Perusahaan Game Asal Jepang Beli Bitcoin Rp 11,3 Miliar

Pembelian BTC oleh Enish merupakan bagian dari strategi keuangan terbarunya.

oleh Natasha Khairunisa Amani Diperbarui 05 Apr 2025, 06:00 WIB
Diterbitkan 05 Apr 2025, 06:00 WIB
Ilustrasi bitcoin (Foto: Unsplash/Aleksi Raisa)
Ilustrasi bitcoin (Foto: Unsplash/Aleksi Raisa)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Perusahaan game Jepang, Enish Co telah mengumumkan pembelian Bitcoin (BTC) pertamanya senilai 100 juta yen atau Rp 11.3 miliar.

Mengutip Cryptonews, Sabtu (5/4/2025) Enish Co mengungkapakan akan mengalokasikan 100 juta yen dari dana perusahaan untuk membeli Bitcoin. Perusahaan menyatakan bahwa pembelian tersebut akan selesai pada Jumat, 4 April 2025.

Dokumen yang terbitkan perusahaan juga mengatakan bahwa pembelian BTC oleh Enish merupakan bagian dari strategi keuangan terbarunya.

 Enish Co juga berencana untuk mendiversifikasi aset keuangannya sekaligus memanfaatkan likuiditas dan stabilitas Bitcoin, termasuk peluang untuk menghasilkan laba dari kenaikan harga di masa mendatang.

Perusahaan game tersebut mengatakan akan mulai melakukan tinjauan triwulanan atas investasi BTC-nya dan memasukkan keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi dalam laporan keuangannya.

Penurunan harga Bitvoin baru-baru ini dilaporkan menjadi salah satu alasan Enish memutuskan untuk melakukan pembelian saat harga lebih rendah dari biasanya. Dalam seminggu terakhir, harga Bitcoin telah menurun sebesar 4,66%.

Selain itu, perusahaan juga ingin memperdalam pemahamannya tentang teknologi blockchain melalui pembelian mata uang kripto sebagai cara untuk memperkuat kemampuan teknis perusahaan dalam menciptakan lebih banyak permainan berbasis web3.

Sebagai informasi, Enish Co dikenal karena memproduksi permainan seluler seperti "De:Lithe – The King of Oblivion dan Angel of the Covenant."

Salah satu rilis terbarunya dalam seri De:Lithe adalah permainan berbasis blockchain yang disebut "De:Lithe Last Memories." Sebagian besar pendapatan game berasal dari iklan dan pembelian dalam aplikasi, yang mengurangi beban pada token dan NFT itu sendiri.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

GameStop Rampung Cari Dana USD 1,5 Miliar Buat Beli Bitcoin

CFO GameStop Mengundurkan Diri
Logo GameStop, Ilustrasi. (Dok: Sean - The Verge)... Selengkapnya

Pada 25 Maret, dewan direksi GameStop menyetujui investasi dalam Bitcoin dan stablecoin yang dipatok pada dolar AS, menggunakan dana hasil penawaran utang konversi dan cadangan kas perusahaan.

GameStop Corporation (GME), pengecer video game, telah menyelesaikan penawaran utang konversi yang berhasil mengumpulkan dana sebesar USD 1,5 miliar. Sebagian dari dana ini akan digunakan untuk membeli Bitcoin. Awalnya, GameStop menargetkan untuk mengumpulkan setidaknya USD 1,3 miliar, tetapi para investor memutuskan untuk menambahkan USD 200 juta lebih banyak, menurut laporan perusahaan yang diajukan ke Securities and Exchange Commission pada 1 April.

"Perusahaan berencana menggunakan hasil bersih dari penawaran ini untuk keperluan umum perusahaan, termasuk akuisisi Bitcoin sesuai dengan Kebijakan Investasi Perusahaan," kata GameStop, dikutip dari Cointelegraph, Rabu (2/4/2025).

Utang konversi ini dapat diubah menjadi saham perusahaan di masa depan dan akan jatuh tempo pada 1 April 2030, kecuali jika dikonversi lebih awal, ditebus, atau dibeli kembali. Menurut laporan tersebut, tingkat konversi awal adalah 33 lembar saham biasa per USD 1.000 nilai pokok utang.

Dampak terhadap Harga Saham

(Ilustrasi saham GameStop) Dok: Unsplash/Michael Fortsch
(Ilustrasi saham GameStop) Dok: Unsplash/Michael Fortsch... Selengkapnya

Setelah penggalangan dana selesai, harga saham GameStop tidak mengalami perubahan signifikan. Pada 1 April, harga saham GME naik 1,34% menjadi USD 22,61 dan hanya mengalami kenaikan tambahan 0,5% setelah jam perdagangan, menurut data dari Google Finance.

Sentimen positif dari investor sempat mendorong harga saham naik hampir 12% menjadi USD 28,36 pada 26 Maret, sehari setelah GameStop mengumumkan rencana investasinya dalam Bitcoin. Namun, keesokan harinya, harga sahamnya turun drastis hampir 24% menjadi USD 21,68.

Para analis mengatakan bahwa penurunan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap masalah mendasar dalam model bisnis GameStop.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya