Liputan6.com, Jakarta - Cuaca pagi Jakarta diprakirakan seluruh langitnya akan cerah pada Selasa, 11 Maret 2025. Demikianlah prediksi cuaca besok.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, cuaca di hampir seluruh wilayah Jakarta pada siang hari cerah berawan.
Advertisement
Baca Juga
Kemudian pada malam harinya cuaca wilayah Jakarta seluruhnya akan berawan.
Advertisement
Sementara untuk cuaca pagi di wilayah penyangga Jakarta, yaitu Bekasi, Jawa Barat pagi akan cerah, siang cerah berawan, dan malam berawan.
Di Depok, Jawa Barat diprakirakan pagi cerah, siang petir, dan malam berawan.
Dan di Kota Bogor, Jawa Barat diprediksi pagi hingga siang akan turun hujan dengan intensitas ringan, lalu malamnya berawan.
Kemudian, cuaca pagi berawan, siang cerah berawan, dan malam di wilayah Kota Tangerang, Banten diprediksi berawan.
Berikut informasi prakiraan cuaca Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG www.bmkg.go.id:
Kota | Pagi | Siang | Malam |
Jakarta Barat | Cerah | Cerah Berawan | Berawan |
Jakarta Pusat | Cerah | Cerah Berawan | Berawan |
Jakarta Selatan | Cerah | Cerah Berawan | Berawan |
Jakarta Timur | Cerah | Cerah Berawan | Berawan |
Jakarta Utara | Cerah | Cerah Berawan | Berawan |
Kepulauan Seribu | Cerah | Cerah Berawan | Berawan |
Bekasi | Cerah | Cerah Berawan | Berawan |
Depok | Cerah | Petir | Berawan |
Kota Bogor | Hujan Ringan | Hujan Ringan | Berawan |
Tangerang | Cerah | Cerah Berawan | Berawan |
Pemkot Kebut Perbaikan Jembatan Ambles Kemang Pratama Akibat Banjir Bekasi
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengebut perbaikan jembatan Kemang Pratama yang ambles imbas diterjang banjir, pada Selasa, 4 Maret 2025. Selama perbaikan, arus lalu lintas dialihkan ke jalur sebelah dan dibuat jembatan sementara untuk mobilitas warga.
Proses perbaikan jembatan secara permanen itu dilakukan menggunakan sejumlah alat berat. Petugas berjibaku dengan waktu untuk membenahi jembatan yang menjadi akses utama yang menghubungkan Kemang Pratama, Pekayon dan Rawalumbu itu.
Perbaikan jembatan diperkirakan membutuhkan waktu selama kurang lebih 15 hari karena terdapat tanah longsor di sekitar struktur jembatan yang menjadi kendala. Untuk menghindari longsor, dibutuhkan pemasangan bronjong pada struktur jembatan.
"Kendalanya adalah dalamnya yang longsor. Kalau dengan bronjong kita butuh waktu yang cukup lama. Sementara kita akan pasang dulu jembatannya, biar bisa digunakan," ujar Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, Minggu (9/3/2025).
Meski pemasangan bronjong memakan waktu, namun proses perbaikan jembatan akan diupayakan dikebut selama masa tanggap darurat, yang akan berakhir pada 18 Maret 2025. Upaya ini juga untuk mengatasi kemacetan, dikarenakan hanya terdapat satu jembatan yang saat ini beroperasi.
"Memang kalau satu jembatan ini agak repot juga kita. Karena kalau hari kerja beban kendaraan dari luar dan masuk itu volumenya banyak," ucap Bobihoe.
Selain memindahkan lalu lintas ke jalur sebelah, Pemkot Bekasi bersama TNI AD juga membuat jembatan sementara agar mobilitas warga bisa terus berjalan. Namun jembatan sementara hanya berlaku untuk kendaraan kecil. Sedangkan kendaraan bertonase, seperti truk dilarang melintas.
Adapun pembuatan jembatan sementara ini merupakan instruksi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang sempat meninjau ke lokasi, Kamis, 6 Maret 2025.
Advertisement
Pembersihan Sampah di Bawah Jembatan
Selain perbaikan, petugas juga melakukan pembersihan puluhan ton sampah yang tersangkut di bawah jembatan Kemang Pratama. Hal ini untuk mencegah banjir kembali terjadi, mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi selama beberapa hari ke depan.
Sampah yang terdiri berbagai material itu, terbawa arus Kali Bekasi saat banjir besar melanda. Mayoritas sampah merupakan limbah rumah tangga yang bercampur puing kayu dan bambu dari bangunan yang rusak diterjang banjir.
Proses pengerukan sampah yang menumpuk di sepanjang bawah jembatan, dilakukan menggunakan alat berat. Seluruh sampah yang berhasil diangkut, dibuang ke Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPST) Bantargebang.
Diketahui, banyak pula sampah kiriman dari hulu yang terbawa derasnya arus Kali Bekasi dan akhirnya bermuara di bawah jembatan tersebut. Tumpukan sampah membuat pemandangan di sepanjang bawah jembatan terlihat sangat kumuh. Warga sekitar khawatir kondisi ini akan menghambat aliran air kali, sehingga dapat memicu banjir.
"Dari pagi udah begini kondisinya (sampah menumpuk). Dari kemarin sebenarnya udah banyak sampah yang nyangkut di bawah jembatan, tapi ini tambah parah," kata Wahyudin, warga sekitar, Jumat, 7 Maret 2025.
