Liputan6.com, Jakarta Huawei melaporkan lonjakan tajam dalam pendapatan tahunnya di tahun 2024, karena bisnis telekomunikasi dan konsumen inti raksasa smartphone itu meningkat pesat.
Mengutip CNBC International, Rabu (2/4/2025) Huawei mencatat pendapatan sebesar 862,1 miliar yuan atau Rp1,9 kuadriliun di tahun 2024.
Baca Juga
Angka tersebut menandai kenaikan 22,4% secara tahunan pada pendapatan Huawei. Ini sekaligus menjadi angka pendapatan tertinggi kedua perusahaan tersebut, hanya sedikit di bawah rekor 891,4 miliar yuan atau Rp 2 kuadriliun yang dilaporkan pada tahun 2020.
Advertisement
Namun, laba bersih Huawei menurun 28% menjadi 62,6 miliar yuan atau Rp 146,2 triliun dibandingkan tahun 2023. Huawei menjelaskan bahwa perkembangan tersebut merupakan hasil dari peningkatan investasi.
Hal ini terjadi ketika raksasa teknologi asal China tersebut tengah berupaya menyesuaikan bisnisnya untuk menghadapi sanksi AS yang telah membatasi aksesnya ke teknologi utama seperti semikonduktor.
"Pada tahun 2024, seluruh tim di Huawei bersatu untuk mengatasi berbagai tantangan eksternal, sambil terus meningkatkan kualitas produk, kualitas operasi, dan efisiensi operasional,” kata ketua bergilir Huawei, Meng Wanzhou dalam laporan tahunan perusahaan.
Huawei telah menghabiskan 179,7 miliar yuan untuk penelitian dan pengembangan, yang setara dengan 20,8% dari pendapatannya. Angka itu lebih tinggi dari angka R&D tahun 2023 sebesar 164,7 miliar yuan atau Rp 374 triliun.
Selain itu, Huawei juga mendiversifikasi bisnisnya di berbagai bidang termasuk pusat data untuk AI, komputasi awan, dan teknologi otomotif.
"Selama tiga tahun ke depan, meskipun terjadi penurunan ekonomi, kami akan meningkatkan investasi dalam kedalaman strategis, khususnya dalam membangun teknologi dasar, dan mencari peluang pertumbuhan melalui diferensiasi," ungkap Meng Wanzhou.
Pendapatan Huawei 2024 Didorong Oleh Bisnis Infrastruktur Teknologi dan Konsumen
Penjualan Huawei tahun lalu didorong oleh dua bisnis terbesarnya yaitu infrastruktur TIK dan konsumen yang bersama-sama menyumbang sekitar 82% dari total pendapatan perusahaan.
Pendapatan di divisi infrastruktur TIK, yang mencakup bisnis operatornya, naik 4,9% secara tahunan menjadi 369,9 miliar yuan. Ini adalah bisnis terbesar perusahaan yang berkantor pusat di Shenzhen berdasarkan pendapatan.
Advertisement
Fokus Bisnis Baru
Untuk mengurangi beberapa dampak sanksi AS selama beberapa tahun terakhir, Huawei telah merambah area baru seperti divisi daya digitalnya, yang mencakup fokus pada infrastruktur energi di area seperti mobil listrik dan energi terbarukan.
Segmen yang masih baru itu mengalami kenaikan pendapatan sebesar 24,4% menjadi 68,7 miliar yuan.
Pendapatan komputasi awan Huawei mencapai 38,5 miliar yuan, naik 8,5% secara tahunan. Huawei mengatakan bahwa jika penjualan awan ke unit bisnisnya sendiri diperhitungkan, total pendapatan untuk divisi tersebut adalah 68,8 miliar yean.
Adapun bisnis terkecil Huawei, yang disebut Intelligent Automotive Solution, juga melaporkan kenaikan pendapatan sebesar 474,4% dari tahun ke tahun menjadi 26,4 miliar yuan. Huawei mengembangkan perangkat lunak dalam mobil serta sistem bantuan pengemudi untuk produsen mobil pihak ketiga.
