7 Resep Es Cendol Segar dan Mudah Dibuat di Rumah, Cocok Sebagai Menu Buka Puasa

Ingin menikmati es cendol segar buatan sendiri? Simak 7 resep es cendol mudah yang bisa Anda buat di rumah untuk melepas dahaga saat cuaca panas.

oleh Shani Ramadhan Rasyid Diperbarui 04 Mar 2025, 12:43 WIB
Diterbitkan 04 Mar 2025, 12:42 WIB
resep es cendol
resep es cendol ©Ilustrasi dibuat AI... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Es cendol merupakan salah satu minuman tradisional Indonesia yang sangat populer, terutama saat cuaca panas. Minuman segar ini terbuat dari tepung beras atau tepung hunkwe yang dicetak menjadi butiran-butiran kecil, kemudian disajikan dengan kuah santan dan gula merah cair. Tekstur kenyal cendol yang dipadukan dengan gurihnya santan dan manisnya gula merah menciptakan sensasi rasa yang unik dan menyegarkan.

Meski banyak tersedia di pasaran, membuat es cendol sendiri di rumah bisa menjadi pilihan yang lebih hemat dan higienis. Berikut ini kami sajikan 7 resep es cendol yang mudah dibuat dan dijamin akan memuaskan dahaga Anda:

1. Resep Es Cendol Klasik

Es cendol klasik merupakan versi paling dasar dan autentik dari minuman ini. Berikut bahan-bahan dan cara membuatnya:

Bahan-bahan:

  • 100 gram tepung hunkwe
  • 50 gram tepung beras
  • 500 ml air
  • Pasta pandan secukupnya
  • 1/4 sdt garam
  • 500 ml santan kental
  • 250 gram gula merah, sisir halus
  • 2 lembar daun pandan
  • Es batu secukupnya

Cara membuat:

  1. Campurkan tepung hunkwe, tepung beras, air, pasta pandan, dan garam dalam panci. Aduk rata.
  2. Masak adonan dengan api sedang sambil terus diaduk hingga mengental dan meletup-letup.
  3. Siapkan baskom berisi air es. Cetak adonan cendol menggunakan cetakan khusus atau saringan berlubang besar ke dalam air es.
  4. Untuk kuah santan, rebus santan dengan daun pandan dan sedikit garam hingga mendidih. Angkat dan dinginkan.
  5. Untuk sirup gula merah, rebus gula merah dengan sedikit air hingga larut dan mengental. Saring dan dinginkan.
  6. Sajikan cendol dalam gelas, tuang sirup gula merah dan santan. Tambahkan es batu.

Resep es cendol klasik ini menghasilkan sekitar 4-5 porsi dan membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk membuatnya. Rasanya yang otentik akan mengingatkan Anda pada es cendol yang dijual di warung-warung tradisional.

2. Es Cendol Durian

Bagi pecinta durian, variasi es cendol ini bisa menjadi pilihan yang menggoda. Aroma dan rasa durian yang khas akan menambah dimensi baru pada es cendol tradisional. Berikut cara membuatnya:

Bahan tambahan:

  • 200 gram daging durian matang
  • 100 ml susu kental manis

Cara membuat:

  1. Buat cendol seperti pada resep klasik.
  2. Haluskan daging durian dan campur dengan susu kental manis.
  3. Saat menyajikan, tambahkan campuran durian di atas cendol sebelum menuangkan santan dan gula merah.

Es cendol durian ini cocok disajikan sebagai hidangan penutup istimewa saat musim durian tiba. Perpaduan antara kesegaran cendol dengan kekayaan rasa durian menciptakan pengalaman kuliner yang tak terlupakan.

3. Es Cendol Pandan

Untuk meningkatkan aroma dan warna alami cendol, penggunaan daun pandan segar bisa menjadi pilihan yang baik. Berikut cara membuatnya:

Bahan tambahan:

  • 10-15 lembar daun pandan segar
  • 100 ml air

Cara membuat:

  1. Blender daun pandan dengan air hingga halus, kemudian saring untuk mendapatkan sari pandan.
  2. Gunakan sari pandan ini sebagai pengganti air dan pasta pandan dalam resep cendol klasik.
  3. Lanjutkan proses pembuatan seperti pada resep klasik.

Es cendol pandan ini memiliki aroma yang lebih harum dan warna hijau yang lebih alami. Selain itu, penggunaan daun pandan segar juga menambah nilai nutrisi pada minuman ini.

4. Es Cendol Gula Aren

Penggunaan gula aren sebagai pengganti gula merah biasa dapat memberikan rasa yang lebih kompleks pada es cendol. Berikut cara membuatnya:

Bahan pengganti:

  • 250 gram gula aren

Cara membuat:

  1. Ganti gula merah dengan gula aren dalam resep sirup gula.
  2. Rebus gula aren dengan sedikit air hingga larut dan mengental.
  3. Gunakan sirup gula aren ini saat menyajikan es cendol.

Es cendol gula aren memiliki rasa yang lebih karamel dan aroma yang lebih kuat dibandingkan dengan penggunaan gula merah biasa. Variasi ini cocok untuk mereka yang menyukai rasa manis yang lebih kompleks.

5. Es Cendol Susu

Untuk versi yang lebih creamy, penambahan susu pada es cendol bisa menjadi pilihan yang menarik. Berikut cara membuatnya:

Bahan tambahan:

  • 200 ml susu evaporasi
  • 100 ml susu kental manis

Cara membuat:

  1. Buat cendol seperti pada resep klasik.
  2. Campurkan susu evaporasi dan susu kental manis sebagai pengganti sebagian santan.
  3. Saat menyajikan, tuangkan campuran susu bersama dengan sisa santan dan sirup gula merah.

Es cendol susu memiliki tekstur yang lebih lembut dan rasa yang lebih creamy. Variasi ini cocok untuk mereka yang menyukai minuman berbasis susu.

6. Es Cendol Alpukat

Penambahan alpukat pada es cendol tidak hanya menambah nutrisi, tetapi juga memberikan tekstur yang lebih kaya. Berikut cara membuatnya:

Bahan tambahan:

  • 2 buah alpukat matang
  • 2 sdm gula pasir

Cara membuat:

  1. Buat cendol seperti pada resep klasik.
  2. Haluskan daging alpukat dan campur dengan gula pasir.
  3. Saat menyajikan, tambahkan campuran alpukat di atas cendol sebelum menuangkan santan dan gula merah.

Es cendol alpukat memiliki tekstur yang lebih creamy dan rasa yang lebih kompleks. Alpukat juga menambah kandungan lemak sehat dan serat pada minuman ini.

7. Es Cendol Ketan Hitam

Untuk variasi yang lebih mengenyangkan, penambahan ketan hitam bisa menjadi pilihan yang menarik. Berikut cara membuatnya:

Bahan tambahan:

  • 100 gram ketan hitam, rendam semalaman
  • 50 gram gula pasir
  • 1/4 sdt garam

Cara membuat:

  1. Rebus ketan hitam hingga empuk, tambahkan gula dan garam. Sisihkan.
  2. Buat cendol seperti pada resep klasik.
  3. Saat menyajikan, tambahkan ketan hitam di atas cendol sebelum menuangkan santan dan gula merah.

Es cendol ketan hitam memiliki tekstur yang lebih bervariasi dan rasa yang lebih kompleks. Variasi ini juga lebih mengenyangkan, cocok sebagai camilan di sore hari.

Sejarah dan Tradisi Es Cendol

Es cendol memiliki sejarah panjang dalam kuliner Indonesia. Minuman ini dipercaya berasal dari daerah Sunda, Jawa Barat, meskipun kini telah menyebar ke seluruh penjuru Nusantara dengan berbagai variasi lokal. Nama "cendol" sendiri diambil dari istilah dalam bahasa Sunda yang berarti "jendol" atau "benjol", merujuk pada bentuk butiran-butiran cendol yang menyerupai benjolan kecil.

Pada awalnya, cendol dibuat dari tepung beras yang dicetak menjadi butiran-butiran kecil dan disajikan dengan gula aren cair tanpa es. Seiring waktu, penambahan es dan santan menjadikan minuman ini semakin populer sebagai penyegar di cuaca tropis Indonesia. Di beberapa daerah, es cendol juga dikenal dengan nama lain seperti dawet (Jawa Tengah) atau es putar (Jakarta).

Dalam tradisi kuliner Indonesia, es cendol sering disajikan sebagai hidangan penutup atau camilan di sore hari. Di beberapa daerah, es cendol bahkan menjadi bagian dari ritual adat atau perayaan tertentu. Misalnya, di Yogyakarta, dawet ayu (sebutan lokal untuk es cendol) sering disajikan dalam upacara pernikahan adat Jawa sebagai simbol kesuburan dan kebahagiaan.

Manfaat Kesehatan Es Cendol

Meskipun es cendol sering dianggap sebagai minuman manis yang tinggi kalori, sebenarnya minuman ini juga memiliki beberapa manfaat kesehatan jika dikonsumsi secara bijak:

  1. Sumber Energi Cepat: Kandungan karbohidrat dari tepung beras dan gula dalam es cendol dapat menjadi sumber energi cepat, cocok untuk mengembalikan tenaga setelah beraktivitas.
  2. Hidrasi: Kandungan air dan es dalam minuman ini membantu menjaga hidrasi tubuh, terutama saat cuaca panas.
  3. Sumber Lemak Sehat: Santan yang digunakan dalam es cendol mengandung lemak sehat yang diperlukan tubuh, meskipun harus dikonsumsi secara bijak bagi yang sedang menjaga berat badan.
  4. Antioksidan: Jika menggunakan gula aren atau gula merah, es cendol mendapatkan tambahan antioksidan yang baik untuk kesehatan.
  5. Nutrisi Tambahan: Variasi es cendol seperti penambahan alpukat atau durian dapat meningkatkan kandungan nutrisi seperti serat, vitamin, dan mineral.

Namun, perlu diingat bahwa es cendol tetap tergolong minuman yang tinggi gula dan kalori. Bagi yang sedang menjaga asupan kalori atau memiliki masalah kesehatan tertentu seperti diabetes, konsumsi es cendol sebaiknya dibatasi atau disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Tips Membuat Es Cendol yang Sempurna

Untuk mendapatkan hasil es cendol yang optimal, perhatikan tips-tips berikut:

  1. Pilih Bahan Berkualitas: Gunakan tepung beras dan tepung hunkwe berkualitas baik untuk mendapatkan tekstur cendol yang kenyal dan tidak mudah hancur.
  2. Perhatikan Konsistensi Adonan: Adonan cendol yang terlalu encer akan menghasilkan cendol yang lembek, sementara adonan yang terlalu kental akan sulit dicetak.
  3. Gunakan Air Es: Pastikan untuk mencetak cendol ke dalam air es agar cendol cepat mengeras dan mempertahankan bentuknya.
  4. Rebus Santan dengan Benar: Rebus santan dengan api kecil dan aduk terus-menerus agar santan tidak pecah.
  5. Seimbangkan Rasa: Atur keseimbangan antara manis gula merah dan gurih santan sesuai selera.
  6. Sajikan Segera: Es cendol paling nikmat disajikan segera setelah disiapkan agar tekstur es dan kekenyelan cendol tetap terjaga.
  7. Kreasikan Topping: Jangan ragu untuk bereksperimen dengan berbagai topping seperti potongan buah, jelly, atau kacang untuk variasi tekstur dan rasa.

Perbedaan Cendol dan Dawet

Meskipun sering dianggap sama, cendol dan dawet sebenarnya memiliki beberapa perbedaan:

  1. Bahan Dasar: Cendol umumnya terbuat dari tepung beras atau tepung hunkwe, sementara dawet tradisional terbuat dari tepung beras yang difermentasi.
  2. Bentuk: Cendol biasanya berbentuk bulat panjang, sedangkan dawet cenderung lebih pendek dan gemuk.
  3. Warna: Cendol umumnya berwarna hijau dari daun pandan atau pasta pandan, sementara dawet bisa berwarna putih atau merah dari beras ketan.
  4. Penyajian: Es cendol biasanya disajikan dengan santan dan gula merah, sedangkan dawet sering ditambahkan kinca (sirup gula merah kental) dan kadang-kadang ditaburi kelapa parut.
  5. Asal: Cendol berasal dari daerah Sunda, Jawa Barat, sementara dawet lebih dikenal di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Meskipun memiliki perbedaan, kedua minuman ini sama-sama menyegarkan dan memiliki penggemar setianya masing-masing di berbagai daerah di Indonesia.

Variasi Es Cendol di Berbagai Daerah

Es cendol telah mengalami berbagai adaptasi di berbagai daerah di Indonesia, menghasilkan variasi unik yang mencerminkan cita rasa lokal:

  1. Dawet Ayu (Yogyakarta): Disajikan dengan tambahan kinca (sirup gula merah kental) dan taburan kelapa parut.
  2. Es Cendol Durian (Medan): Menambahkan daging durian sebagai topping, memberikan aroma dan rasa yang khas.
  3. Cendol Elizabeth (Bandung): Variasi modern yang menambahkan es krim vanila di atas cendol tradisional.
  4. Es Dawet Ireng (Purworejo): Menggunakan cendol berwarna hitam dari abu merang (tangkai padi).
  5. Cendol Betawi (Jakarta): Sering disebut es putar, disajikan dengan tambahan tape singkong dan kacang hijau rebus.
  6. Es Cendol Madura: Menggunakan santan yang lebih kental dan sering ditambahkan potongan kolang-kaling.

Setiap variasi ini menawarkan pengalaman rasa yang unik, mencerminkan kekayaan kuliner Indonesia yang beragam.

Pertanyaan Umum Seputar Es Cendol

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang es cendol:

  1. Apakah es cendol bisa dibuat tanpa santan?Ya, untuk versi yang lebih rendah lemak, santan bisa diganti dengan susu rendah lemak atau susu kedelai.
  2. Berapa lama cendol bisa disimpan?Cendol sebaiknya dikonsumsi segera. Jika harus disimpan, simpan cendol dalam air dan refrigerasi maksimal 1-2 hari.
  3. Apakah bisa menggunakan gula pasir sebagai pengganti gula merah?Bisa, tapi rasa dan aromanya akan berbeda. Gula merah memberikan cita rasa khas pada es cendol.
  4. Bagaimana cara membuat cendol tanpa cetakan khusus?Anda bisa menggunakan saringan berlubang besar atau plastik segitiga yang dilubangi kecil di ujungnya sebagai alternatif.
  5. Apakah es cendol cocok untuk penderita diabetes?Es cendol mengandung gula yang cukup tinggi, sehingga tidak dianjurkan untuk penderita diabetes. Namun, versi rendah gula bisa dibuat dengan mengganti gula dengan pemanis rendah kalori.

Kesimpulan

Es cendol merupakan minuman tradisional Indonesia yang telah bertahan selama generasi dan terus berkembang dengan berbagai variasi. Dari resep klasik hingga kreasi modern, es cendol tetap menjadi pilihan favorit untuk melepas dahaga di cuaca tropis Indonesia. Dengan memahami teknik dasar pembuatan cendol dan berani bereksperimen dengan berbagai bahan tambahan, Anda dapat menciptakan es cendol yang tidak hanya menyegarkan, tetapi juga mencerminkan selera pribadi Anda.

Meskipun es cendol umumnya dianggap sebagai minuman manis yang tinggi kalori, konsumsi yang bijak dan modifikasi resep dapat membuatnya menjadi pilihan minuman yang lebih sehat. Jangan ragu untuk mencoba berbagai resep es cendol yang telah kami sajikan dan temukan variasi favorit Anda sendiri. Selamat mencoba dan menikmati kesegaran es cendol!

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya