Doa ini cocok dipanjatkan bagi mereka yang ingin memohon berbagai macam kebutuhan dan perlindungan.

Doa 3

Arab: اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.

Latin: Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa 'abduka wa anaa 'ala 'ahdika wa wa'dika mas-tatho'tu. A'udzu bika min syarri maa shona'tu. Abu-u laka bi ni'matika 'alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.

Arti: 'Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.'

Doa ini merupakan pengakuan akan keesaan Allah dan kelemahan manusia. Doa ini menekankan pada pentingnya bertaubat dan memohon ampun atas dosa-dosa yang telah diperbuat. Doa ini cocok dipanjatkan bagi mereka yang ingin membersihkan diri dan memohon ampunan atas segala kesalahan.

Tips Agar 3 Doa Setelah Sholat Dhuha Cepat Dikabulkan

tata cara sholat dhuha 2 rakaat
tata cara sholat dhuha 2 rakaat ©Ilustrasi dibuat AI... Selengkapnya

Agar doa setelah sholat Dhuha cepat dikabulkan, beberapa hal perlu diperhatikan. Bukan hanya sekadar mengucapkan lafal doa, namun juga perlu diiringi dengan niat yang tulus, keikhlasan, dan usaha yang maksimal. Berikut beberapa tips yang dapat membantu:

  1. Berdoa dengan Khusyuk: Khusyuk dalam berdoa sangat penting. Fokuskan pikiran dan hati sepenuhnya kepada Allah SWT saat berdoa. Hindari pikiran-pikiran yang mengganggu konsentrasi. Rasakan kehadiran Allah SWT dan sampaikan doa dengan penuh ketulusan. Khusyuk dalam berdoa akan meningkatkan kualitas doa dan memperbesar peluang dikabulkannya doa.

  2. Memperbanyak Istighfar: Memperbanyak istighfar (memohon ampun kepada Allah SWT) dapat membersihkan hati dan jiwa dari dosa-dosa. Hati yang bersih akan lebih mudah menerima rahmat dan hidayah dari Allah SWT. Istighfar juga merupakan bentuk taubat dan pengakuan akan kelemahan diri di hadapan Allah SWT. Dengan memperbanyak istighfar, kita menunjukkan kesungguhan dalam bertaubat dan memohon ampunan.

  3. Bersedekah: Bersedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Bersedekah dapat membersihkan harta dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sedekah juga dapat menjadi sarana untuk membantu sesama dan meringankan beban orang lain. Dengan bersedekah, kita menunjukkan kepedulian dan rasa berbagi kepada sesama.

  4. Berdoa di Waktu Mustajab: Waktu-waktu mustajab (waktu di mana doa mudah dikabulkan) sangat dianjurkan untuk berdoa. Salah satu waktu mustajab adalah sepertiga malam terakhir, saat sahur, dan saat setelah sholat fardhu. Memanfaatkan waktu-waktu mustajab dapat meningkatkan peluang dikabulkannya doa. Waktu-waktu mustajab menunjukkan kesempatan yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya untuk berdoa.

  5. Membaca Doa dengan Benar: Pastikan untuk membaca lafal doa dengan benar dan memahami artinya. Ketepatan dalam membaca lafal doa akan meningkatkan kualitas doa dan memperbesar peluang dikabulkannya doa. Memahami arti doa akan meningkatkan kekhusyukan dan ketulusan dalam berdoa. Ketepatan dan pemahaman akan meningkatkan kualitas doa.

  6. Berusaha dengan Maksimal: Doa tanpa usaha merupakan doa yang sia-sia. Usaha maksimal merupakan bukti keseriusan kita dalam mencapai tujuan. Allah SWT akan membantu hamba-Nya yang berusaha dengan sungguh-sungguh. Usaha maksimal merupakan bukti kesungguhan dalam mencapai tujuan.

  7. Bersabar dan Tawakal: Kesabaran dan tawakal merupakan kunci penting dalam berdoa. Bersabarlah dalam menunggu jawaban doa dan tawakallah kepada Allah SWT. Allah SWT akan memberikan jawaban pada waktu dan cara yang terbaik. Kesabaran dan tawakal merupakan kunci penerimaan doa.

  8. Memperbanyak Dzikir dan Shalawat: Memperbanyak dzikir dan shalawat dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dzikir dan shalawat juga dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Dengan memperbanyak dzikir dan shalawat, kita menunjukkan kecintaan dan ketaatan kepada Allah SWT. Dzikir dan shalawat mendekatkan diri kepada Allah.

     

Waktu Terbaik Menunaikan Sholat Dhuha

arti doa sholat dhuha
arti doa sholat dhuha ©Ilustrasi dibuat AI... Selengkapnya

Waktu terbaik untuk menunaikan sholat Dhuha dan memanjatkan doa-doa setelahnya masih menjadi perdebatan di kalangan ulama. Namun, secara umum, waktu sholat Dhuha dimulai setelah matahari terbit sempurna dan meninggi, sekitar 15-20 menit setelah syuruq (matahari terbit). Melansir dari berbagai sumber, waktu idealnya diperkirakan antara pukul 07.00 hingga 11.00 WIB.

Namun, pendapat ulama berbeda-beda. Ada yang menyebutkan mulai 15 menit setelah matahari terbit hingga menjelang Dzuhur. Kemudian ada yang menyatakan sekitar 45 menit hingga 1,5 jam setelah matahari terbit, sebelum waktu Dzuhur. Berbagai pendapat mengenai rentang waktu yang ideal menyebutkan antara pukul 07.00 hingga 11.30 WIB. Beberapa menyarankan waktu terbaik sekitar pukul 08.00-10.00 pagi, sementara yang lain menyebutkan mulai dari 15 atau 20 menit setelah matahari terbit hingga menjelang Dzuhur.

Ada juga yang menyatakan bahwa waktu terbaik adalah ketika matahari sudah mulai tinggi, namun tetap sebelum tengah hari. Perbedaan pendapat ini menunjukkan bahwa waktu sholat Dhuha cukup fleksibel. Waktu terbaik umumnya dianggap saat matahari sudah cukup tinggi, namun waktu yang tepat bisa disesuaikan dengan kesibukan masing-masing individu, selama masih dalam rentang waktu sebelum Dzuhur.

Melansir dari YouTube Al Bahjah TV, Buya Yahya menjelaskan, waktu sholat Dhuha adalah setelah matahari meninggi sampai matahari sebelum tergelincir di atas kepala. Selagi matahari belum di atas kepala, maka itu masuk waktu dhuha.

Syekh Ali Jaber memberikan cara mudah untuk menentukan waktu sholat Dhuha, yakni hitung atau tunggu 2 jam setelah adzan subuh. Misalnya, jika adzan subuh pukul 4 pagi, maka pukul 6 pagi sudah diperbolehkan melaksanakan sholat Dhuha, dilansir dari YouTube Yayasan Syekh Ali Jaber.

Intinya, waktu sholat Dhuha bukanlah saat matahari baru terbit, melainkan setelah matahari meninggi sekitar satu tombak. Setelah melewati ketinggian satu tumbak, barulah memasuki waktu sholat dhuha yang membentang hingga waktu istiwa, dilansir dari Buku Praktis Panduan Sholat Wajib-Sunnah oleh Abu Sakhi.

Waktu pelaksanaan sholat Dhuha yang tepat akan memberikan keberkahan dan pahala yang lebih maksimal. Oleh karena itu, penting untuk memahami dan memperhatikan waktu yang tepat untuk melaksanakan sholat Dhuha. Meskipun rentang waktu sholat Dhuha cukup luas, beberapa sumber menyebutkan waktu-waktu tertentu sebagai waktu terbaik untuk melaksanakannya.

Buya Yahya menyebutkan waktu paling afdhol adalah ketika terik matahari telah terasa panas atau seperempat siang yang dihitung dari setelah matahari terbit. 'Separuh dari jam 06.00-12.00. Jadi 3 jam setelah matahari terbit. Itu adalah waktu yang paling bagus kalau mau sholat dhuha,' kata Buya Yahya.

Beberapa hadits juga menyebutkan waktu utama sholat Dhuha adalah ketika matahari mulai terasa panas. Ini sesuai dengan pendapat yang menyebutkan waktu terbaik adalah di akhir waktu sholat Dhuha, ketika matahari semakin tinggi dan panasnya terasa, menurut HR. Muslim no. 748, Syarh Shahih Muslim, 6: 28. Ulama Al-Azhar, Yusri Gabr, mengungkapkan bahwa sholat Dhuha dimulai sekitar 20 menit setelah matahari terbit (sempurna bulatannya), dan batas akhirnya adalah 30 menit sebelum tengah hari.

 

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya