Anies: Survei Pilkada Jakarta Tak Pernah Nomor Satu, Hasilnya Menang

Anies menyatakan, seminggu jelang Pilkada Jakarta 2017, lembaga survei menempatkan dirinya di posisi 3. Karena itu dia optimistis bisa memenangi Pilpres 2024 meski selalu berada di posisi buncit berdasarkan hasil survei.

oleh Delvira Hutabarat diperbarui 07 Mei 2023, 20:33 WIB
Diterbitkan 07 Mei 2023, 20:28 WIB
Pidato Anies Baswedan di Depan Pendukung dan Partai Politik Koalisi Perubahan
Anies Baswedan sampaikan dalam pidato politiknya saat menghadiri acara relawan Amanat Indonesia (ANIES) di Tenis Indoor, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (7/5/2023). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Bakal calon presiden (Capres) dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan angkat bicara soal elektabilitas dirinya di berbagai survei yang kerap berada di peringkat tiga. Anies lantas menyinggung kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2017 silam.

Menurut Anies, saat itu ia juga tak pernah berada di posisi satu survei Pilkada DKI Jakarta, namun tetap bisa menang.

“Soal survei saya sering dapat pertanyaan survei itu dan saya ingat Pilkada Jakarta. Kami tidak pernah nomor satu, hasilnya (menang),” kata Anies saat deklarasi bersama relawan di Tennis Indoor Senayan, Minggu (7/5/2023).

Anies mengaku sudah terbiasa berada di peringkat buncit dalam berbagai survei. Karena itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini tetap optimistis bisa memenangi Pilpres 2024 meski hasil survei saat ini tidak begitu bagus.

“Bahkan seminggu sebelum Pilkada kami ditempatkan nomor 3. Kami sudah terbiasa ditempatkan nomor 3 dan kami tetap optimis untuk bisa memenangkan dalam sebuah kompetisi Pilpres nanti, InsyaAllah,” kata Anies memungkasi.

Sebelumnya, Survei terbaru Charta Politika menyebutkan elektabilitas bakal calon presiden Ganjar Pranowo berada di posisi 28,9 persen, Prabowo Subianto 22,3 persen, dan Anies Baswedan 15,2 persen pada simulasi 10 nama.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.


Hasil Survei Charta Politika

Lembaga survei Charta Politika Indonesia merilis hasil survei Pemilu Legislatif 2019. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)
Lembaga survei Charta Politika Indonesia merilis hasil survei Pemilu Legislatif 2019. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

Peneliti Charta Politika Indonesia, Ardha Ranadireksa menjelaskan, elektabilitas Ganjar sempat mengalami penurunan pada survei periode 4-7 April 2023 lalu, pasca-pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 oleh FIFA. 

“Elektabilitas Ganjar berada pada angka 25,2 persen pada periode 4-7 April, dan meningkat menjadi 28,9 persen pasca deklarasinya sebagai calon Presiden oleh PDIP 21 April lalu,” kata Ardha dalam keterangannya, Kamis (4/5/2023).

Menurut Ardha,  elektabilitas Prabowo Subianto terbilang stabil berada pada angka 23,0 persen (4-7 April) dan 22,3 persen (27-30 April). “Anies Baswedan juga stabil, hanya mengalami penurunan elektabilitas menjadi 16,0 persen pada periode 4-7 April dan 15,2 persen pada periode 27-30 April,” lanjut Ardha.

Sementara pada simulasi 3 nama, Ganjar dipilih oleh 36,6 persen responden, Prabowo 33,2 persen dan Anies 23 persen, sebanyak 7,2 persen responden menyatakan tidak tahu/tidak jawab.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya