Liputan6.com, Jakarta - Jakarta "berisi pemain inti," menurut komentar warganet di media sosial, memang berbeda. Ya, momen libur Lebaran acap kali jadi waktu kota di pesisir utara Jawa itu bervisual lain dari biasanya, mulai dari jalanan yang jauh lebih lengang, sampai yang terbaru: Jakarta berkabut.
Pemandangan ini ditangkap Renaldi, pemilik akun Instagram @baaperrun, yang menyebutnya sebagai "Jakarta mode Puncak." Alih-alih polusi, yang telah jadi masalah menahun di kota metropolitan itu, selimut kabutlah yang memeluk puncak gedung-gedung di jantung Jakarta.
Advertisement
Baca Juga
Pada Lifestyle Liputan6.com, Jumat, 4 April 2025, Renaldi memastikan bahwa foto dan video yang dibagikan asli, bukan editan. "Diambil Kamis, 3 April (2025)," katanya melalui DM. "Pagi kemarin (Kamis) selepas salat subuh, saya dari Bekasi berangkat menuju Jakarta dengan satu tujuan: mengabadikan keindahan langit pagi menggunakan drone."
Advertisement
"Karena malamnya diguyur hujan, sering kali terlihat siluet gunung di kejauhan, dan kami berharap bisa menangkap momen tersebut," ia menyambung. Lokasi pengambilan gambar, kata dia, berada di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan.
"Saat drone mulai terbang," Renaldi bercerita. "Kami justru disuguhi pemandangan tidak terduga, Jakarta diselimuti kabut tebal. Gedung-gedung tinggi tampak seperti terapung di lautan awan, menciptakan suasana yang jarang terlihat di gedung Jakarta."
"Niat awal merekam suasana pagi berubah jadi pengalaman luar biasa dan menakjubkan. Kabut yang menyelimuti Jakarta pagi itu menghadirkan nuansa berbeda, seolah membawa Jakarta ke suasana yang tentram sebelum pemudik kembali datang," ungkapnya mengagumi panorama tersebut.
Sudah Diprediksi Hujan
Sehari sebelum pengambilan gambar, Rabu, 2 April 2025, Jakarta memang jadi salah satu kota yang telah diprediksi diguyur hujan, menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Melansir Antara, Sabtu (5/4/2025), curah hujan kurang dari 2,5 mm per jam diperkirakan turun di kota yang dulunya bernama Batavia itu.
Selain Jakarta, Prakirawati BMKG Clara Dea menyebut, intensitas hujan serupa juga berpotensi mengguyur Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Banda Aceh, Bengkulu, Serang, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Gorontalo, Kendari, Ternate, Ambon, Sorong, Nabire, Jayawijaya, dan Jayapura.
Sementara itu, hujan deras disertai petir dengan curah hujan lebih dari 5,0 mm per jam diprakirakan mengguyur Kota Palembang, Jambi, Bandar Lampung, Pangkal Pinang, Palangka Raya, Samarinda, Tanjung Selor, Mamuju, Manokwari, dan Merauke.
Prakirawati BMKG secara rinci memaparkan bahwa meratanya hujan yang juga berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem tersebut dipicu sejumlah dinamika atmosfer di dalam kawasan atau sekitar wilayah Indonesia per Rabu, 2 April 2025.
Advertisement
Cerahnya Langit Jakarta
Di hari Lebaran, pada Senin pagi sampai siang, 31 Maret 2025, cuaca Jakarta dilaporkan cerah, dengan kualitas udara yang baik. Situasi cerahnya Jakarta sempat dibagikan akun Instagram @jakarta.terkini pada Minggu, 30 Maret 2025.
"Bukan Jakarta yang berubah, tapi yang biasanya bikin macet lagi mudik. Udara lebih segar, jalanan lebih lengang, dan suara klakson berkurang drastis. Inilah momen langka di ibu kota, di mana Jakarta bisa bernapas lega sejenak. Buat yang gak mudik, selamat menikmati Jakarta versi eksklusif tanpa antrean, tanpa polusi berlebih. Gimana rasanya Jakartans?" tulis keterangan unggahan tersebut.
Cuaca yang cerah membuat warga Jakarta bisa lebih lancar beraktivitas, terutama bersilaturahmi dengan keluarga dan sanak saudara. Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno bersyukur karena cuaca di hari pertama Idulfitri 1446 H cerah.
Dia pun berharap, banjir rob di pesisir Jakarta, seperti diprediksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), saat Lebaran tidak terlalu tinggi. "Alhamdulillah kita melihat cuaca ini bersyukurlah, mudah-mudahan kalau pun terjadi rob tidak sebesar yang memang kita antisipasi," kata Rano Karno di Balai Kota Jakarta, Senin.
Kualitas Udara Jakarta
Saat itu, kualitas udara Jakarta, terutama di Jakarta Pusat, mencapai angka 11,5 yang merupakan level tertinggi (level 5) yang dilambangkan dengan warna hijau. Hal itu diketahui dari unggahan di akun Instagram BMKG, Senin, 31 Maret 2025.
"Jangan lupa cek kualitas udara sebelum beraktivitas di luar! 🚦 Jaga kesehatan dengan memakai masker saat polusi tinggi dan kurangi aktivitas luar ruangan jika perlu," tulis keterangan unggahan tersebut.
Kualitas udara di Jakarta pada Rabu pagi, 2 April 2025, juga masuk ke dalam kategori baik. Hal ini berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir. Berdasarkan pantauan pada pukul 06.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 50 dengan angka partikel halus (particulate matter/PM) 2.5 sebesar 9 mikrogram per meter kubik.
Angka tersebut menjadikan Jakarta masuk peringkat ke 50 dalam daftar kota besar paling bersih di dunia. Dengan kualitas udara yang baik, masyarakat bisa menikmati aktivitas luar ruangan, seperti dilansir kanal News Liputan6.com dari Antara.
Advertisement
