15 Tim DVI Dikerahkan Bantu Identifikasi Korban Gempa Lombok

Pimpinan TNI juga membuka posko bantuan yang menampung jika ada warga masyarakat ingin memberikan bantuan bagi para korban gempa Lombok.

oleh Maria Flora diperbarui 07 Agu 2018, 13:11 WIB
Diterbitkan 07 Agu 2018, 13:11 WIB

Patroli, Tangerang - Sebanyak dua satuan setingkat kompi dengan kekuatan 215 personel pasukan Brimob dberangkatkan, Senin, 6 Agustus kemarin menuju Kabupaten Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Seperti ditayangkan Patroli Indosiar, Selasa (7/8/2018), selain personel Brimob ini, mabes Polri juga mengirim 15 tenaga ahli Disaster Victim Identification atau DVI dan dokter spesialis kesehatan untuk mengidentifikasi korban tewas dan penanganan kesehatan para korban gempa yang selamat.

"Ada juga yang menyusul karena harus siapkan obat-obatan," kata Asisten Ops Kapolri Irjen Pol Deden Juhara.

Untuk keperluan sama, pimpinan TNI juga mengirimkan ratusan prajuritnya dari satuan TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Darat.

Pasukan yang tergabung dalam Tim Satgas Pasukan Reaksi Cepat penanggulangan bencana ini beranggotakan 193 personel. Mereka diberangkatkan dengan dua Kapal KRI Doktor Suharso melalui Mako Armada II Surabaya, Jawa Timur.

Sementara itu, pimpinan TNI juga menyertakan tim medis berjumlah 93 orang untuk membantu warga Lombok. KRI Dokter Suharso sendiri merupakan kapal yang juga berfungsi sebagai rumah sakit.

"Saat ini sedang memuat beberapa bahan bantuan," ujar Komandan Guspurla Koarmada II Laksma TNI Erwin Aldedharman.

Untuk membantu para korban gempa di NTB, di Jakarta, pimpinan TNI juga membuka posko bantuan yang menampung jika ada warga masyarakat ingin memberikan bantuan bagi para korban gempa. Posko dibuka di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. (Muhammad Gustirha Yunas)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya