Liputan6.com, Jakarta Menjelang Ramadan, umat Islam sering bertanya mengenai hukum berpuasa sehari sebelum bulan suci ini dimulai. Beberapa orang ingin menjalankan puasa sebagai bentuk persiapan, sementara yang lain mendengar bahwa puasa sebelum Ramadan dilarang.
Secara umum, Islam memiliki aturan khusus mengenai puasa sehari sebelum Ramadan. Ada larangan bagi sebagian orang, tetapi ada juga pengecualian bagi mereka yang memiliki kebiasaan puasa tertentu. Lalu, apakah benar haram berpuasa sehari sebelum Ramadan? Berikut penjelasan lengkapnya, Rabu (26/2).
Hadis yang Melarang Puasa Sehari Sebelum Ramadan
Dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
"Janganlah kalian mendahului Ramadan dengan berpuasa satu atau dua hari sebelumnya, kecuali bagi orang yang memang terbiasa berpuasa." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi dasar bahwa umat Islam dilarang berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadan, kecuali bagi mereka yang memang sudah memiliki kebiasaan puasa sebelumnya.
Advertisement
Hukum Puasa Sebelum Ramadan Menurut Ulama
Ulama membagi hukum puasa sehari sebelum Ramadan menjadi beberapa kategori:
- Dilarang bagi yang tidak terbiasa berpuasa
Mazhab Syafi’i dan sebagian ulama lainnya menyatakan bahwa puasa sehari sebelum Ramadan dilarang karena termasuk dalam kategori puasa hari syak (hari ragu-ragu), yakni hari yang belum dipastikan apakah sudah masuk Ramadan atau belum.
- Diperbolehkan bagi yang sudah terbiasa puasa sunnah
Jika seseorang sudah terbiasa berpuasa sunnah seperti puasa Senin-Kamis, puasa Daud, atau puasa Ayyamul Bidh (13, 14, 15 tiap bulan Hijriah), maka ia diperbolehkan tetap berpuasa sehari sebelum Ramadan.
- Diperbolehkan bagi yang sedang mengqadha puasa
Orang yang memiliki utang puasa Ramadan tahun sebelumnya masih diperbolehkan berpuasa untuk mengqadha puasanya.
- Diperbolehkan untuk puasa nazar atau kafarat
Jika seseorang memiliki nazar untuk berpuasa atau sedang menjalankan puasa kafarat (denda karena melanggar hukum Islam), maka ia boleh berpuasa sehari sebelum Ramadan.
Apakah Puasa Setelah Nisfu Sya'ban Dilarang?
Selain puasa sehari sebelum Ramadan, ada juga aturan tentang puasa setelah Nisfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya’ban, yaitu tanggal 15 Sya’ban ke atas).
Menurut Mazhab Syafi’i, puasa setelah Nisfu Sya’ban hukumnya makruh, bahkan dalam beberapa pendapat haram kecuali bagi:
- Orang yang sudah terbiasa berpuasa sunnah (misalnya puasa Senin-Kamis).
- Orang yang mengqadha puasa Ramadan.
- Orang yang sedang menjalankan puasa nazar atau kafarat.
Pendapat lain dari mayoritas ulama, menyatakan bahwa hadis larangan puasa setelah Nisfu Sya'ban adalah lemah (dhaif). Oleh karena itu, puasa setelah Nisfu Sya’ban tetap diperbolehkan jika seseorang melakukannya dengan niat ibadah.
Advertisement
Hari Syak: Hari yang Dilarang Berpuasa
Dalam Islam, tanggal 30 Sya’ban dikenal sebagai hari syak (hari ragu-ragu), karena belum dipastikan apakah bulan Ramadan sudah dimulai atau belum.
Puasa di hari syak hukumnya haram, kecuali bagi:
- Orang yang sudah terbiasa puasa sunnah.
- Orang yang memiliki kewajiban puasa seperti qadha, nazar, atau kafarat.
Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang berpuasa pada hari yang diragukan (hari syak), maka dia telah mendurhakai Abu al-Qasim (Rasulullah SAW)." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Berdasarkan dalil dan pendapat ulama, berikut kesimpulan hukum puasa sehari sebelum Ramadan 2025:
- Dilarang bagi yang tidak terbiasa berpuasa sebelumnya, karena termasuk dalam larangan mendahului Ramadan.
- Diperbolehkan bagi yang sudah terbiasa berpuasa sunnah (Senin-Kamis, Daud, Ayyamul Bidh).
- Diperbolehkan bagi yang sedang mengqadha puasa, bernazar, atau menjalankan kafarat.
Jika seseorang ragu apakah boleh berpuasa sehari sebelum Ramadan, maka sebaiknya tidak berpuasa untuk menghindari larangan syariat.
Pertanyaan Seputar Topik
1. Apakah boleh puasa sehari sebelum Ramadan?
Dilarang bagi yang tidak terbiasa berpuasa, tetapi diperbolehkan bagi yang memiliki kebiasaan puasa sunnah atau kewajiban puasa lainnya.
2. Apa itu hari syak?
Hari syak adalah tanggal 30 Sya’ban, yaitu hari yang diragukan apakah sudah masuk Ramadan atau belum. Berpuasa di hari ini diharamkan kecuali bagi yang sudah terbiasa puasa sunnah.
3. Mengapa puasa setelah Nisfu Sya’ban dilarang?
Menurut Mazhab Syafi’i, puasa setelah Nisfu Sya’ban makruh atau haram bagi yang tidak memiliki kebiasaan puasa sebelumnya. Namun, mayoritas ulama membolehkan puasa setelah Nisfu Sya’ban.
4. Apakah boleh berpuasa dua hari sebelum Ramadan?
Puasa dua hari sebelum Ramadan juga dilarang, kecuali bagi yang terbiasa puasa sunnah atau sedang mengqadha puasa.
Advertisement
