Bahaya Dumolid Jika Dikonsumsi Tanpa Pengawasan Dokter

Jika dumolid dipakai berlebihan dan tanpa pengawasan, bisa sebabkan halusinasi, depresi, hingga overdosis yang mengakibatkan kematian.

oleh Maria Flora diperbarui 05 Agu 2017, 14:07 WIB
Diterbitkan 05 Agu 2017, 14:07 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Nama dumolid belakangan mencuat terkait penangkapan Tora Sudiro oleh Satuan Narkoba Polres Jakarta Selatan, Kamis 3 Agustus 2017.

Seperti ditayangkan Liputan6 Siang SCTV, Sabtu (5/8/2017), di Indonesia, jenis obat penenang seperti dumolid, xanax atau riklona, banyak dijual bebas, termasuk di berbagai situs online.

Mulai dari penjelasan rinci tentang obat, nama penjual, cara pemesanan hingga cara pengiriman tak ada yang ditutupi. Harga jualnya pun rata-rata berkisar di harga Rp 170 ribu per strip.

Meskipun dijual bebas dan mudah mendapatkannya, menurut Kabag Humas BNN Kombes Sulistriandiatmoko, penggunaannya harus dalam pengawasan dokter.

Dumolid termasuk dalam obat penenang karena mengandung nitrazepam. Obat ini juga masuk dalam daftar psikotropika golongan empat. Jika dosis yang diberikan sesuai resep dokter, efek dumolid berguna menenangkan pikiran, terutama bagi yang susah tidur.

Namun, jika dipakai secara berlebihan dan tanpa pengawasan, bisa menyebabkan halusinasi, depresi hingga overdosis yang menyebabkan kematian.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya