Liputan6.com, Jakarta Siti Fadia Silva Ramadhanti bukan hanya sekadar nama di arena bulu tangkis Indonesia. Ia pernah mencapai posisi prestisius, duduk di peringkat empat dunia bersama partnernya Apriyani Rahayu. Namun kini, duet itu resmi berpisah dan banyak yang bertanya: kenapa?
Perpisahan mereka bukan terjadi tanpa alasan. Di balik keputusan itu, terdapat dinamika strategi PBSI dan penyesuaian arah pembinaan atlet di Pelatnas. Fadia pun menjalani jalur baru bersama pasangan berbeda di sektor ganda campuran maupun ganda putri.
Di tengah perubahan ini, publik mulai mengulik kembali siapa sebenarnya Siti Fadia. Sejak kapan ia meniti karier? Apa saja pencapaiannya sebelum dikenal sebagai pasangan emas Apriyani dan bagaimana arah kariernya ke depan?
Advertisement
Awal Karier di PB Djarum dan Momen Pertama Bersinar
Siti Fadia Silva Ramadhanti lahir di Bogor, Jawa Barat pada 16 November 2000. Karier bulu tangkisnya dimulai secara serius ketika ia bergabung dengan PB Djarum pada tahun 2014. Klub legendaris ini memang telah melahirkan banyak pemain nasional berbakat, dan Fadia termasuk di antaranya.
Pada tahun 2016, ia meraih kemenangan penting dalam ajang Jakarta Open Junior International. Di turnamen itu, ia berpasangan dengan Agatha Imanuela di sektor ganda putri U17. Kombinasi ini cukup menjanjikan dan menandai langkah awal Fadia di panggung internasional.
Selain bermain di ganda putri, Fadia juga tampil di nomor ganda campuran. Ia sempat dipasangkan dengan Rehan Naufal Kusharjanto, putra dari pasangan legendaris Tri Kusharjanto dan Emma Ermawati. Dalam fase ini, ia menunjukkan fleksibilitas dan potensi besar untuk tampil di dua sektor.
Advertisement
Bintang Muda di Tim Nasional Junior
Fadia bergabung dengan tim nasional junior pada tahun 2017. Dalam ajang BWF World Junior Championships 2017, ia meraih medali perak di sektor ganda campuran bersama Rehan Naufal. Ini menjadi momen penting yang membawa namanya dikenal lebih luas di kancah bulu tangkis dunia.
Pada tahun yang sama, ia juga tampil di beberapa turnamen lokal dan internasional. Ia meraih medali perunggu di ajang Jaya Raya Sports Hall Training Center 2017 untuk sektor ganda putri. Tak hanya itu, ia juga membawa pulang medali emas di turnamen yang sama untuk sektor ganda campuran.
Pengalaman bertanding di dua sektor membentuk karakter permainan Fadia yang agresif namun terukur. Banyak pelatih memujinya sebagai pemain dengan refleks cepat dan positioning yang cerdas, dua elemen penting dalam permainan ganda.
Kolaborasi Emas dengan Apriyani Rahayu dan Prestasi Tertinggi
Setelah Greysia Polii pensiun pasca Olimpiade Tokyo 2020, sektor ganda putri Indonesia mengalami transisi. Fadia lalu dipasangkan dengan Apriyani Rahayu, mantan rekan Greysia yang juga peraih emas Olimpiade. Duet ini langsung menunjukkan potensi luar biasa.
Pada tahun pertama mereka berpasangan, Fadia dan Apriyani berhasil meraih sejumlah gelar penting, termasuk juara di Singapore Open dan Malaysia Open. Peringkat dunia mereka pun meroket dan sempat bertengger di posisi ke-4 dunia—sebuah pencapaian luar biasa untuk pasangan baru.
Duet ini dianggap sebagai tumpuan masa depan ganda putri Indonesia. Namun, dinamika latihan, cedera, dan kebijakan internal PBSI mulai memunculkan isu tentang kemungkinan rotasi atau perubahan pasangan. Spekulasi pun berkembang luas sejak akhir 2024.
Advertisement
Prestasi Gemilang di Kancah Internasional
Siti Fadia telah mengukir berbagai prestasi yang mengesankan di kancah internasional. Beberapa pencapaian yang layak disorot antara lain:
- Medali Perak Kejuaraan Dunia 2023: Bersama Apriyani Rahayu, Fadia berhasil mencapai final dan meraih medali perak, menjadi sejarah bagi ganda putri Indonesia.
- Medali Emas SEA Games 2021: Fadia dan Apriyani sukses merebut medali emas di nomor ganda putri di SEA Games 2021 yang diadakan di Vietnam.
- Medali Perak SEA Games 2019: Fadia juga berkontribusi dalam meraih medali perak di nomor beregu putri pada SEA Games 2019 di Filipina.
- Medali Emas Kejuaraan Asia Junior 2017: Dia menjuarai nomor ganda campuran di Kejuaraan Asia Junior 2017, menunjukkan bakatnya sejak usia muda.
Dengan berbagai prestasi ini, Siti Fadia menunjukkan bahwa ia adalah salah satu pebulu tangkis muda yang patut diperhitungkan di masa depan.
Langkah Baru: Fokus di Ganda Campuran dan Ganda Putri
Kepastian soal perpisahan Apriyani dan Fadia terungkap melalui daftar pemain yang akan tampil di Taipei Open dan Thailand Open 2025. Dalam daftar tersebut, Apriyani akan berpasangan dengan Febi Setianingrum, sementara Fadia akan turun di sektor ganda campuran dengan Dejan Ferdinansyah dan ganda putri bersama Lanny Tria Mayasari.
Kini, Siti Fadia memasuki fase baru dalam kariernya. Ia akan tampil di Taipei dan Thailand Open bersama dua pasangan berbeda: Dejan Ferdinansyah di sektor ganda campuran dan Lanny Tria Mayasari di sektor ganda putri. Perubahan ini menjadi tantangan baru yang harus ia hadapi.
Bermain di dua sektor tentu membutuhkan stamina ekstra, fokus ganda, serta chemistry yang cepat terbangun dengan dua pasangan berbeda. Namun melihat pengalamannya di masa junior, Fadia cukup terbiasa menghadapi tantangan ini.
Publik dan penggemar bulu tangkis tentu berharap bahwa duet barunya bisa menampilkan performa solid. PBSI juga tampaknya ingin menguji berbagai kombinasi menjelang event besar seperti Kejuaraan Dunia dan Olimpiade berikutnya.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Topik
Apa saja prestasi yang diraih Siti Fadia?
Siti Fadia meraih medali perak di Kejuaraan Dunia 2023, medali emas di SEA Games 2021, dan medali perak di SEA Games 2019.
Siapa mitra bermain terbaik Siti Fadia?
Apriyani Rahayu adalah mitra bermain terbaiknya, di mana mereka telah meraih banyak prestasi bersama.
Di klub mana Siti Fadia bernaung?
Siti Fadia bernaung di klub PB Djarum, salah satu klub bulu tangkis terkemuka di Indonesia.
