Liputan6.com, Jakarta Bayi memiliki kebutuhan cairan yang lebih tinggi dibandingkan orang dewasa dan mereka lebih rentan mengalami dehidrasi seperti disampaikan dokter spesialis anak RS EMC Sentul, Messia Paramita.
Messia mengungkapkan dehidrasi pada bayi merupakan kondisi yang perlu diwaspadai oleh orangtua, karena dapat menyebabkan kerusakan organ. Bahkan, pada kasus dehidrasi berat, bayi bisa kehilangan nyawa.
Baca Juga
Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk mengetahui ciri-ciri dehidrasi pada bayi agar dapat segera memberikan penanganan yang tepat.
Advertisement
Beberapa tanda yang dapat membantu orangtua mengenali tanda dehidrasi pada bayi, di antaranya:
Bibir dan Mulut Kering
Bibir dan mulut yang tampak kering atau lengket adalah salah satu tanda pertama dehidrasi pada bayi. Kondisi ini terjadi karena tubuh bayi kehilangan cairan, dan produksi air liur mereka menjadi berkurang.
Menangis Tanpa Air Mata
Menangis tanpa mengeluarkan air mata adalah tanda lain yang perlu diperhatikan.
“Jika bayi Anda menangis namun tidak ada air mata yang keluar, ini bisa menjadi indikasi bahwa tubuh mereka kekurangan cairan,” tulis Messia di laman EMC, dikutip Rabu (26/2/2025).
Frekuensi Buang Air Kecil Berkurang
Bayi yang dehidrasi akan mengalami penurunan frekuensi buang air kecil (BAK). Berkurangnya frekuensi BAK bisa menjadi tanda bahwa tubuh kekurangan cairan.
Ubun-Ubun Cekung
Fontanel atau ubun-ubun bayi yang masih terbuka bisa terlihat cekung saat bayi dehidrasi.
Ini adalah area lembut di kepala bayi yang berfungsi untuk memungkinkan pertumbuhan otak. Jika fontanel cekung, itu merupakan tanda bahwa bayi kekurangan cairan.
Bayi Lemas dan Lesu
Bayi yang mengalami dehidrasi bisa tampak lebih lesu dan tidak aktif. Mereka mungkin tidak menunjukkan minat untuk bermain atau berinteraksi, bahkan saat diberi rangsangan yang biasa mereka nikmati.
Advertisement
Kulit Kering dan Elastisitas Berkurang
Penurunan elastisitas kulit menjadi salah satu tanda dehidrasi. Cobalah untuk mencubit kulit bayi di bagian belakang tangan atau kaki, jika kulit tidak kembali ke posisi semula dengan cepat, ini bisa menjadi tanda dehidrasi.
Wajah Pucat dan Terlihat Cemas
Selain itu, bayi mungkin tampak lebih cemas dan rewel akibat ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh dehidrasi.
Tatalaksana Dehidrasi pada Bayi
Tatalaksana dehidrasi pada bayi sangat penting guna mencegah masalah kesehatan yang lebih serius. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan di rumah menurut Messia:
Memberikan ASI Lebih Sering
Jika bayi masih mendapatkan ASI, pastikan ibu memberikan ASI lebih sering dari biasanya. ASI adalah sumber cairan terbaik untuk bayi yang sedang mengalami dehidrasi.
“Jangan ragu untuk menyusui bayi Anda setiap kali mereka menunjukkan tanda-tanda lapar atau haus,” saran Messia.
Memberikan Cairan Oralit
Untuk bayi yang sudah cukup usia dan mampu menerima cairan selain ASI, pemberian larutan oralit bisa membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang. Oralit mengandung elektrolit yang sangat penting untuk rehidrasi tubuh bayi.
Perbanyak Pemberian Cairan
Pada bayi di atas 12 bulan pemberian cairan tambahan seperti air matang atau jus buah dapat membantu bayi terhidrasi dengan baik. Pastikan untuk memberi cairan dalam jumlah kecil namun sesering mungkin dan jaga suhu tubuh bayi tetap normal.
Advertisement
