Pengumuman, Jembatan Mahakam Ditutup!

BBPJN Kaltim melibatkan tim dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) untuk memastikan kondisi Jembatan Mahakam secara menyeluruh.

oleh Arthur Gideon Diperbarui 24 Feb 2025, 20:15 WIB
Diterbitkan 24 Feb 2025, 20:15 WIB
Sungai Mahakam
Pemandangan antrean batu bara terlihat di Sungai Mahakam, persisnya di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Sudah sepekan terakhir puluhan kapal tongkang batu bara berjajar di sepanjang aliran sungai. (Liputan6.com/ Abdul Jalil)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Jembatan Mahakam ditutup sementara usai ditabrak tongkang pengangkut kayu pada 16 Februari 2025. Penutupan jembatan yang ada di kota Samarinda Kalimantan Timur ini agar investigasi bisa berjalan menyeluruh.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim Hendro Satrio MK menjelaskan, pihaknya menyetujui rekomendasi DPRD Kaltim untuk menutup Jembatan Mahakam selama proses investigasi.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Masud mengungkapkan bahwa penutupan jembatan akan segera dilakukan dan menginginkan Selasa (25/02/2025) investigasi sudah bisa dilakukan.

Dalam investigasi tersebut, BBPJN Kaltim melibatkan tim dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) untuk memastikan kondisi jembatan secara menyeluruh.

"Jika hasil investigasi menunjukkan tidak ada kerusakan yang membahayakan, jembatan akan segera dibuka kembali. Keputusan lanjutan akan menunggu hasil investigasi itu," ujar Hendro.

Penutupan jembatan yang dibangun sejak 1983 ini disepakati dalam rapat koordinasi yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan.

Dalam rapat itu hadir antara lain, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Masud, Ketua Komisi II DPRD Kaltim Sabaraddin beserta anggota, Kepala BBPJN Kaltim Hendro Satrio MK, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I A Samarinda, perwakilan Pelindo, Polresta Samarinda, dan pemilik kapal tongkang.

 

Tidak Berlangsung Lama

Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Masud mengungkapkan bahwa penutupan jembatan akan segera dilakukan. "Kami ingin Selasa (25/2) investigasi sudah bisa dilakukan," ujarnya.

Ia berharap agar penutupan tidak dapat berlangsung terlalu lama dan meminta KSOP Kelas I Samarinda untuk mengatur lalu lintas kapal dengan aman.

"Nanti akan ada penambahan kapal tunda untuk membantu menjaga kapal tongkang," kata Hasanuddin.

Langkah itu diambil untuk mencegah insiden serupa terulang, mengingat pelindung jembatan telah roboh akibat tabrakan sebelumnya.

 

Keselamatan Warga

Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaraddin menekankan pentingnya keselamatan masyarakat sebagai alasan utama penutupan jembatan.

"Kami memikirkan keselamatan masyarakat saja. Jadi kami minta ditutup dan dilakukan investigasi," kata Sabaruddin.

Penutupan sementara Jembatan Mahakam itu diharapkan dapat memberikan waktu yang cukup bagi tim investigasi untuk menilai kondisi jembatan secara akurat dan memastikan keselamatan pengguna jalan serta lalu lintas sungai di bawahnya.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya