Liputan6.com, Jakarta PT Indonesia Paradise Property Tbk (INPP) mengumumkan kinerja tahun buku 2024 yang berakhir pada 31 Desember 2024. Pada periode tersebut, Indonesia Paradise Property membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 1,31 triliun, meningkat 18,55% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp 1,10 triliun.
Seiring dengan peningkatan pendapatan, beban pokok pendapatan juga meningkat menjadi Rp 449,93 miliar dari Rp 379,01 miliar di tahun sebelumnya. Meski demikian, laba bruto tetap tumbuh sebesar 18,47%, mencapai Rp 859,73 miliar dari Rp 725,70 miliar di tahun 2023.
Beban Operasional dan Pendapatan Lainnya
Perusahaan juga mengalami kenaikan pada beban operasiona. Beban penjualan dan pemasaran meningkat menjadi Rp 84,04 miliar, dari Rp 73,25 miliar tahun sebelumnya.
Advertisement
Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 496,91 miliar, dibandingkan Rp 407,18 miliar di tahun sebelumnya. Beban pajak final mengalami kenaikan menjadi Rp 64,01 miliar, dari Rp 50,92 miliar pada tahun 2023.
Namun, pendapatan operasi lainnya menunjukkan kenaikan signifikan menjadi Rp 135,78 miliar, dibandingkan Rp 3,33 miliar pada tahun sebelumnya, yang turut mendorong laba usaha perusahaan.
Dengan kondisi tersebut, laba usaha melonjak 77,32%, dari Rp 197,69 miliar di tahun 2023 menjadi Rp 350,55 miliar di tahun 2024. Laba sebelum perseroan mengalami lonjakan 145,00%, dari Rp 168,20 miliar pada 2023 menjadi Rp 412,10 miliar pada 2024.
Laba Naik 218,97% pada 2024
Setelah memperhitungkan manfaat pajak penghasilan sebesar Rp 5,97 miliar, yang turun dari Rp 16,69 miliar pada 2023, perseroan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 334,90 miliar. Angka ini meningkat signifikan 218,97% dibandingkan tahun 2023 yang hanya sebesar Rp 105,00 miliar.
Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali juga mengalami kenaikan dari Rp 79,07 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp 83,17 miliar pada tahun 2024.
Secara keseluruhan, total laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada seluruh pemegang kepentingan mencapai Rp 418,07 miliar, naik 126,11% dari Rp 184,90 miliar di tahun sebelumnya.
Catatan kinerja impresif ini merupakan hasil kontribusi positif dari semua segmen bisnis Paradise Indonesia. Segmen perhotelan menjadi kontributor utama dengan peningkatan pendapatan sebesar 23% YoY menjadi Rp 580,40 miliar, sementara segmen komersial juga mencatat kenaikan menjadi Rp 497,19 miliar atau naik 8% YoY.
Selain itu, segmen penjualan properti mengalami lonjakan signifikan, tumbuh 37% hingga mencapai Rp 232,07 miliar, karena serah terima sebagian Antasari Place yang terjadi pada kuartal II 2024. Berkat sinergi antar segmen tersebut, Paradise Indonesia berhasil mendorong pertumbuhan recurring income sebesar 15%, didukung oleh kontribusi kuat dari segmen perhotelan.
Sebagai hasilnya, Paradise Indonesia berhasil mempertahankan pendapatan berulangnya di angka 82%, menjadikannya salah satu yang tertinggi di sektor properti IDX. Hal ini mencerminkan strategi bisnis efektif Perusahaan dalam menjaga pendapatan berkelanjutan.
Advertisement
Komitmen Investasi
Dengan kinerja yang terus meningkat, Paradise Indonesia menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dan menghadirkan proyek proyek berkualitas di industri properti tanah air. Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan strategi bisnis yang efektif, tetapi juga kemampuan Perusahaan dalam beradaptasi dengan dinamika pasar yang terus berubah.
“Kebutuhan dan selera pasar terus berubah, jadi memang Perusahaan harus bisa mampu membaca pasar untuk menyikapi perubahan tersebut. Paradise Indonesia siap menghadapi tantangan di tahun 2025 dengan optimisme dan strategi yang matang, berfokus pada kreativitas, inovasi dan peningkatan layanan yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang,” jelas CEO Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo, Rabu (26/3/2025).
Paradise Indonesia berencana untuk terus memperluas portofolio propertinya dan meningkatkan layanan kepada pelanggan, dengan harapan dapat mempertahankan momentum pertumbuhan yang positif ini di tahun-tahun mendatang.Tahun ini Paradise Indonesia akan menambah dua proyek baru yang akan segera diluncurkan, yaitu Antasari Place, hunian apartemen modern yang dilengkapi dengan retail space & serviced apartment yang akan dioperasionalkan pada Semester 1, serta proyek 23 Paskal-Extension di Bandung yang akan dioperasionalkan pada Semester 2 mendatang.
Perluasan ini akan diisi oleh penambahan 44 tenant baru (di luar foodcourt) di mana mayoritas tenant berasal dari kategori fashion & lifestyle. Paradise Indonesia menargetkan untuk mempertahankan porsi recurring income di atas 70%.
“Dengan pencapaian kinerja yang mengesankan serta langkah-langkah yang telah disiapkan melalui properti-properti berkualitas dan strategis yang dihadirkan, Perusahaan optimis dapat mencapai target target yang ambisius di masa depan,” Tutup Anthony.
