Liputan6.com, Moskow - Kremlin mengatakan bahwa Rusia memiliki banyak endapan logam tanah jarang dan menekankan bahwa Rusia terbuka untuk melakukan kesepakatan untuk mengembangkan potensi tersebut dalam kerja sama dengan Amerika Serikat.
"Amerika Serikat membutuhkan logam tanah jarang. Kami memilikinya dalam jumlah banyak," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.
Advertisement
"Kami memiliki rencana sendiri untuk mengembangkan sumber daya strategis, tetapi ada prospek yang cukup luas untuk kerja sama di sini," kata Peskov, dikutip dari laman Japan Today, Rabu (26/2/2025).
Advertisement
Sementara itu, Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia terbuka untuk proyek bersama dengan mitra AS -- termasuk pemerintah dan sektor swasta -- di bawah kesepakatan ekonomi Rusia-AS di masa mendatang.
Presiden AS Donald Trump telah berjanji bahwa "transaksi pembangunan ekonomi utama dengan Rusia" akan dilakukan.
Peskov mengatakan, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menormalisasi hubungan antara Moskow dan Washington sebelum kesepakatan ekonomi apa pun dapat dicapai.
"Agenda berikutnya adalah masalah penyelesaian krisis Ukraina", kata Peskov.
"Dan kemudian, terutama karena AS sendiri juga telah membicarakannya, sudah saatnya untuk mempertimbangkan kemungkinan proyek yang terkait dengan kerja sama perdagangan, ekonomi, dan investasi."
"Ketika tiba saatnya, katakanlah, kemauan politik, kami akan terbuka untuk ini (kerja sama pada logam tanah jarang)," tambah Peskov.
Rusia memiliki cadangan logam tanah jarang terbesar kelima di dunia, menurut data Survei Geologi AS, setelah Tiongkok, Brasil, India, dan Australia.
AS dan Ukraina sedang merundingkan kesepakatan terpisah yang melibatkan logam tanah jarang. Trump mengatakan minggu ini bahwa kesepakatan itu "cukup dekat" dengan kesimpulan.