Liputan6.com, Jakarta - Beberapa pemudik memilih untuk pulang lebih awal ke Jakarta untuk menghindari potensi kemacetan selama arus balik Lebaran 2025. Salah satu di antaranya adalah Sri.
Pedagang dari Klender, Jakarta Timur ini memilih pulang lebih awal dari Brebes, Jawa Tengah, menggunakan bus umum.
Baca Juga
Ia berangkat pukul 07.00 WIB dan tiba di Terminal Terpadu Pulo Gebang pukul 13.00 WIB. "Tadi lancar, Alhamdulillah tidak macet," kata Sri, Jumat (4/4/2025), seperti dilansir dari Antara.
Advertisement
Perjalanan Sri yang memakan waktu sekitar enam jam terbilang normal. Ia memilih pulang lebih awal karena ingin segera kembali berdagang.Â
Otoritas Terminal Bus Terpadu Pulo Gebang memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada 5-7 April 2025.
"Prediksi kita mungkin di 5, 6, 7 (April), ya, malam Sabtu mungkin hingga malam Senin," kata Pengawas Operasional Terminal Terpadu Pulogebang, Mujib Tambrin.
Jumlah pemudik yang berangkat dari terminal tersebut pada periode H-7 hingga H-2 Lebaran 2025 meningkat dibandingkan tahun lalu, dari 26.369 orang menjadi 28.700 orang.
Puncak Arus Balik
Setelah jutaan pemudik merayakan Idul Fitri di kampung halaman, kini saatnya kembali ke kota perantauan. Puncak arus balik Lebaran 2025 diperkirakan terjadi pada 6-7 April mendatang.
Pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi untuk memastikan perjalanan pulang pemudik berjalan lancar dan aman, termasuk rekayasa lalu lintas dan pengamanan ekstra di jalur mudik.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memprediksi sekitar 31,4 juta orang atau 21,5 persen dari total pemudik akan melakukan perjalanan balik pada periode tersebut.
Angka ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat pasca Idul Fitri. Untuk menghadapi lonjakan pemudik ini, pemerintah telah mengerahkan lebih dari 164.000 personel gabungan dan menyiapkan lebih dari 2.800 posko untuk membantu pemudik.
Antisipasi kemacetan menjadi fokus utama. Kepolisian telah menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas, seperti sistem satu arah (one way), contraflow (lawan arus), dan ganjil genap.
Tujuannya adalah untuk mengurai kepadatan kendaraan dan memastikan arus balik berjalan dengan lancar. Selain itu, pemerintah juga meningkatkan pengawasan dan patroli di jalur-jalur utama untuk mencegah kecelakaan.
Advertisement
Rekayasa Lalu Lintas dan Antisipasi Kemacetan
Sistem satu arah (one way) dan contraflow akan diterapkan secara situasional, tergantung pada kondisi lalu lintas di lapangan. Kepolisian akan memantau secara ketat dan melakukan penyesuaian jika diperlukan. Penerapan ganjil genap juga akan diberlakukan di ruas jalan tertentu untuk mengurangi kepadatan kendaraan. Pemudik diimbau untuk memperhatikan informasi terkini mengenai rekayasa lalu lintas agar perjalanan lebih lancar.
Selain rekayasa lalu lintas, pemerintah juga meningkatkan pengawasan dan patroli di jalur-jalur utama untuk mencegah kecelakaan. Petugas akan siaga di sepanjang jalan untuk memberikan bantuan kepada pemudik yang membutuhkan, seperti pertolongan pertama pada kecelakaan atau perbaikan kendaraan.
Posko-posko yang telah disiapkan juga akan memberikan berbagai layanan kepada pemudik, seperti tempat istirahat, informasi lalu lintas, dan layanan kesehatan. Pemudik disarankan untuk memanfaatkan posko-posko tersebut jika mengalami kendala selama perjalanan.
Tips Aman dan Lancar Perjalanan Arus Balik
- Periksa kondisi kendaraan sebelum berangkat.
- Istirahat cukup sebelum dan selama perjalanan.
- Patuhi peraturan lalu lintas.
- Siapkan perbekalan yang cukup.
- Manfaatkan aplikasi navigasi untuk memantau kondisi lalu lintas.
- Ikuti arahan petugas di lapangan.
- Berangkat lebih awal atau pilih waktu perjalanan yang tidak terlalu padat.
Dengan persiapan yang matang dan mengikuti arahan pemerintah, diharapkan arus balik Lebaran 2025 dapat berjalan lancar dan aman. Keselamatan dan kenyamanan pemudik menjadi prioritas utama.
Â
Advertisement
