Liputan6.com, Jakarta - Pendidikan bagi anak dengan cerebral palsy (CP) perlu pendekatan khusus. Salah satu pendekatan baru dalam mendukung pendidikan anak CP adalah Metode Algoritma Rori.
“Metode Algoritma Rori adalah pendekatan pembelajaran berbasis terapi yang dirancang untuk membantu anak dengan cerebral palsy mengembangkan potensi mereka secara optimal,” kata Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL), Prof Dr. Hj. Nilawati Tadjuddin, M.Si., mengutip laman UIN RIL, Kamis (3/4/2025).
Baca Juga
Metode ini mengutamakan stimulasi tiga dimensi perkembangan otak, yaitu otak kiri (logika dan bahasa), otak kanan (imajinasi dan kreativitas), serta batang otak (fungsi motorik dasar dan keseimbangan).
Advertisement
Pendekatan ini mengintegrasikan beberapa teknik terapi yang telah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas hidup anak CP, seperti stimulasi fisik, afirmasi positif, serta pendekatan berbasis emosi dan sosial.
Stimulasi fisik melibatkan latihan motorik yang terstruktur guna memperkuat keseimbangan dan koordinasi gerakan, sementara afirmasi positif bertujuan meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi anak. Selain itu, pendekatan berbasis emosi memberikan lingkungan yang mendukung bagi anak untuk mengembangkan keterampilan sosial dan komunikasi mereka.
Salah satu aspek utama dari Metode Algoritma Rori adalah keterlibatan aktif dari caregiver (pendamping) atau pendidik dalam proses terapi. Dengan pelatihan yang sederhana, orangtua, guru, dan tenaga pendamping dapat menerapkan metode ini di rumah maupun di sekolah inklusif.
Tingkatkan Kemampuan Motorik dan Interaksi Sosial
Nilawati menambahkan, fleksibilitas Metode Algoritma Rori memungkinkan penerapannya di berbagai lingkungan tanpa harus bergantung pada fasilitas yang kompleks atau peralatan terapi yang mahal.
“Dalam penelitian yang telah kami lakukan, penerapan Metode Algoritma Rori menunjukkan hasil yang positif dalam berbagai aspek perkembangan anak CP,” ujar Nilawati.
Selain meningkatkan kemampuan motorik dasar, metode ini juga membantu anak dalam memahami konsep-konsep kognitif secara lebih baik, memperbaiki keterampilan berbicara, serta meningkatkan interaksi sosial mereka dengan lingkungan sekitar.
Advertisement
Keunggulan Algoritma Rori
Nilawati pun menjabarkan beberapa keunggulan Metode Algoritma Rori, yakni:
- Mudah diterapkan: Metode ini tidak memerlukan alat bantu mahal atau fasilitas khusus, sehingga dapat diadaptasi dengan mudah di berbagai lingkungan.
- Fleksibel dan adaptif: Dapat diterapkan di rumah, sekolah, atau komunitas dengan menyesuaikan kebutuhan individu anak.
- Berbasis ilmiah: menggunakan kombinasi terapi motorik, stimulasi sensorik, dan pendekatan afektif yang telah diuji dalam berbagai penelitian.
- Ramah anak: Fokus pada kesejahteraan emosional anak dengan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan tidak membebani.
- Mendukung pendidikan inklusif: Membantu anak CP belajar bersama teman sebayanya di sekolah reguler, meningkatkan integrasi sosial mereka.
- Berorientasi pada kemandirian: Mendorong anak CP untuk mengembangkan keterampilan motorik, kognitif, dan sosial secara bertahap, sehingga dapat menjalani kehidupan yang lebih mandiri.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, Metode Algoritma Rori menjadi salah satu pendekatan inovatif yang dapat memberikan solusi efektif dalam mendukung pendidikan inklusif bagi anak CP. Metode ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek dalam meningkatkan keterampilan dasar anak, tetapi juga memiliki dampak jangka panjang dalam membentuk individu yang lebih percaya diri dan mandiri di masa depan.
92 Persen Anak CP Alami Peningkatan Kemampuan setelah Terapkan Algoritma Rori
Penelitian Nilawati menunjukkan bahwa dengan metode ini, 92 persen anak CP yang sebelumnya memiliki intelegensia kesehatan rendah mengalami peningkatan kemampuan setelah menerapkan terapi berbasis Algoritma Rori.
“Ini membuktikan bahwa intervensi yang tepat dapat membantu anak-anak ini menjalani kehidupan yang lebih berkualitas,” terang Nilawati.
Di negara-negara maju seperti Australia, tingkat keparahan motorik CP telah berkurang hingga 30 persen berkat intervensi dini dan terapi yang tepat.
“Dengan penerapan metode Algoritma Rori secara luas, Indonesia juga dapat mengejar ketertinggalan dalam memberikan layanan pendidikan dan kesehatan bagi anak CP,” pungkasnya.
Advertisement
