Kopda Basarsyah Tembak Mati 3 Polisi di Lampung, Puspom TNI: Bukan Senjata Organik

Kopda Basarsyah menggunakan senjata api laras panjang pabrikan saat melakukan penembakan, tetapi bukan senjata organik TNI.

oleh Ardi Munthe Diperbarui 26 Mar 2025, 22:40 WIB
Diterbitkan 26 Mar 2025, 22:40 WIB
Penampakan senjata laras panjang yang digunakan Kopda Basarsyah menembak mati 3 polisi saat lokasi judi sabung ayamnya digerebek. Foto : (Liputan6.com/Ardi).
Penampakan senjata laras panjang yang digunakan Kopda Basarsyah menembak mati 3 polisi saat lokasi judi sabung ayamnya digerebek. Foto : (Liputan6.com/Ardi).... Selengkapnya

Liputan6.com, Lampung - Kopral Dua (Kopda) Basarsyah, tersangka penembak tiga anggota polisi hingga tewas saat menggerebek arena judi sabung ayam di Kabupaten Way Kanan, Lampung. Dia menggunakan senjata api laras panjang pabrikan, namun bukan senjata organik TNI. Wadanpuspom TNI, Mayjen Eka Wijaya Permana mengungkapkan bahwa Kopda Basarsyah sempat membuang senjata tersebut saat melarikan diri dari lokasi kejadian.

Senjata itu kemudian ditemukan oleh petugas Denpom II/3 Lampung pada Rabu 19 Maret 2025, tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). "Setelah kami menemukan senjata api sebagai barang bukti, Danpomdam mengirim surat kepada Denpal (Detasemen Peralatan) untuk mengecek apakah senjata ini organik atau bukan," ujar Eka dalam konferensi pers di Mapolda Lampung, Selasa (25/3/2025).

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa senjata tersebut menggunakan laras jenis AFC dengan beberapa suku cadang dari SS1. Eka menduga senjata itu adalah rakitan karena tidak sesuai standar pabrik. "Namun, untuk memastikan, kami akan melakukan pengecekan lebih lanjut ke Puslabfor Polri dan uji balistik di Pindad," jelas dia.

Lebih lanjut, Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) telah menugaskan 10 personel khusus guna mempercepat penyidikan kasus ini. Mereka akan berkoordinasi dengan Polda Lampung dan Polres Way Kanan untuk memperkuat investigasi bersama antara TNI dan Polri. "Seperti yang ditekankan oleh Bapak KSAD, kolaborasi ini harus tetap menjaga sinergi antara TNI dan Polri serta dilakukan demi kepentingan bangsa," pungkasnya.

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya