Liputan6.com, Jakarta I'tidal, secara bahasa berarti menjadikan sesuatu lurus dan tegak. Secara istilah dalam sholat, i'tidal adalah gerakan bangkit dari rukuk menuju berdiri tegak sebelum sujud. Gerakan ini merupakan bagian penting dari rangkaian gerakan sholat yang harus dilakukan dengan khusyuk.
Baca Juga
Advertisement
Posisi i'tidal berada di antara gerakan ruku' dan sujud. Setelah selesai ruku', maka kita i'tidal (bangun) dan membaca doa i'tidal, salah satunya adalah doa Sami'allahu Liman Hamidah. Setelah membaca doa, kita kemudian akan melanjutkan ke gerakan sujud.
Doa Sami'allahu Liman Hamidah, yang artinya "Allah mendengar orang-orang yang memuji-Nya", merupakan doa pendek yang sering dibaca saat i'tidal. Doa ini merupakan ungkapan syukur dan pengakuan atas kebesaran Allah SWT. Membaca doa ini menunjukkan rasa khusyuk dan ketaatan kita dalam menjalankan sholat.
Doa Sami'allahu Liman Hamidah dan bacaan i'tidal lainnya memiliki hubungan yang erat. Doa Sami'allahu Liman Hamidah merupakan salah satu dari beberapa bacaan i'tidal yang bisa dibaca. Penting untuk memahami bacaan i'tidal dengan benar agar sholat kita lebih khusyuk dan sempurna.
Untuk memahami lebih dalam tentang doa Sami'allahu Liman Hamidah dan bacaan setelahnya, simak pembahasan selengkapnya berikut ini sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (4/4/2025).
Dalil dan Hukum Membaca Doa Sami'allahu Liman Hamidah
Hadits Nabi Muhammad SAW tentang i'tidal diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA:
ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا، ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا، ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا، ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا، ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا، ثُمَّ افْعَلْ ذَلِكَ فِى صَلاَتِكَ كُلِّهَا
Artinya: "Lalu rukuklah hingga tenang dalam keadaan rukuk, lalu bangkitlah hingga tegak lurus, lalu sujudlah hingga tenang dalam keadaan sujud, lalu bangkitlah hingga tenang dalam keadaan duduk, lalu sujudlah hingga tenang dalam keadaan sujud, dan lakukanlah itu dalam sholatmu semuanya." (HR Bukhari nomor 793 dan Muslim: 397)
Dalil tentang bacaan i'tidal juga terdapat dalam berbagai hadits Nabi SAW yang menjelaskan tentang bacaan-bacaan yang dianjurkan saat i'tidal. Meskipun Al-Quran tidak secara spesifik menyebutkan bacaan i'tidal, namun sunnah Nabi SAW menjadi panduan bagi umat Islam dalam menjalankan sholat.
Para ulama sepakat bahwa membaca doa saat i'tidal hukumnya sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Meninggalkan bacaan ini tidak membatalkan sholat, tetapi mengurangi kesempurnaan ibadah. Membaca doa i'tidal dengan khusyuk akan menambah kekhusyukan sholat.
Tidak ada perbedaan bacaan i'tidal yang signifikan antara imam, makmum, dan munfarid. Namun, imam biasanya membaca doa Sami'allahu Liman Hamidah, sedangkan makmum membaca Rabbana Lakal Hamdu. Munfarid (sholat sendirian) dapat memilih bacaan mana saja yang sesuai dengan kemampuan dan kesukaannya. Waktu yang tepat untuk mengucapkan doa Sami'allahu Liman Hamidah adalah setelah berdiri tegak dari ruku' dan sebelum sujud.
Advertisement
Bacaan Doa Sami'allahu Liman Hamidah dengan Lengkap
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Sami'allaahu liman Hamidah
Arti: Allah mendengar orang-orang yang memuji-Nya.
Makna doa ini sangat dalam, yaitu pengakuan kita bahwa Allah SWT Maha Mendengar segala pujian dan doa hamba-Nya. Dengan membaca doa ini, kita memohon agar Allah SWT menerima pujian dan ibadah kita.
Kesalahan umum dalam melafalkan doa ini adalah terburu-buru dan tidak khusyuk. Bacalah doa ini dengan perlahan, tartil, dan penuh penghayatan agar lebih bermakna.
14 Variasi Bacaan I'tidal yang Disunnahkan Setelah Sami Allahu Liman Hamidah
Setelah membaca doa Sami'allahu Liman Hamidah, kita dapat melanjutkan dengan berbagai bacaan i'tidal lainnya. Berikut 14 variasi bacaan i'tidal yang disunnahkan, dengan teks Arab, Latin, dan artinya:
Berikut beberapa variasi bacaan i'tidal yang bisa diamalkan, dibagi berdasarkan panjang bacaan:
Bacaan I'tidal Pendek dan Mudah
Doa 1: رَبَّنَا لَكَ الْحَمْد (Rabbanaa lakal hamdu) - Ya Rabb kami, bagi-Mu segala puji.
Doa 2: رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْد (Rabbanaa wa lakal hamdu) - Ya Rabb kami, dan bagi-Mu segala puji.
Doa 3: اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْد (Allahumma rabbanaa lakal hamdu) - Ya Allah, Rabb kami, bagi-Mu segala puji.
Doa 4: اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْد (Allahumma rabbanaa wa lakal hamdu) - Ya Allah, Rabb kami, dan bagi-Mu segala puji.
Doa 5: لِرَبِّيَ الْحَمْدُ لِرَبِّيَ الْحَمْدُ (Li rabbiyal hamdu... Li rabbiyal hamdu) - Bagi Rabbku segala puji... Bagi Rabbku segala puji.
Bacaan I'tidal Sedang
Doa 6: رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْد (Rabbanaa lakal hamdu mil'as samaawaati wa mil'al ardhi wa mil'a maa syi'ta min syai-in ba'd) - Ya Rabb kami, bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki sesudah itu.
Doa 7: Rabbanaa lakal hamdu mil-as-samaawaati wa mil-al-ardhi wa mil-a maa syik-ta min syai-im ba’du wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu - Rabb kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi, serta sepenuh apa yang ada di antara keduanya dan sepenuh apa yang Engkau inginkan dari sesuatu setelahnya, dan tidak bermanfaat bagi-Mu kemuliaan/kedudukan orang yang memiliki kemuliaan.
Doa 8: Allahumma rabbanaaa lakal hamdu mil-as-samaawaati wa mil-al-ardhi wa mil-a maa syik-ta min syai-im ba’du - Ya Allah Rabb kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi, serta sepenuh apa yang ada di antara keduanya dan sepenuh apa yang Engkau inginkan dari sesuatu setelahnya.
Doa 9: Rabbanaa wa lakal hamdu hamdan katsiiran thayyiban mubaarakan fiihi - Wahai Rabb kami, hanya untuk-Mu segala pujian. Pujian yang banyak, yang baik, yang diberkahi di dalamnya.
Doa 10: Rabbanaa wa lakal hamdu hamdan katsiiran thayyiban mubaarakan fiihi jaziilan - Wahai Rabb kami, hanya untuk-Mu segala pujian. Pujian yang banyak, yang baik, yang diberkahi, yang banyak di dalamnya.
Bacaan I'tidal Panjang
Doa 11: Allahumma rabbanaaa wa lakal hamdu mil-us-samaawaati wa mil-ul-ardhi wa maa bainahumaa wa mil-u maa syik-ta min syai-im ba’du ahlats tsanaa-i wal majdi ahaqqu maa qoolal ‘abdu wa kullunaa ‘abdun, allahumma laa maani’a limaa a’thoita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu - Ya Allah Rabb kami,dan bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh yang ada di antara langit dan bumi, serta sepenuh apa yang Engkau inginkan dari sesuatu setelahnya. Engkau adalah Dzat yang berhak mendapat pujian dan kemuliaan. (Ucapan ini) yang paling pantas diucapkan seorang hamba. Dan semua kami adalah hamba-Mu semata. Ya Allah, tidak ada yang bisa menahan apa yang Engkau berikan. Dan tidak ada yang bisa memberikan apa yang Engkau tahan. Tidak bermanfaat dari-Mu kemuliaan/kedudukan orang yang memiliki kemuliaan.
Doa 12: Allahumma rabbanaaa lakal hamdu mil-us-samaawaati wa mil-ul-ardhi wa maa bainahumaa wa mil-u maa syik-ta min syai-im ba’du ahlats tsanaa-I wal majdi, laa maani’a limaa a’thoita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu - Ya Allah Rabb kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh yang ada di antara langit dan bumi, serta sepenuh apa yang Engkau inginkan dari sesuatu setelahnya. Engkau adalah Dzat yang berhak mendapat pujian dan kemuliaan. tidak ada yang bisa menahan apa yang Engkau berikan. Dan tidak ada yang bisa memberikan apa yang Engkau tahan. Tidak bermanfaat dari-Mu kemuliaan/kedudukan orang yang memiliki kemuliaan.
Doa 13: Rabbanaaa lakal hamdu mil-us-samaawaati wa mil-ul-ardhi wa mil-u maa syik-ta min syai-im ba’du ahlats tsanaa-I wal majdi ahaqqu maa qoolal ‘abdu wa kullunaa laka ‘abdun, allahumma laa maani’a limaa a’thoita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu - Rabb kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi, serta sepenuh apa yang Engkau inginkan dari sesuatu setelahnya. Engkau adalah Dzat yang berhak mendapat pujian dan kemuliaan. (Ucapan ini) yang paling pantas diucapkan seorang hamba. Dan semua kami adalah hamba-Mu semata. Ya Allah, tidak ada yang bisa menahan apa yang Engkau berikan. Dan tidak ada yang bisa memberikan apa yang Engkau tahan. Tidak bermanfaat dari-Mu kemuliaan/kedudukan orang yang memiliki kemuliaan.
Doa 14: Rabbanaa lakal hamdu hamdan katsiiron thoyyiban mubaarokan fiihi, mubaarokan ‘alaihi kamaa yuhibbu rabbunaa wa yardhoo - Wahai Rabb kami, hanya untuk-Mu segala pujian. Pujian yang banyak, yang baik, yang diberkahi di dalamnya, yang diberkahi atasnya sebagaimana yang dicintai dan diridhoi oleh Rabb kami.
Advertisement
Perbedaan Bacaan I'tidal antara Imam, Makmum, dan Munfarid
Meskipun tidak ada perbedaan yang signifikan, namun ada perbedaan praktik yang umum dilakukan. Imam biasanya membaca doa Sami'allahu Liman Hamidah, sedangkan makmum sering membaca Rabbana Lakal Hamdu. Munfarid (sholat sendiri) dapat memilih bacaan yang disukainya.
Perbedaan ini lebih kepada kebiasaan dan praktik yang berkembang di masyarakat. Tidak ada dalil yang secara tegas melarang atau mewajibkan bacaan tertentu untuk masing-masing posisi.
Penting untuk tetap menjaga kekhusyukan dan memahami makna dari setiap bacaan yang dipilih, terlepas dari posisi kita dalam sholat berjamaah atau sendirian.
Memilih bacaan yang sesuai dengan kemampuan dan hafalan masing-masing adalah hal yang dianjurkan. Yang terpenting adalah memahami makna dan melafalkannya dengan khusyuk.
Doa Sami'allahu Liman Hamidah dan berbagai bacaan i'tidal lainnya merupakan bagian penting dari sholat yang dianjurkan untuk diamalkan. Memahami arti dan melafalkannya dengan benar akan menambah kekhusyukan dan kesempurnaan ibadah.
Dengan mempelajari berbagai variasi bacaan i'tidal, kita dapat memperkaya pemahaman dan pengamalan ibadah sholat. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat meningkatkan kualitas ibadah kita kepada Allah SWT.
