Harga Kripto Selasa 1 April 2025: Bitcoin, Ethereum dan Tether Pulih ke Zona Hijau

Harga Bitcoin hari ini berada di level Rp 1.379.798.003,68.

oleh Natasha Khairunisa Amani Diperbarui 01 Apr 2025, 16:36 WIB
Diterbitkan 01 Apr 2025, 16:35 WIB
Ilustrasi perdagangan Kripto. (Foto By AI)
Ilustrasi perdagangan Kripto. (Foto By AI)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya mengalami pergerakan beragam pada Selasa, 1 April 2025.

Mengutip data dari Coinmarketcap, Selasa (1/4/2025) kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) menguat 1,65% dalam 24 jam dari pelemahan 4,48% dalam sepekan. Harga Bitcoin hari ini berada di level Rp 1.379.798.003,68.

Ethereum (ETH) menguat 1,49% dalam 24 jam dari pelemahan 11,03% dalam sepekan. Harga ETH sekarang berada di level Rp 30.537.153,49 per koin.

Harga kripto Stablecoin Tether (USDT) juga mengalami kenaikan hingga 0,45% dalam 24 jam dan 0,22% dalam sepekan. Hal itu membuat USDT diperdagangkan seharga Rp 16.660,04.

XRP juga melemah ke zona merah hari ini. XRP menurun 0,68% dalam 24 jam dan 13,53% dalam sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga Rp 34.748,49 per koin.

Sementara itu, Binance coin (BNB) naik 0,90% dalam 24 jam dari penurunan 4,52% dalam sepekan. Harga kripto BNB kini dipatok Rp 10.110.596,75 per koin.

Kemudian Solana (SOL) menurun 0,29% dalam sehari dan 10,15% dalam sepekan. Saat ini, harga SOL diperdagangkan di level Rp 2.085.720,07 per koin.

Adapun USD Coin (USDC) menguat 0,36% dalam 24 jam dan 0,08% dalam sepekan. USDC hari ini berada di kisaran Rp 16.651,85.

Sedangkan Coin Meme Dogecoin (DOGE) menguat 1,15% dalam sehari dari pelemahan 9,76% sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level Rp 2.792,65 per token.

Cardano (ADA) menguat 1,85% dalam 24 jam terakhir dari penurunan 9,28% sepekan. Dengan begitu, harga ADA berada pada level Rp 11.096,08 per koin.

TRON (TRX) naik hingga 1,61% persen dalam 24 jam dan 4,03% sepekan. Harga Toncoin kini diperdagangkan Rp 3.932,32.

Adapun keseluruhan kapitalisasi pasar kripto hari ini berada di level Rp44,49P, naik 0.78% dibandingkan sehari terakhir.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Harga Bitcoin Diramal Ambles dari USD 80.000, Ini Sederet Pemicunya

Bitcoin
Ilustrasi Bitcoin, salah satu mata uang kripto. Credits: pexels.com by Karolina Grabowska... Selengkapnya

Perusahaan riset aset digital, 10x Research memperkirakan harga Bitcoin (BTC) akan jatuh di bawah USD 80.000 pekan ini.

Mengutip Cryptonews, Selasa (1/4/2025) 10x Research dalam ungahannya di media sosial X mengutip ketidakpastian yang meningkat akibat serangkaian kebijakan baru tarif impor AS dan inflasi yang meningkat sebagai faktor risiko utama yang membebani harga Bitcoin dan pasar keuangan.

Laporan tersebut menyoroti data Pengeluaran Konsumsi Pribadi inti AS yang lebih tinggi dari perkiraan, yang menunjukkan inflasi tetap menjadi perhatian.

Selain itu, perubahan retorika dari mantan Presiden AS Donald Trump tentang tarif telah meningkatkan ketidakpastian, dengan kekhawatiran bahwa kebijakan perdagangan yang agresif dapat membebani sentimen ekonomi.

10x Research juga menunjuk pada PMI Manufaktur AS yang akan datang sebagai pemicu potensial untuk penurunan lebih lanjut.

Jika data tersebut melemah, penghindaran risiko dapat meningkat, meluas ke pasar mata uang kripto. Lebih jauh, data ketenagakerjaan yang kuat dapat menunda intervensi Federal Reserve, mengurangi peluang pemulihan pasar.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Volatilitas Pasar Terkendali

Ilustrasi kripto (Foto: worldspectrum/Pixabay)
Ilustrasi kripto (Foto: worldspectrum/Pixabay)... Selengkapnya

Meskipun ada risiko ini, 10x Research mencatat bahwa volatilitas pasar tetap terkendali, dengan VIX pada level rendah, yang menunjukkan bahwa pedagang mungkin mengesampingkan potensi penurunan lebih lanjut.

Dengan berbagai katalis penghindaran risiko, pemulihan Bitcoin baru-baru tampaknya semakin sulit terlihat.

Jika tekanan ekonomi makro terus berlanjut, Bitcoin dapat menghadapi penurunan lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang, ungkap 10x Research.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya