Arti Ridho dan Keutamaannya dalam Islam, Penting Dipahami

Pelajari makna mendalam arti ridho dalam Islam, keutamaannya, serta cara meraih ridho Allah. Temukan tips praktis menerapkan sikap ridho dalam kehidupan.

oleh Ayu Isti Prabandari Diperbarui 10 Feb 2025, 08:25 WIB
Diterbitkan 10 Feb 2025, 08:25 WIB
arti ridho
arti ridho ©Ilustrasi dibuat AI... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Konsep ridho merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam yang sering disalahpahami. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang arti ridho, keutamaannya, serta cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai seorang muslim.

Ridho dalam Islam

Ridho berasal dari kata bahasa Arab "radhiya-yardha" yang secara harfiah berarti rela, puas, atau menerima dengan senang hati. Dalam konteks Islam, ridho memiliki makna yang lebih dalam yaitu sikap menerima dengan lapang dada segala ketetapan dan ketentuan Allah SWT, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan.

Ridho Allah berarti kerelaan atau persetujuan Allah terhadap hamba-Nya. Seorang muslim selalu berusaha meraih ridho Allah dalam setiap tindakannya. Di sisi lain, ridho seorang hamba kepada Allah berarti ia menerima dengan ikhlas segala ketentuan dan takdir dari Allah.

Beberapa ulama mendefinisikan ridho sebagai berikut:

  • Imam Al-Ghazali: "Ridho adalah buah dari mahabbah (cinta) kepada Allah."
  • Ibnu Qayyim: "Ridho adalah ketenangan hati terhadap ketetapan dan pilihan Allah."
  • Imam An-Nawawi: "Ridho adalah menerima hukum Allah dengan hati yang lapang."

Jadi, inti dari ridho adalah penerimaan total terhadap segala ketentuan Allah disertai kelapangan hati dan ketenangan jiwa. Orang yang ridho tidak mengeluh atau protes atas takdir yang menimpanya, melainkan meyakini bahwa semua itu adalah yang terbaik dari Allah.

Perbedaan Ridho dan Ikhlas

Ridho dan ikhlas sering dianggap memiliki makna yang sama, padahal keduanya memiliki perbedaan mendasar:

  • Ridho berkaitan dengan sikap menerima ketentuan Allah dari luar diri kita. Sedangkan ikhlas berkaitan dengan niat dan motivasi dari dalam diri kita.
  • Ridho adalah menerima dengan lapang segala yang terjadi. Ikhlas adalah melakukan sesuatu semata-mata karena Allah.
  • Ridho bersifat pasif (menerima), sedangkan ikhlas bersifat aktif (melakukan).
  • Ridho berkaitan dengan qadha dan qadar Allah. Ikhlas berkaitan dengan amal perbuatan kita.
  • Ridho adalah buah dari mahabbah (cinta) kepada Allah. Ikhlas adalah buah dari tauhid yang murni.

Meski berbeda, ridho dan ikhlas saling melengkapi. Orang yang ikhlas dalam beramal akan lebih mudah ridho menerima hasilnya. Sebaliknya, orang yang ridho akan lebih mudah ikhlas dalam beramal.

Contoh perbedaan ridho dan ikhlas dalam kehidupan sehari-hari:

  • Ketika gagal dalam ujian, ridho adalah menerima kegagalan itu dengan lapang. Ikhlas adalah tetap belajar dengan sungguh-sungguh semata karena Allah.
  • Saat terkena musibah, ridho adalah menerima musibah itu sebagai ujian dari Allah. Ikhlas adalah tetap berbuat baik meski dalam keadaan sulit.
  • Dalam beribadah, ridho adalah menerima segala ketentuan ibadah dari Allah. Ikhlas adalah melakukan ibadah hanya karena Allah, bukan karena ingin dipuji.

Keutamaan Ridho dalam Islam

Ridho memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam. Beberapa keutamaan ridho berdasarkan Al-Quran dan hadits antara lain:

  1. Mendapatkan keridhaan Allah

    Allah SWT berfirman dalam QS At-Taubah ayat 100:

    "Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar."

  2. Merasakan manisnya iman

    Rasulullah SAW bersabda:

    "Akan merasakan manisnya iman, orang yang ridha kepada Allah sebagai Rabb-nya, Islam sebagai agamanya dan Muhammad sebagai rasulnya." (HR. Muslim)

  3. Mendapatkan ketenangan hati

    Allah SWT berfirman dalam QS Ar-Ra'd ayat 28:

    "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram."

  4. Dimasukkan ke dalam surga

    Rasulullah SAW bersabda:

    "Barangsiapa yang ridha kepada Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai rasul, maka wajib baginya surga." (HR. Abu Dawud)

  5. Mendapat cinta Allah

    Allah SWT berfirman dalam QS Ali Imran ayat 31:

    "Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Keutamaan-keutamaan di atas menunjukkan betapa pentingnya sikap ridho dalam kehidupan seorang muslim. Ridho tidak hanya membawa kebaikan di dunia berupa ketenangan hati, tapi juga kebaikan di akhirat berupa surga dan keridhaan Allah.

Cara Meraih Ridho Allah

Meraih ridho Allah bukanlah perkara yang mudah, namun bukan pula hal yang mustahil. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meraih ridho Allah:

  1. Memperbaiki aqidah dan tauhid

    Aqidah yang benar adalah fondasi utama untuk meraih ridho Allah. Tanamkan keyakinan bahwa hanya Allah yang berhak disembah dan Dialah penentu segala sesuatu.

  2. Menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya

    Laksanakan ibadah wajib seperti shalat, puasa, zakat dengan sebaik-baiknya. Jauhi segala bentuk maksiat dan dosa.

  3. Memperbanyak ibadah sunnah

    Lakukan ibadah-ibadah sunnah seperti shalat tahajud, puasa sunnah, sedekah untuk mendekatkan diri kepada Allah.

  4. Bersyukur atas nikmat Allah

    Senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan, baik besar maupun kecil. Syukur akan mendatangkan tambahan nikmat.

  5. Sabar menghadapi ujian

    Bersabar ketika ditimpa musibah atau kesulitan. Yakinlah bahwa di balik setiap ujian ada hikmah dan kebaikan.

  6. Bertaubat dari dosa

    Segeralah bertaubat jika melakukan kesalahan atau dosa. Mohon ampun kepada Allah dengan tulus.

  7. Berbuat baik kepada sesama

    Perbanyak berbuat kebaikan kepada sesama manusia. Tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa.

  8. Memperbanyak dzikir dan doa

    Senantiasa mengingat Allah dalam setiap keadaan. Perbanyak memohon kepada Allah agar diberi keridhaan-Nya.

Cara-cara di atas perlu dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Meraih ridho Allah adalah proses seumur hidup yang membutuhkan kesungguhan dan kesabaran.

Tanda-Tanda Orang yang Mendapat Ridho Allah

Bagaimana kita bisa mengetahui apakah seseorang telah mendapat ridho Allah? Berikut beberapa tanda-tanda orang yang mendapat ridho Allah berdasarkan Al-Quran dan hadits:

  1. Ketenangan hati

    Orang yang mendapat ridho Allah akan merasakan ketenangan dan ketenteraman hati. Hatinya tidak gundah atau gelisah menghadapi berbagai persoalan hidup.

  2. Istiqomah dalam kebaikan

    Ia konsisten dalam menjalankan ketaatan dan kebaikan, tidak mudah goyah oleh godaan duniawi.

  3. Lapang dada menerima takdir

    Ia menerima dengan lapang dada segala ketentuan Allah, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan.

  4. Optimis menghadapi masa depan

    Ia selalu optimis dan berprasangka baik kepada Allah dalam menghadapi masa depan.

  5. Dicintai sesama manusia

    Orang-orang di sekitarnya mencintai dan menyayanginya karena akhlak mulianya.

  6. Dimudahkan urusannya

    Allah memudahkan berbagai urusannya di dunia.

  7. Husnul khatimah

    Ia meninggal dalam keadaan husnul khatimah (akhir yang baik).

Tanda-tanda di atas bisa menjadi introspeksi bagi kita, sejauh mana kita telah meraih ridho Allah. Namun perlu diingat, hanya Allah yang tahu pasti siapa hamba-Nya yang mendapat ridho-Nya.

Contoh Sikap Ridho dalam Kehidupan Sehari-hari

Bagaimana menerapkan sikap ridho dalam kehidupan sehari-hari? Berikut beberapa contoh konkret:

  1. Ketika gagal dalam ujian atau pekerjaan

    Sikap ridho: Menerima kegagalan dengan lapang, tidak menyalahkan orang lain, introspeksi diri, dan berusaha lebih baik lagi.

  2. Saat terkena musibah atau sakit

    Sikap ridho: Meyakini bahwa musibah adalah ujian dari Allah, bersabar, dan tetap berikhtiar untuk sembuh atau keluar dari musibah.

  3. Ketika rezeki terasa sempit

    Sikap ridho: Tetap bersyukur atas rezeki yang ada, tidak iri dengan orang lain, dan terus berusaha mencari rezeki yang halal.

  4. Saat mendapat kritik atau celaan

    Sikap ridho: Menerima kritik dengan lapang dada, tidak marah atau dendam, menjadikannya sebagai bahan introspeksi.

  5. Ketika ditimpa bencana alam

    Sikap ridho: Meyakini bahwa bencana adalah takdir Allah, tidak putus asa, dan berusaha bangkit kembali.

  6. Saat menghadapi konflik keluarga

    Sikap ridho: Menerima kekurangan pasangan atau anggota keluarga, berusaha menyelesaikan konflik dengan baik, memaafkan kesalahan.

  7. Ketika hasil tidak sesuai harapan

    Sikap ridho: Menerima hasil apa adanya, tidak kecewa berlebihan, evaluasi diri untuk perbaikan ke depan.

Contoh-contoh di atas menunjukkan bahwa sikap ridho bisa diterapkan dalam berbagai situasi kehidupan. Kuncinya adalah menerima dengan lapang, tetap bersyukur, dan terus berusaha memperbaiki diri.

Tantangan dalam Menerapkan Sikap Ridho

Menerapkan sikap ridho bukanlah hal yang mudah. Ada beberapa tantangan yang sering dihadapi, antara lain:

  1. Kecenderungan manusiawi untuk mengeluh

    Manusia memiliki kecenderungan alami untuk mengeluh saat menghadapi kesulitan. Butuh latihan dan kesadaran untuk mengubah kebiasaan ini.

  2. Pengaruh lingkungan yang negatif

    Lingkungan yang suka mengeluh dan tidak bersyukur bisa mempengaruhi sikap kita. Perlu keteguhan hati untuk tidak terpengaruh.

  3. Ujian dan cobaan yang berat

    Saat menghadapi ujian yang sangat berat, bisa jadi kita tergoda untuk protes kepada Allah. Di sinilah kekuatan iman diuji.

  4. Godaan hawa nafsu

    Hawa nafsu selalu mendorong kita untuk mencari kepuasan duniawi. Ini bisa membuat kita lupa untuk ridho kepada Allah.

  5. Kurangnya pemahaman tentang qadha dan qadar

    Tanpa pemahaman yang benar tentang takdir, kita bisa salah dalam menyikapi berbagai kejadian hidup.

  6. Sifat tergesa-gesa

    Manusia cenderung ingin segera melihat hasil. Padahal Allah punya rencana terbaik yang mungkin tidak sesuai dengan keinginan kita.

  7. Membandingkan diri dengan orang lain

    Kebiasaan membandingkan nasib dengan orang lain bisa menjauhkan kita dari sikap ridho.

Menghadapi tantangan-tantangan di atas membutuhkan kesabaran, latihan, dan penguatan iman secara terus-menerus. Penting untuk selalu mengingatkan diri bahwa ridho adalah kunci kebahagiaan hakiki.

Tips Praktis Menerapkan Sikap Ridho

Berikut beberapa tips praktis untuk menerapkan sikap ridho dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Mulai hari dengan doa dan niat yang baik

    Awali hari dengan berdoa memohon ridho Allah dan niat untuk menerima segala ketentuan-Nya dengan lapang.

  2. Latih diri untuk selalu bersyukur

    Biasakan diri untuk bersyukur atas hal-hal kecil. Buat jurnal syukur harian jika perlu.

  3. Renungkan hikmah di balik setiap kejadian

    Saat menghadapi kesulitan, cobalah mencari hikmah atau pelajaran yang bisa diambil.

  4. Perbanyak membaca kisah-kisah inspiratif

    Baca kisah para nabi, sahabat, atau orang-orang saleh yang menunjukkan sikap ridho dalam ujian berat.

  5. Jaga pergaulan dengan orang-orang positif

    Bergaullah dengan orang-orang yang selalu bersyukur dan optimis menghadapi hidup.

  6. Lakukan muhasabah (introspeksi diri) rutin

    Evaluasi diri secara rutin, apakah sikap kita sudah mencerminkan ridho kepada Allah.

  7. Perbanyak istighfar saat hati mulai mengeluh

    Saat mulai timbul keluhan dalam hati, segera beristighfar dan mohon ampun kepada Allah.

  8. Fokus pada hal-hal yang bisa dikendalikan

    Fokuskan energi pada hal-hal yang bisa kita ubah, serahkan sisanya kepada Allah.

  9. Latih kesabaran dalam hal-hal kecil

    Mulailah dengan bersabar dalam hal-hal kecil sehari-hari, lalu tingkatkan secara bertahap.

  10. Jadikan setiap kejadian sebagai sarana mendekat kepada Allah

    Apapun yang terjadi, jadikan sebagai momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah.

Tips-tips di atas perlu dipraktikkan secara konsisten agar menjadi kebiasaan. Dengan latihan terus-menerus, sikap ridho akan semakin tertanam dalam diri kita.

Manfaat Menerapkan Sikap Ridho

Menerapkan sikap ridho membawa banyak manfaat, baik secara spiritual maupun psikologis:

  1. Ketenangan jiwa

    Sikap ridho membuat jiwa menjadi tenang dan damai, tidak mudah gelisah atau stress menghadapi berbagai persoalan hidup.

  2. Peningkatan kualitas ibadah

    Dengan ridho, ibadah kita akan lebih khusyuk dan bermakna karena dilandasi ketulusan hati.

  3. Hubungan sosial yang lebih baik

    Orang yang ridho cenderung lebih sabar dan bijaksana dalam berinteraksi dengan orang lain.

  4. Produktivitas meningkat

    Energi yang biasanya terbuang untuk mengeluh bisa dialihkan untuk hal-hal yang lebih produktif.

  5. Kesehatan mental yang lebih baik

    Sikap ridho dapat mengurangi risiko depresi, kecemasan, dan gangguan mental lainnya.

  6. Lebih mudah bangkit dari kegagalan

    Orang yang ridho lebih cepat bangkit dari kegagalan karena meyakini ada hikmah di balik setiap kejadian.

  7. Meningkatkan rasa syukur

    Sikap ridho membuat kita lebih mudah bersyukur atas nikmat-nikmat kecil yang sering terabaikan.

  8. Memperkuat iman

    Ridho adalah buah dari keimanan yang kuat kepada Allah dan takdir-Nya.

  9. Meraih cinta Allah

    Orang yang ridho kepada Allah akan dicintai oleh Allah.

  10. Jaminan surga

    Ridho adalah salah satu kunci untuk meraih surga Allah di akhirat kelak.

Manfaat-manfaat di atas menunjukkan bahwa sikap ridho tidak hanya berdampak positif untuk kehidupan akhirat, tapi juga membawa kebaikan dalam kehidupan dunia.

Pertanyaan Seputar Ridho dalam Islam

  1. Apakah ridho berarti pasrah dan tidak berusaha?

    Tidak. Ridho bukan berarti pasrah tanpa usaha. Justru ridho harus dibarengi dengan ikhtiar maksimal. Kita berusaha sekuat tenaga, namun hasilnya kita serahkan kepada Allah.

  2. Bagaimana cara membedakan antara ridho dan pasrah?

    Ridho disertai usaha dan doa, sedangkan pasrah cenderung menyerah tanpa usaha. Ridho tetap optimis, sedangkan pasrah cenderung pesimis.

  3. Apakah boleh bersedih jika tertimpa musibah?

    Boleh. Bersedih adalah fitrah manusia. Yang penting tidak berlarut-larut dalam kesedihan dan tetap menerima ketentuan Allah.

  4. Bagaimana cara meningkatkan sikap ridho?

    Dengan memperkuat iman, memperbanyak ibadah, merenungi hikmah di balik setiap kejadian, dan berlatih bersyukur dalam segala keadaan.

  5. Apakah ridho berarti menerima kezaliman?

    Tidak. Kita tetap harus melawan kezaliman dengan cara yang benar. Ridho dalam konteks ini adalah menerima hasil dari upaya kita melawan kezaliman tersebut.

Kesimpulan

Ridho adalah sikap menerima dengan lapang dada segala ketentuan Allah, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan. Sikap ini memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam dan membawa banyak keutamaan, baik di dunia maupun di akhirat.

Menerapkan sikap ridho memang tidak mudah dan penuh tantangan. Namun dengan pemahaman yang benar, latihan yang konsisten, dan penguatan iman, sikap ridho bisa ditanamkan dalam diri kita. Manfaatnya sangat besar, mulai dari ketenangan jiwa hingga jaminan surga di akhirat.

Marilah kita berusaha untuk selalu ridho kepada Allah dalam setiap keadaan. Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk menjadi hamba-hamba-Nya yang selalu ridho kepada-Nya dan mendapat ridho-Nya. Aamiin.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya