Puas Kerja Sama dengan Turki, Prabowo Berpose Silat

Prabowo berpose silat usai bertemu Erdogan, simbol kepuasan kerja sama pertahanan Indonesia-Turki, termasuk pembangunan pabrik drone.

oleh Andre Kurniawan Kristi diperbarui 13 Feb 2025, 09:10 WIB
Diterbitkan 13 Feb 2025, 09:10 WIB
Prabowo Subianto Terima Kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
Presiden Indonesia Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan naik ke atas panggung untuk upacara penyambutan di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Rabu 12 Februari 2025. (YASUYOSHI CHIBA/AFP)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Suasana penuh keakraban terlihat saat Presiden RI Prabowo Subianto mengantar Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu malam. Setelah melepas kepergian Erdogan, Prabowo menunjukkan pose silat di depan para wartawan. Aksi ini langsung menarik perhatian media yang hadir.

Gestur itu muncul sesaat setelah Prabowo menjawab pertanyaan awak media mengenai hasil pertemuannya dengan Erdogan, khususnya terkait kerja sama di bidang pertahanan antara Indonesia dan Turki. Dengan ekspresi puas, Prabowo mengacungkan jempolnya dan mengatakan, “Bagus, bagus.” Setelahnya, ia berpose silat sembari tersenyum, disambut tawa kecil dari para menteri yang turut hadir.

Indonesia dan Turki telah menandatangani berbagai kesepakatan strategis, salah satunya adalah pembangunan pabrik drone bersama di Indonesia, sebuah langkah besar dalam kerja sama industri pertahanan kedua negara.

Pertemuan Bilateral di Istana Bogor

Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu siang, Prabowo dan Erdogan secara resmi menandatangani berbagai perjanjian penting. Salah satunya adalah penguatan kerja sama di sektor pertahanan dan keamanan.

“Indonesia dan Turki akan memperkuat kerja sama pertahanan dan keamanan, termasuk pendidikan dan latihan bagi personel angkatan bersenjata kita, kerja sama intelijen, dan kontraterorisme,” ujar Prabowo sepeti yang dikutip dari ANTARA.

Selain itu, Indonesia dan Turki juga sepakat untuk meningkatkan produksi bersama dalam industri pertahanan. Kesepakatan ini diwujudkan dalam bentuk memorandum saling pengertian antara Kementerian Pertahanan RI dan Sekretariat Industri Pertahanan Kepresidenan Turki.

Pendirian Pabrik Drone

Salah satu poin utama dalam kerja sama pertahanan ini adalah pembentukan perusahaan patungan antara perusahaan pertahanan Indonesia, Republikorp, dan perusahaan asal Turki, Baykar. Kedua belah pihak sepakat untuk membangun pabrik drone di Indonesia, yang diharapkan dapat memperkuat kapabilitas pertahanan udara nasional.

Langkah ini tidak hanya berkontribusi pada modernisasi peralatan militer Indonesia, tetapi juga membuka peluang transfer teknologi dari Turki. Dengan keahlian Baykar dalam pengembangan drone tempur, Indonesia berpeluang besar untuk memiliki teknologi yang lebih maju dalam sistem pertahanan udara.

Berpose Silat

Pose silat yang ditampilkan Prabowo di depan awak media bukanlah tanpa makna. Silat, sebagai seni bela diri khas Indonesia, melambangkan kekuatan, ketahanan, dan strategi. Dalam konteks diplomasi, gestur ini dapat diartikan sebagai bentuk optimisme dan rasa percaya diri atas kerja sama yang telah dicapai dengan Turki.

Dalam berbagai kesempatan, Prabowo memang kerap menggunakan simbol-simbol budaya untuk menegaskan posisinya dalam hubungan internasional. Beberapa pengamat menilai bahwa pose silat ini merupakan cara unik Prabowo untuk menyampaikan pesan bahwa Indonesia siap bersinergi dan tetap kuat dalam menjalin hubungan internasional, khususnya dalam bidang pertahanan.

Dukungan Menteri dan Pejabat Negara

Kesepakatan antara Indonesia dan Turki juga mendapatkan dukungan penuh dari jajaran menteri dan pejabat negara yang hadir dalam pertemuan tersebut. Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin turut menyaksikan penandatanganan perjanjian.

Dukungan ini menunjukkan bahwa kerja sama pertahanan bukan hanya sebatas inisiatif Presiden, tetapi merupakan bagian dari strategi jangka panjang Indonesia dalam memperkuat industri pertahanan nasional. Indonesia dan Turki sama-sama melihat peluang besar dalam kolaborasi ini, terutama dalam menghadapi tantangan keamanan global.

Prospek Masa Depan

Dengan adanya kerja sama ini, Indonesia diharapkan dapat semakin mandiri dalam memproduksi alat utama sistem persenjataan (alutsista). Tidak hanya itu, hubungan erat dengan Turki juga membuka peluang kerja sama di sektor lain, termasuk ekonomi dan pendidikan.

Dalam beberapa tahun ke depan, hasil dari perjanjian ini akan mulai terlihat, terutama dalam pengembangan industri pertahanan nasional. Pembangunan pabrik drone menjadi salah satu proyek pertama yang akan direalisasikan, yang diharapkan dapat menjadi titik awal dari kerja sama yang lebih luas di masa depan.

Pertanyaan Umum Seputar Kerja Sama Indonesia-Turki

1. Apa saja poin utama kerja sama Indonesia dan Turki di bidang pertahanan?

Kerja sama ini mencakup peningkatan produksi bersama dalam industri pertahanan, pendidikan dan latihan bagi personel militer, kerja sama intelijen, serta kontraterorisme.

2. Apa tujuan pembangunan pabrik drone di Indonesia?

Pabrik drone yang akan dibangun bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Indonesia dalam produksi dan penggunaan drone militer, serta sebagai bagian dari alih teknologi dari Turki.

3. Mengapa Prabowo berpose silat setelah pertemuan dengan Erdogan?

Pose silat tersebut diduga sebagai simbol optimisme dan kepuasan Prabowo terhadap hasil pertemuan serta kerja sama strategis yang telah disepakati antara Indonesia dan Turki.

4. Bagaimana dampak kerja sama ini bagi industri pertahanan Indonesia?

Kerja sama ini berpotensi memperkuat industri pertahanan dalam negeri dengan adanya transfer teknologi, peningkatan kapasitas produksi, serta membuka peluang kerja bagi tenaga ahli di bidang militer dan teknologi.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya