4 Strategi Jitu Arab Saudi di Bawah Kendali Herve Renard: Formasi 4 Bek Sejajar, Berbeda dari Roberto Mancini

Herve Renard telah menghadirkan perubahan signifikan dalam taktik permainan Timnas Arab Saudi.

oleh Senjie Nuraini diperbarui 19 Nov 2024, 17:42 WIB
Diterbitkan 19 Nov 2024, 17:39 WIB
Rizky Ridho dan Salem Aldawsari - Kualifikasi Piala Dunia 2026
Bek Timnas Indonesia, Rizky Ridho mengejar lari kencang dari winger andalan Timnas Arab Saudi, Salem Aldawsari dalam laga putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di King Abdullah Sport City Stadium, Jeddah, Jumat (6/9/2024) dini hari WIB. (x.com/SaudiNT_EN)

Liputan6.com, Jakarta Herve Renard telah membawa angin segar dalam hal taktik bagi Timnas Arab Saudi. Kehadiran pelatih ini dan strategi barunya menjadi perhatian penting bagi Timnas Indonesia jika ingin meraih hasil terbaik.

Indonesia dan Arab Saudi akan berhadapan pada matchday ke-6 Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026, yang akan berlangsung pada hari Selasa (19/11). Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, dimulai pukul 19.00 WIB.

Indonesia memiliki ambisi besar untuk meraih kemenangan penuh dalam pertandingan ini. Setelah mengalami kekalahan 0-4 dari Jepang pada matchday ke-5, kemenangan menjadi kunci untuk menjaga harapan lolos ke Piala Dunia 2026 tetap hidup.

Namun, Arab Saudi bukanlah lawan yang mudah untuk ditaklukkan. Di bawah arahan Herve Renard, Arab Saudi akan tampil dengan wajah baru dibandingkan ketika bermain imbang 1-1 melawan Indonesia pada September 2024 lalu. Apa yang membuat mereka berbeda kali ini?

Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Pakai Formasi 4 Bek

Di bawah kepemimpinan Roberto Mancini, tim nasional Arab Saudi lebih sering mengadopsi formasi tiga bek sejajar. Saat menghadapi Indonesia pada September 2024, mereka menggunakan formasi 3-4-2-1 yang cukup menarik.

Namun, Herve Renard membawa perubahan signifikan dengan mengembalikan Arab Saudi ke formasi klasik mereka dengan empat bek sejajar. Ini adalah formasi yang pernah mereka gunakan sebelum Mancini mengambil alih kepelatihan.

Ketika bertanding melawan Australia pada 14 November, Arab Saudi menerapkan formasi 4-1-4-1. Menariknya, formasi ini fleksibel dan bisa bertransformasi menjadi 4-4-2 atau 4-3-3, bergantung pada dinamika permainan di lapangan.

Berani Pressing Tinggi

Perubahan formasi secara otomatis mempengaruhi permainan Arab Saudi, terutama dalam strategi pressing mereka. Arab Saudi menerapkan pressing tinggi yang cukup merepotkan Australia. Saleh Al Shehri bertugas mengejar pemain lawan yang menguasai bola, sementara dua winger berfokus menjaga agar bola tidak bisa didistribusikan ke sisi lapangan. Australia sendiri menggunakan formasi 3-4-2-1, yang mirip dengan formasi Indonesia.

Indonesia perlu mencari cara untuk menghadapi tekanan dari pressing Arab Saudi ini. Penting bagi Indonesia untuk tidak mengulangi kesalahan seperti saat kebobolan gol Hidemasa Morita ketika melawan Jepang.

Sisi Kanan Lebih Berbahaya

Arab Saudi harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan pemain kunci mereka, Salem Al Dawsari. Biasanya, dia menjadi ancaman serius di sisi kiri lapangan, menjadikan serangan Arab Saudi dari area tersebut sangat berbahaya.

Namun, saat berhadapan dengan Australia, sektor kanan Arab Saudi justru menunjukkan kekuatannya. Saud Abdulhamid tampil solid baik dalam bertahan maupun menyerang. Sementara itu, Marwan Al Sahafi kerap menunjukkan pergerakan layaknya seorang penyerang tengah yang handal.

Selain kedua pemain tersebut, ada Musab Al Juwayr yang patut diwaspadai oleh tim Indonesia. Dengan kebebasan perannya di lini tengah, dia memiliki potensi untuk memberikan dampak besar dalam permainan.

Waspadai Bola Mati

Pada pertandingan melawan Australia, Arab Saudi nyaris mencetak kemenangan. Di menit ke-90+3, Sultan Al Ghannam hampir membawa pulang tiga poin untuk Arab Saudi. Sayangnya, gol tersebut harus dibatalkan karena ada pemain yang terjebak dalam posisi offside.

Meskipun gol tersebut tidak disahkan, momen ini menjadi pelajaran penting bagi tim Indonesia. Di bawah kepemimpinan Roberto Mancini, Arab Saudi menunjukkan kekuatan luar biasa dalam situasi bola mati.

Sebagai informasi, dari tiga gol yang telah dicetak oleh Arab Saudi dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026, dua di antaranya berasal dari situasi bola mati, khususnya dari sepak pojok.

Jadwal, Siaran Langsung, dan Link Streaming

Timnas Indonesia vs Arab SaudiStadion Gelora Bung KarnoSelasa, 19 November 202419.00 WIBSiaran langsung: RCTI, GTVLive streaming: Vision+Link streaming: https://www.visionplus.id

Hasil dan Klasemen Grup C

Klasemen Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia (c) AFC

5 September 2024

  • Jepang 7-0 China
  • Australia 0-1 Bahrain
  • Arab Saudi 1-1 Timnas Indonesia

10 September 2024

  • China 1-2 Arab Saudi
  • Timnas Indonesia 0-0 Australia
  • Bahrain 0-5 Jepang

10 Oktober 2024

  • Australia 3-1 China
  • Bahrain 2-2 Timnas Indonesia
  • Arab Saudi 0-2 Jepang

15 Oktober 2024

  • Jepang 1-1 Australia
  • China 2-1 Timnas Indonesia
  • Arab Saudi 0-0 Bahrain

14 November 2024

  • Australia 0-0 Arab Saudi
  • Bahrain 0-1 China

15 November 2024

  • Timnas Indonesia 0-4 Jepang

19 November 2024

  • Bahrain vs Australia
  • China vs Jepang
  • Timnas Indonesia vs Arab Saudi

20 Maret 2025

  • Jepang vs Bahrain
  • Australia vs Timnas Indonesia
  • Arab Saudi vs China

25 Maret 2025

  • Jepang vs Arab Saudi
  • China vs Australia
  • Timnas Indonesia vs Bahrain

5 Juni 2025

  • Australia vs Jepang
  • Bahrain vs Arab Saudi
  • Timnas Indonesia vs China

10 Juni 2025

  • Jepang vs Timnas Indonesia
  • Arab Saudi vs Australia
  • China vs Bahrain
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya