Pemerintah Sebut Kebijakan Work From Anywhere Berhasil Urai Kepadatan Pemudik

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyebut kebijakan WFA memungkinkan ASN untuk mudik lebih awal, sehingga mengurangi kepadatan pemudik di puncak arus mudik.

oleh Lizsa Egeham Diperbarui 29 Mar 2025, 16:17 WIB
Diterbitkan 29 Mar 2025, 16:17 WIB
Pratikno
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno pantau arus mudik di Stasiun Gambir. (Merdeka).... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menyebut kebijakan work from anywhere (WFA) atau bekerja dari mana saja yang diterapkan kepada ASN berhasil mengurai kepadatan pemudik, khususnya kereta api.

Hal ini, kata Pratikno, dapat terlihat dari berkurangnya kepadatan pemudik saat puncak arus mudik Lebaran pada Jumat, 28 Maret 2025. Dengan kebijakan WFA, pemudik kereta api sudah mulai pulang ke kampung halaman sejak H-10 Lebaran.

"Jadi rupanya memang work from anywhere itu punya implikasi yang cukup signifikan sehingga ini menyebarkan para pemudik mulai dari H-10 sampai puncaknya kemarin," kata Pratikno saat meninjau arus mudik di Stasiun Gambir Jakarta Pusat, Sabtu (29/3/2025).

Menurut dia, pemudik sudah terlayani dengan baik. Pratikno menuturkan pembelian tiket secara online dan face recognition mempercepat proses check ini penumpang kereta api.

"Tadi kami juga sudah melihat bagaimana layanan tiket online sehingga mudah untuk didata, dicek, dikoordinasikan dan juga face recognition yang mempercepat proses check in termasuk pembelian tiket dan lain-lain," jelasnya.

Pratikno berterima kasih kepada PT Kereta Api Indonesia dan jajaran yang bekerja keras untuk melayani pemudik Lebaran 2025. Dia berharap penumpang kereta api juga dapat terdistribusi dengan baik saat arus balik Lebaran sehingga tak terjadi kepadatan di hari-hari tertentu.

"Jadi kita harapkan nanti arus balik juga cukup terdistribusi dalam beberapa hari supaya tidak ngumpul di hari-hari tertentu saja," ujar Pratikno.

Hal yang sama disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Menurut dia, kebijakan WFA membuat jumlah penumpang kereta api terdistribusi dengan baik sehingga tak menumpuk saat puncak arus mudik.

"Saya ingin menyampaikan bahwa kebijakan pemerintah berkaitan dengan work from anywhere ternyata berdampak yang cukup baik bagi kereta api, di mana dari H-10 pergerakannya konstan sehingga pada saat peak itu juga tidak terlalu peak," tutur Dudy.

Dia menyebut Stasiun Gambir merupakan stasiun kedua terpadat setelah Stasiun Pasar Senen. Total sudah 217.000 penumpang kereta api yang diberangkatkan hingga Sabtu hari ini pukul 10.00 WIB.

"Kami tekankan sekali lagi kepada kereta-kereta api dan juga pada layanan moda yang lain bahwa keamanan dan kenyamanan itu keselamatan itu harus menjadi perhatian utama," pungkas Dudy.

Tinjau Stasiun Tugu DIY, Kapolri: Mudik dengan Kereta Api Bisa Jadi Alternatif

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau Stasiun Tugu Yogyakarta dalam rangka pengamanan mudik Lebaran 2025, pada Jumat, 28 Maret 2025. Menurutnya, terjadi peningkatan arus lalu lintas kereta api dibanding hari biasanya.

"Terjadi peningkatan dibanding hari biasanya dari 9 menjadi 13 kereta dan juga dicadangkan apabila nanti ada kekurangan di Yogyakarta," kata Sigit, Sabtu (29/3/2025).

Sigit menjelaskan, berdasarkan laporan di Stasiun Tugu Yogyakarta terjadi puncak pergerakan penumpang pada saat arus balik, dimana pada 3 hingga 9 April tiket kereta sudah habis terjual.

Meskipun begitu pihak KAI telah menyiapkan kereta tambahan untuk mengantisipasi apabila ada kekurangan. Lebih lanjut, eks Kabareskrim Polri ini sempat menyapa penumpang dan rata-rata memilih mudik menggunakan kereta api karena tepat waktu, aman dan nyaman.

"Bagi yang masih ingin menentukan pilihan apakah akan menggunakan jalur darat, udara, kapal maka jalur kereta menjadi pilihan alternatif yang menurut saya cukup baik karena dari beberapa informasi pelayanan, ketepatan dan keamanan semuanya mengatakan puas," jelasnya.

Sebelum meninjau Stasiun Tugu, Sigit melakukan pengecekan arus lalu lintas mudik di KM 70 dan KM 414 Kalikangkung. Dari pantauannya, ia pun memprediksi puncak arus mudik di jalur tol dan arteri terjadi pada malam ini hingga besok subuh.

"Khusus di Jawa karena tujuan mudik mungkin jam 9, 10 akan mencapai puncaknya. Kita sudah cek melakukan upaya rekayasa mulai dari membuat one way lokal, mengatur buka tutup untuk jalur yang mengarah ke wilayah-wilayah yang memang padat," ungkapnya.

"Ini menjadi bagian kita evaluasi untuk menghadapi puncak arus mudik semuanya bisa terkelola dengan baik," sambungnya.

Dilakukan Bertahap

Sigit menjelaskan, pada tahun lalu pihaknya melakukan rekayasa lalu lintas one way secara penuh mulai dari KM 70 hingga KM 4141. Namun, pada tahun ini rekayasa lalu lintas one way dilakukan secara bertahap.

Hal ini dilakukan agar masyarakat yang mudik ke arah barat dapat kesempatan bisa menggunakan jalur tol demikian juga di jalur arteri bisa lebih teratur.

"Jadi one way di tingkat provinsi Jabar kemudian kita tarik ke Jawa Tengah baru kemudian begitu arusnya memang tidak bisa ditahan lagi baru kita tarik menjadi one way mulai dari KM 70 sampai KM 414," jelasnya.

"Ini tentunya di satu sisi bisa membuat masyarakat yang akan berangkat mudik ke arah barat mendapatkan kesempatan bisa menggunakan jalur tol demikian juga di jalur arteri bisa lebih teratur. Ini tentunya upaya kami terus melakukan perbaikan dalam hal pelayanan publik," tambahnya.

Terkait dengan potensi terjadi bencana saat mudik, Sigit menyebut, pihak BMKG sudah menyampaikan ada beberapa wilayah yang potensial terjadi hujan termasuk Jawa Tengah, Yogyakarta dan beberapa wilayah di Jawa Timur.

Di pos terpadu, disebutnya pihaknya sudah mempersiapkan personel gabungan yang terdiri dari Polri, Basarnas dan TNI dengan peralatan yang bisa digunakan secara cepat pada pada saat terjadi potensi bencana apakah tanah longsor, atau bencana lain.

"Apabila terjadi banjir kita siapkan evakuasi namun untuk menghadapi jalur yang ada kita siapkan jalur alternatif apabila jalur utama terendam banjir," pungkasnya.

 

Reporter: Rahmat Baihaqi

Sumber: Merdeka.com

Infografis Puncak Arus Mudik Lebaran 2025.
Infografis Puncak Arus Mudik Lebaran 2025. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya