Cuaca Besok Akhir Pekan, Sabtu 1 Maret 2025: Jabodetabek Cenderung Cerah Berawan

Cuaca pagi Jakarta diprakirakan seluruh langitnya akan berawan pada Sabtu, 1 Maret 2025. Demikianlah prediksi cuaca besok.

oleh Elza Puti Pramata Diperbarui 28 Feb 2025, 08:15 WIB
Diterbitkan 28 Feb 2025, 08:15 WIB
Ilustrasi Cuaca Jakarta
Cuaca Jakarta Cerah Berawan (Istimewa)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Cuaca pagi di Jakarta diprakirakan seluruh langitnya akan berawan pada Sabtu, 1 Maret 2025. Demikianlah prediksi cuaca besok.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, cuaca di hampir seluruh wilayah Jakarta pada siang hari akan cerah, kecuali wilayah Jakarta Timur diprakirakan turun hujan dengan intensitas ringan.

Kemudian pada malam harinya, cuaca wilayah Jakarta seluruhnya akan berawan, kecuali Jakarta Timur yang massih diprediksi hujan dengan intensitas ringan.

Sementara untuk wilayah penyangga Jakarta, yaitu Bekasi dan Kota Bogor, Jawa Barat diprediksi akan cerah berawan pada pagi, lalu cerah di siang hari, dan diprediksi akan turun hujan dengan intensitas ringan pada malam hari.

Sedangkan di wilayah Depok diprediksi akan berawan pagi hari, cerah di siang hari, dan turun hujan dengan intensitas ringan pada malam hari. 

Terakhir, wilayah Tangerang, Banten diprediksi langitnya akan berawan pada pagi dan malam hari. Sedangkan cuaca pada siang hari diperkirakan cerah berawan.

Berikut informasi prakiraan cuaca Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG www.bmkg.go.id:

 Kota  Pagi  Siang   Malam 
 Jakarta Barat  Berawan  Cerah  Berawan
 Jakarta Pusat   Berawan  Cerah  Berawan
 Jakarta Selatan   Berawan  Cerah  Berawan
 Jakarta Timur   Berawan  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Jakarta Utara   Berawan  Cerah  Berawan 
 Kepulauan Seribu   Berawan  Cerah  Cerah 
 Bekasi   Cerah Berawan  Cerah  Hujan Ringan
 Depok   Berawan  Cerah  Hujan Ringan
 Kota Bogor   Cerah Berawan   Cerah  Hujan Ringan
 Tangerang  Berawan   Cerah Berawan  Berawan

Cuaca Mulai Membaik, 7 Kawasan Wisata Nonpendakian di Gunung Rinjani Dibuka Kembali

Usai Liburan Natal dan Tahun Baru, Gunung Rinjani Akan Ditutup 3 Bulan
Usai Liburan Natal dan Tahun Baru, Gunung Rinjani Akan Ditutup 3 Bulan. (dok.Instagram @gunungrinjani_nationalpark/https://www.instagram.com/p/CGL5M5clEHU/Henry)... Selengkapnya

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat menyatakan, destinasi wisata nonpendakian di kawasan kaki Gunung Rinjani sudah dibuka kembali. Sebelumnya ditutup dampak cuaca ekstrem di awal Februari 2025.

"Destinasi wisata alam nonpendakian di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani resmi dibuka kembali," kata Kepala Balai TNGR NTB Yarman di Mataram, Minggu, 23 Februari 2025, dikutip dari Antara.

Berdasarkan informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid Lombok, bahwa Kondisi cuaca di wilayah NTB yang telah membaik, sehingga destinasi wisata alam nonpendakian tersebut dibuka. "Masyarakat maupun wisatawan saat ini telah bisa mengunjungi destinasi wisata alam nonpendakian tersebut," katanya.

Ia mengatakan, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani membuka kembali tujuh kawasan wisata alam nonpendakian. Tujuh tempat wisata itu adalah wisata Tangkok Adeng, Desa Lenek Duren Kecamatan Lenek, wisata Bornong Bike Park Desa Aik Prapa Kecamatan Aikmel dan wisata Bukit Malang via Tombong Rebo Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur.

Kemudian wisata Sebau Desa Sapit Kecamatan Suela, wisata Savana Propok Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba dan Bukit Gedong Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur.Terakhir, wisata jalur sepeda Sembalun, Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.

Ia mengatakan, bagi pengunjung yang ingin berkunjung ke destinasi wisata alam nonpendakian di kaki Gunung Rinjani tersebut bisat melakukan booking dan pembayaran tiket masuk pada aplikasi eRinjani Non Pendakian.

Pembelian tiket wisata alam non pendakian itu dilakukan secara online.Sebelumnya, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) NTB menyatakan destinasi wisata alam non pendakian di kawasan Gunung Rinjani ditutup sementara dampak cuaca ekstrem yang terjadi akibat bibit siklon tropis pada Februari 2025.

Penutupan 11 Wisata Nonpendakian di Rinjani

Dampak Cuava Ekstrem, 11 Tempat Wisata Nonpendakian di Gunung Rinjani Ditutup Sementara
Dampak Cuava Ekstrem, 11 Tempat Wisata Nonpendakian di Gunung Rinjani Ditutup Sementara.  foto: Instagram @btn_gn_rinjani... Selengkapnya

"Penutupan dilakukan terhitung mulai tanggal 10 Februari 2025 sampai batas waktu yang tidak ditentukan," kata Kepala Balai TNGR NTB Yarman. Penutupan tersebut dilakukan dalam rangka pemulihan ekosistem di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani dan juga memperhatikan informasi prakiraan cuaca dari BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid Lombok bahwa sedang terjadi cuaca ekstrem di wilayah Nusa Tenggara Barat yang diakibatkan oleh Bibit Siklon Tropis Invest 96S.

"Aktivitas gelombang atmosfer ekuatorial rossby, dan monsun Asia, sehingga perlu mewaspadai adanya potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, angin kencang serta potensi dampak bencana banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang," katanya.

Dilansir dari akun Instagram resmi Balai TNGR, @btr_gn_rinjani, 11 Februari 2025, belakangan ini sedang terjadi cuaca ekstrem di wilayah NTB yang diakibatkan oleh Bibit Siklon Tropis Invest 96S, aktivitas gelombang atmosfer Ekuatorial Rossby, dan Monsun Asia sehingga perlu mewaspadai adanya potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, angin kencang serta potensi dampak bencana banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Destinasi wisata alam nonpendakian yang ditutup sementara dampak cuaca ekstrem tersebut adalah:

1. Air Terjun Jeruk Manis, Desa Jeruk Manis, Kecamatan Sikur

2. Gunung Kukus, Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela

3. Air Terjun Mayung Polak, Desa Timbanuh, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur.

4. Tangkok Adeng Desa Lenek Duren Kecamatan Lenek

5. Bornong Bike Park Desa Aik Prapa Kecamatan Aikmel 

6. Bukit Malang via Tombong Rebo Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba.

7. Pemandian Sebau Desa Sapit Kecamatan Suela.

8. Savana Propok Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba

9. Bukit Gedong Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba

10. Air Terjun Mangku Sakti via Desa Sajan Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur dan Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara.

11. Jalur sepeda Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun.

Sejak tahun lalu, harga tiket masuk kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani naik per Rabu, 30 Oktober 2024. Penyesuaian tarif ini diumumkan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) sebagai tindak lanjut penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) No. 36 Tahun 2024, menggantikan PP No. 12 Tahun 2014.

BTNGR menulis di unggahan Instagram-nya, Senin, 28 Oktober 2024, "Mulai 30 Oktober 2024 akan diberlakukan tarif baru Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), termasuk tiket masuk pengunjung ke kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2024 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan."

Infografis Pencegahan dan Bahaya Mengintai Akibat Cuaca Panas. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Pencegahan dan Bahaya Mengintai Akibat Cuaca Panas. (Liputan6.com/Trieyasni)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya