Penjualan Parsel Natal di Jakarta Menurun

Penjualan parsel setiap tahun menurun karena beberapa faktor, seperti jual beli online yang makin digemari.

oleh Rinaldo diperbarui 15 Des 2017, 13:45 WIB
Diterbitkan 15 Des 2017, 13:45 WIB

Liputan6.com, Jakarta Hari Raya Natal tinggal menghitung hari. Penjual parsel mulai menjajakan dagangannya mulai dari parcel makanan hingga aneka souvenir. Namun kini penjualan parsel kian menurun.

Seperti ditayangkan Liputan6 Siang SCTV, Jumat (15/12/2017), Natal selalu identik dengan parsel. Sayangnya, penjualan parsel dari tahun ke tahun terus menurun karena beberapa faktor, seperti jual beli online yang makin digemari.

Udin, salah satu penjual parsel di Cikini, Jakarta Pusat mengaku dagangannya terus menurun sejak 2014 lalu. Sebelumnya, dalam 3 hari dia bisa menjual 100 parcel. Tahun ini, hanya 26 parcel yang terjual.

Selain wirausaha parsel yang kian menjamur, penurunan permintaan parsel di Cikini juga dipengaruhi oleh lokasi penjualan yang tak strategis. Dahulu para penjual parsel berjualan di pinggiran Stasiun Cikini. Sekarang mereka harus bergeser di sebuah lokasi tersendiri.

Kini, penjual parsel pinggir jalan harus bersaing ketat dengan penjual online. Keranjang parsel pun kian bervariatif. Tak melulu dari anyaman bambu, tapi ada juga keranjang berbentuk celana Santa Klaus. Keranjang Santa dijual dengan harga Rp 75 ribu sedangkan keranjang yang terbuat dari bambu dan rotan dibandrol mulai dari Rp 30 ribu. Untuk parsel berisi makanan harganya bervariasi, mulai dari Rp 300 ribu sampai Rp 800 ribu tergantung ukurannya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya