Ban Serep Berisi 24 Kilogram Sabu Terbongkar, Pemain Utamanya Masih Diburu

Untuk mengelabui petugas, seorang pria yang diduga sebagai kurir menyimpan sabu di dalam ban serep mobil Pajero Sport.

oleh Ardi Munthe Diperbarui 26 Feb 2025, 13:54 WIB
Diterbitkan 26 Feb 2025, 13:54 WIB
Ditresnarkoba Polda Lampung menggagalkan penyelundupan 24,3 kilogram sabu yang disimpan di dalam ban serep di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Foto : (Istimewa).
Ditresnarkoba Polda Lampung menggagalkan penyelundupan 24,3 kilogram sabu yang disimpan di dalam ban serep di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Foto : (Istimewa).... Selengkapnya

Liputan6.com, Lampung - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Lampung menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 24,3 kilogram asal Provinsi Aceh, di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Untuk mengelabui petugas, seorang pria yang diduga sebagai kurir menyimpan sabu di dalam ban serep mobil Pajero Sport. 

"Sabu tersebut disembunyikan di dalam ban serep, kemudian begitu kendaraan pembawa sabu ini tiba di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, tim Ditresnarkoba Polda Lampung melakukan penangkapan," kata Dirresnarkoba Polda Lampung, Kombes Pol Irfan Nurmansyah, dikonfirmasi Rabu (26/2/2025).

Irfan menerangkan, sabu dibawa dari Aceh menggunakan mobil oleh MS (39), warga Jawa Timur, menuju Pulau Jawa. Dia menyampaikan bahwa pihaknya telah mendapatkan informasi soal pengiriman sabu tersebut, sehingga mereka melakukan pemantauan terhadap mobil yang dikendarai oleh MS.

Sesampainya di Pelabuhan Bakauheni, Sabtu, 22 Februari 2025 polisi menyergap MS di pos pemeriksaan pelabuhan setempat. MS tidak melawan saat diciduk oleh petugas. 

Ketika penggeledahan polisi menyita 22 bungkus teh Cina berisikan narkotika jenis sabu seberat 23,311 kilogram yang disimpan di dalam ban serep. Kemudian, satu plastik besar berisikan 1,50 kilogram sabu di dalam pintu belakang mobil. 

Kombes Irfan menjelaskan bahwa kini pihaknya masih memeriksa MS dan berusaha mengembangkan kasus tersebut dengan mencari bandar utamanya.

"Kini kasusnya masih dalam pengembangan, mohon waktu nanti kami akan sampaikan jika telah mendapat petunjuk lain dari pemeriksaan MS," pungkasnya. 

 

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya