Liputan6.com, Bogor - Usulan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dari Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) sejak lama belum terealisasikan. Maka itu pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) diharapkan dapat merealisasikannya lantaran ini juga sesuai cita-cita Bung Karno.
"Bung Karno mengatakan berulang kali 'saya ingin punya tenaga atom nuklir dan antariksa' sejak 1961, tapi cita-citanya sampai sekarang belum tercapai juga. Harusnya Jokowi jika memang anak ideologis Bung Karno, itu bisa diwujudkan," ujar Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Djarot Sulistyo Wisnubroto di Bogor, Jumat (12/9/2014) malam.
Djarot mengatakan, sesuai UU No 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2005-2025, Indonesia harus membangun PLTN. Sebab 10 tahun mendatang krisis energi mengencam negeri ini.
"Sederhana saja, apakah Indonesia mau krisis energi? Apakah pemerintah akan terus melakukan subsidi BBM terus-menerus, sampai subsidi Rp 30 triliun?" tanya Djarot.
Pemerintah pun, lanjut Djarot, punya opsi membangun PLTN di mana saja. Selama daerah tersebut aman. Batan hanya bertugas menyosialisasikan dan mencari titik lokasi yang aman, selanjutnya Kementerian ESDM yang membangun.
"Terserah pemerintah menentukan di mana, tapi belajar Fukusima --reaktor nuklir milik Jepang yang meledak akibat tsunami-- hindari gempa dan tsunami, Bangka layak. Secara teknis layak dibangun di Bangka Barat dan Bangka Selatan," tegas Djarot.
"Apakah layak atau tidak, kalau nanti PLTN akan dibangun di Bangka harus disosialisasikan ke masyarakat setempat dulu. Kalau setuju baru dapat izin Amdal nya," sambung Djarot.
Terkait pandangan politik atau kepentingan asing yang berusaha menjegal rencana pembangunan PLTN di Indonesia, Djarot tak sependapat. Menurutnya paradigma tersebut sudah usang.
"Nggak, saya kira itu paradigma lama. Uni Emirat Arab, Jordania, Mesir, itu negara Arab loh? Kan AS tak menghambat kan? Jadi terserah kita," pungkas Djarot.
Kepala Batan: Jokowi Mesti Wujudkan Cita-cita Bung Karno
Batan menyatakan pemerintah Jokowi-JK punya opsi membangun PLTN di mana saja.
Diperbarui 13 Sep 2014, 07:30 WIBDiterbitkan 13 Sep 2014, 07:30 WIB
Advertisement
Video Pilihan Hari Ini
Produksi Liputan6.com
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Angkot Tak Beroperasi hingga 7 April 2025 Saat Libur Lebaran, Jalur Puncak Bogor Lancar Tanpa Hambatan
Hongaria Nyatakan Keluar dari ICC Saat PM Israel Kunjungi Budapest
Kapolres Bandara Soetta Patroli Saat Arus Balik Lebaran 2025
Tips Cerdas Menghadapi Pria yang Suka Love Bombing, Jangan Sampai Tertipu
Klub Liga Italia Bologna Tertarik Gaet Dua Bek Timnas Indonesia
Nintendo Switch 2 Rilis Juni 2025, Intip Bocoran Spesifikasi dan Harganya
6 Peristiwa Penting di Bulan Syawal dalam Sejarah Islam, Penuh Peristiwa Penting dan Berkah
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Pelabuhan Bakauheni Saat Arus Balik, Pemudik Diimbau Waspada
150 Caption Kumpul Keluarga Saat Lebaran, Manis dan Lucu untuk Unggahan Sosmed
Pesan Mahalini untuk Sule di Lebaran Pertama Sebagai Mualaf, Singgung Soal Rokok dan Jengkol
Rasa Syukur Zaskia Gotik Dikaruniai Anak Laki-laki: Bahagia Banget!
6 Resep Ayam Ungkep Lengkuas Anti Gagal, Bumbunya Mantap Banget