Liputan6.com, Jakarta Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, mengungkapkan bahwa masih ada sekitar 30 persen pemudik yang belum meninggalkan Jakarta hingga H-2 Lebaran atau Sabtu (29/3/2025).
Berdasarkan proyeksi, hingga H+2 Lebaran 2025 diperkirakan akan ada sekitar 2,1 juta kendaraan atau pemudik yang meninggalkan Jakarta.
Baca Juga
"Jadi dari proyeksinya 2,1 juta (pemudik). Jadi sekarang sampai malam ini masih ada 30 persen (pemudik yang belum pulang)," kata Agus di KM 29 Tol Japek, Sabtu (29/3/2025) malam.
Advertisement
Agus berharap sisa pemudik yang belum berangkat dapat segera meninggalkan Jakarta sejak Sabtu malam hingga pagi ini. Hal ini penting, mengingat pada hari Minggu (30/3/2025) pukul 09.00 WIB, rekayasa one way di KM 70-414 akan ditutup.
"Moga-moga malam ini dan besok (hari ini) semua pemudik yang tersisa bisa berangkat dan perjalanan mereka lancar," jelasnya.
Agus juga menambahkan bahwa puncak arus mudik tahun ini telah terlewati. Menurutnya, puncak arus mudik terjadi pada H-3 Lebaran, yakni pada Jumat (28/3/2025).
"Puncak arusnya yang meninggalkan dari Jakarta, puncak arus mudiknya adalah H-3 itu 228.383. Dibandingkan H-2, H-2 224.074. Jadi arus mudik tahun ini adalah H-3 sesuai dengan prediksi," jelas dia.
Diberlakukan Sistem Buka Tutup Rest Area Tol Transjawa
Jelang perayaan hari raya Lebaran 2025, jumlah pemudik yang melintasi tol Transjawa semakin meningkat, di mana ini berdampak pada kepadatan rest area atau tempat beristirahat yang disediakan pihak pengelola jalan tol.
Berdasarkan laporan PT Jasamarga Related Business (JMRB), kenaikan pengunjung dengan peningkatan paling luar biasa terjadi di Rest Area Travoy KM 207A ruas Palikanci.
"Kenaikan tersebut terjadi pada momen puncak arus mudik, yakni 28 Maret 2025. Tercatat, pengunjung rest area tersebut naik hingga 210,5 persen atau setara dengan 11.079 pengunjung terhadap jumlah harian normal," kata Region Head II PT JMRB, Dondi Dwi Susanto melalui siaran pers diterima, Minggu (30/3/2025).
Menyiasati hal itu, Dondi mengatakan pihaknya melakukan sistem buka-tutup rest area yang dilakukan berdasarkan diskresi kepolisian untuk menghindari penumpukan kendaraan di dalam rest area Travoy dan di jalur masuk atau on ramp. Serta, menyiapkan rest area alternatif terdekat.
"Kami bekerja sama dengan pihak kepolisian menerapkan sistem buka-tutup rest area guna menjaga kelancaran lalu lintas di jalan tol. Kami juga mengimbau pemudik untuk mencari alternatif tempat istirahat di luar tol apabila rest area yang dituju sudah padat," jelas Dondi.
Â
Advertisement
Rest Area Alternatif
Dondi menambahkan, selain rest area Travoy di dalam tol, Jasamarga juga turut menyediakan rest area alternatif di luar jalan tol. Salah satunya, di KM 204 Ciperna, yakni Kantor Representative Office PT Jasa Marga Jawa Barat.
Dondi pun mengimbau pemudik yang tengah melakukan perjalanan, untuk beristirahat secara bijak. Tujuannya bisa agar bisa bergantian dengan pemudik lainnya yang juga memerlukan rest area.
"Kami mengimbau agar pemudik dapat mengoptimalkan waktu beristirahat di Rest Area, agar fasilitas ini bisa digunakan secara bergantian oleh pengendara lain yang juga membutuhkan tempat istirahat," Dondi menandasi.
