Keutamaan Meninggal di Tanah Suci Ketika Haji dan Umrah, Kemuliaan di Sisi Allah

Keutamaan meninggal saat ibadah haji dan umrah di Tanah Suci, termasuk husnul khatimah dan kemuliaan di sisi Allah SWT, meskipun bukan jaminan masuk surga.

oleh Arini Nuranisa Diperbarui 31 Mar 2025, 17:15 WIB
Diterbitkan 31 Mar 2025, 17:15 WIB
Ilustrasi haji, umrah, Makkah
Ilustrasi haji, umrah, Makkah. (Image by Freepik)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Berpulang ke Rahmatullah di Tanah Suci, saat menunaikan ibadah haji atau umrah, oleh banyak umat Muslim dianggap sebagai anugerah tak terkira. Kepergian di tempat suci ini dikaitkan dengan berbagai keutamaan, menciptakan keyakinan akan husnul khatimah dan dekatnya dengan ridho Ilahi.

Namun, penting diingat bahwa ini bukan jaminan surga, melainkan sebuah kemungkinan yang diiringi berbagai keistimewaan bagi mereka yang meninggal dalam keadaan baik dan taat.

Banyak yang meyakini bahwa meninggal di Tanah Suci memiliki kemuliaan tersendiri. Beberapa sumber keagamaan menyebutkan berbagai keutamaan, mulai dari dikaitkannya dengan kematian syahid hingga kemungkinan husnul khatimah.

Namun, kita perlu memahami bahwa setiap keutamaan tersebut tetap bergantung pada keimanan dan amal ibadah semasa hidup. Meski berbagai riwayat menyebutkan kemudahan dan keistimewaan bagi mereka yang meninggal di Tanah Suci, fokus utama tetaplah pada kualitas ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT.

Berikut ulasannya yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Sabtu (22/3/2025).

Kematian Syahid dan Husnul Khatimah

Ilustrasi haji, umrah, Makkah
Ilustrasi haji, umrah, Makkah. (Photo by Beris Creatives on Unsplash)... Selengkapnya

Meninggal di Tanah Suci saat menunaikan ibadah haji atau umrah sering dikaitkan dengan kematian syahid. Konsep kematian syahid sendiri memiliki cakupan yang luas, tidak terbatas hanya pada mereka yang wafat di Tanah Suci.

Namun, kematian dalam keadaan beribadah kepada Allah SWT tentu memiliki nilai keutamaan yang tinggi. Selain itu, meninggal dalam keadaan sedang beribadah haji atau umrah juga dianggap sebagai husnul khatimah, yaitu akhir hidup yang baik.

Ini karena mereka wafat dalam keadaan taat dan menjalankan perintah Allah SWT. Keutamaan ini menjadi penghibur bagi keluarga yang ditinggalkan. Meskipun belum menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah, pahala haji atau umrah yang telah dilakukan akan tetap dicatat hingga hari kiamat.

Hal ini memberikan ketenangan dan keyakinan bahwa ibadah mereka tetap bernilai di sisi Allah SWT. Keikhlasan dan niat yang tulus menjadi kunci utama.

Riwayat dan Pemahaman yang Bijak

Ilustrasi Umrah (Shazrul Edwan / Shutterstock.com)
Sebagai muslim, kita pasti punya impian untuk pergi ke Tanah Suci. Setidaknya bisa umrah... Selengkapnya

Ada riwayat yang menyebutkan bahwa orang yang meninggal di Tanah Suci (Makkah atau Madinah) akan langsung masuk surga tanpa dihisab. Namun, riwayat ini perlu dikaji lebih lanjut dan tidak boleh diartikan sebagai jaminan masuk surga tanpa syarat. Keimanan dan amal saleh tetap menjadi penentu utama.

Hadits juga menyebutkan syafaat Nabi Muhammad SAW bagi orang yang meninggal di Madinah. Namun, pemahaman terhadap hadits ini perlu memperhatikan konteks dan hadits lain yang relevan. Jangan sampai pemahaman yang keliru justru mengurangi fokus pada ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT.

Penting untuk diingat bahwa syafaat ini diberikan kepada mereka yang telah berjuang menjalankan ajaran Islam dengan sungguh-sungguh selama hidupnya. Keutamaan ini lebih kepada kemuliaan dan syafaat yang didapatkan, menunjukkan ridho Allah SWT atas usaha hamba-Nya.

Tata Cara Pengurusan Jenazah dan Doa Orang Saleh

perbedaan haji dan umrah adalah
perbedaan haji dan umrah adalah ©Ilustrasi dibuat Stable Diffusion... Selengkapnya

Bagi jenazah yang meninggal dalam keadaan ihram (haji/umrah), terdapat tata cara pengurusan jenazah yang khusus. Salah satunya adalah tidak menutup kepala saat dikafani, sebagai simbol kesucian dan ibadah mereka saat meninggal dunia. Ini merupakan penghormatan terakhir bagi mereka yang telah kembali kepada Sang Khalik.

Meninggal di Tanah Suci berarti dikelilingi oleh banyak orang saleh, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal. Doa-doa mereka diharapkan dapat memberikan keberkahan dan kemudahan bagi jenazah. Lingkungan suci ini diyakini memberikan ketenangan dan keberkahan tersendiri.

Namun, harus diingat bahwa meninggal di Tanah Suci bukanlah jaminan masuk surga. Lebih penting untuk fokus pada kualitas ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT selama hidup.

Keutamaan meninggal di Tanah Suci merupakan anugerah, namun kualitas ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT selama hidup jauh lebih penting.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya