Harga Kripto 31 Maret 2025 Hari Raya Idul Fitri: Bitcoin Cs Anjlok

Harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang beragam pada Senin (31/3/2025). Mayoritas kripto jajaran teratas terpantau masih berada di zona merah.

oleh Gagas Yoga Pratomo Diperbarui 31 Mar 2025, 09:00 WIB
Diterbitkan 31 Mar 2025, 09:00 WIB
Ilustrasi harga Kripto. (Foto By AI)
Ilustrasi harga Kripto. Harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang beragam pada Senin (31/3/2025). Mayoritas kripto jajaran teratas terpantau masih berada di zona merah. (Foto By AI)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang beragam pada Senin (31/3/2025). Mayoritas kripto jajaran teratas terpantau masih berada di zona merah.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) kembali melemah. Bitcoin turun 0,18 persen dalam 24 jam dan 3,98 persen sepekan. 

Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 82.304 per koin atau setara Rp 1,36 miliar (asumsi kurs Rp 16.560 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) turut melemah. ETH merosot 1,14 persen sehari terakhir dan 9,36 persen sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level Rp 29,92 juta per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) kembali melemah. Dalam 24 jam terakhir BNB turun 0,36 persen dan 3,00 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga Rp 9,96 juta per koin. 

Kemudian Cardano (ADA) masih berada di zona merah. ADA turun 1,83 persen dalam sehari dan 6,41 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level Rp 10.943 per koin.

Adapun Solana (SOL) kembali menguat. SOL naik tipis 0,35 persen dalam sehari, tetapi masih melemah 5,17 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level Rp 2,06 juta per koin. 

XRP kembali berada di zona hijau. XRP naik tipis 0,07 persen, tetapi masih melemah 11,77 persen sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga Rp 35.400 per koin. 

Koin Meme Dogecoin (DOGE) masih terkoreksi. Dalam satu hari terakhir DOGE melemah 2,00 persen dan 3,09 persen sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level Rp 2.753 per token.

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini masih stabil. Harga keduanya masih berada di level USD 1,00, meskipun ada koreksi di kisaran 0,1 persen.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto hari ini berada di level USD 2,65 triliun atau setara Rp 43.884 triliun, melemah sekitar 0,50 persen dalam sehari terakhir.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Dampak Inflasi Amerika pada Bitcoin

Ilustrasi Kripto. (Foto By AI)
Ilustrasi Kripto. (Foto By AI)... Selengkapnya

Amerika Serikat (AS) masih dibayangi inflasi tinggi, dan itu berpotensi menimbulkan masalah bagi Bitcoin dalam jangka pendek. Potensi ini muncul berdasarkan data terbaru dari Biro Analisis Ekonomi AS.

Data tersebut berfokus pada sesuatu yang disebut Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), yang melacak seberapa besar kenaikan harga barang dan jasa yang benar-benar dibeli orang. PCE jadi salah satu alat The Federal Reserve (the Fed), Bank Sentral AS untuk mengukur inflasi.

Pada Februari 2025, pendapatan pribadi orang Amerika naik 0,8 persen, dan pendapatan yang dapat dibelanjakan setelah pajak naik 0,9 persen. Di sisi lain, indeks PCE naik 0,4 persen dalam sebulan, menandakan inflasi di Negeri Paman Sam belum banyak mereda.

 

PCE Inti

Ilustrasi harga kripto (Foto By AI)
Ilustrasi harga kripto (Foto By AI)... Selengkapnya

Terpenting adalah PCE Inti, yang tidak termasuk harga makanan dan energi karena sangat fluktuatif. PCE Inti naik 0,4 persen pada Februari 2025 dan 2,8 persen selama setahun terakhir, di atas perkiraan sebesar 2,7 persen.

Analis kripto Ali Martinez memperingatkan, inflasi yang tak terpisahkan ini dapat menunda pemotongan suku bunga dari The Fed. Itu jadi masalah besar, lantaran suku bunga yang lebih rendah cenderung mendorong pasar, terutama aset berisiko seperti Bitcoin.

"PCE Februari sesuai dengan yang diharapkan pada 2,5 persen, tetapi Core PCE sedikit lebih baik pada 2,8 persen vs perkiraan 2,7 persen. Sticky inflation ini dapat menunda pemotongan suku bunga, tidak ideal untuk aset berisiko seperti #Bitcoin, yang diuntungkan oleh kebijakan yang lebih longgar," tulis Ali dalam postingannya di X, dilansir dari Yahoo Finance. 

 

INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)
INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya