Hari Kedua Lebaran Selasa 1 April 2025: Gempa 5 Kali Getarkan Wilayah Indonesia

Di momen hari kedua lebaran, Selasa (1/4/2025), sejumlah wilayah di Bumi Pertiwi kembali digetarkan lindu. Hingga pukul 23.00 WIB, terjadi lima kali gempa hari ini di Indonesia pada empat wilayah berbeda.

oleh Nasrul Faiz Diperbarui 01 Apr 2025, 23:02 WIB
Diterbitkan 01 Apr 2025, 23:02 WIB
Gempa Bumi Dirasakan di Indonesia, Selasa (1/4/2025).
Gempa Bumi Dirasakan di Indonesia, Selasa (1/4/2025). (Dok. Tangkapan Layar BMKG)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Di momen hari kedua lebaran, Selasa (1/4/2025), sejumlah wilayah di Bumi Pertiwi kembali digetarkan lindu. Hingga pukul 23.00 WIB, terjadi lima kali gempa hari ini di Indonesia pada empat wilayah berbeda.

Lindu pertama hari ini membuat wilayah Aceh Besar, Provinsi Aceh pada pagi tadi pukul 05:56:49 WIB, seperti dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Pusat gempa berada di darat 39 km barat laut Jantho, Aceh Besar. Lindu tersebut dilaporkan BMKG memiliki kekuatan magnitudo 3,2  dengan kedalaman 5 kilometer.

Gempa kedua terjadi di wilayah Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada pukul 09:16:18 WIB. Gempa nini memiliki kekuatan 4,7 magnitudo dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa terasa hingga Sumbawa dan Kabupaten Bima.

Selanjutnya, gempa susulan terjadi di Aceh Besar, Provinsi Aceh pada pukul 11:28:31 WIB. Pusat lindu berada di darat 37 km Barat laut Jantho, Aceh Besar. Episenter gempa berada pada koordinat titik 5,56 Lintang Utara (LU) - 95,49 Bujur Timur (BT).

 

Gempa Selanjutnya

Ilustrasi Gempa
Ilustrasi Gempa. (Liputan6.com/Rita Ayuningtyas)... Selengkapnya

Lalu pada pukul 14:28:02 WIB, gempa menggetarkan wilayah Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Gempa ini memiliki kekuatan 2,3 magnitudo dengan kedalaman 3 kilometer. Episenter gempa berada di titik 3,98 Lingkar Selatan (LS)-121,73 Bujur Timur (BT).

Dan pada sore tadi pukul 17:15:55 WIB, lindu terjadi di wilayah Maluku. Pusat gempa berada di laut 101 km timur laut Maluku Barat Daya.

Lindu tersebut berkekuatan magnitudo 6,3 dengan kedalaman 150 kilometer. Gempa dirasakan MMI (Modified Mercalli Intensity) di III Tiakur, III Pulau Leti, III Kota Kupang, III Kab. Belu, III Kab. Malaka, IV-V Pulau Moa, III-IV Pulau Babar, III-IV Pulau Romang.

Apa Itu dan Tanggap Bencana Gempa Bumi

Ilustrasi Gempa (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)
Ilustrasi Gempa (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)... Selengkapnya

Apa Itu Gempa Bumi?

Untuk diketahui, gempa bumi adalah bencana alam yang bersifat merusak. Fenomena ini bisa terjadi setiap saat dan berlangsung dalam waktu singkat. Dan Indonesia termasuk wilayah rawan akan bencana gempa.

Gempa bumi adalah bencana yang bisa menyebabkan kerugian nyawa dan materil.

Menurut WHO, secara global gempa bumi menyebabkan 750 ribu kematian selama kurun 1998-2017. Lebih dari 125 juta orang terkena dampak gempa bumi selama periode ini.

Tanggap Bencana Gempa Bumi

Meski tak bisa dicegah, gempa bumi adalah bencana yang bisa dihadapi. Salah satu cara menghadapi gempa bumi adalah tanggap akan bencana gempa bumi.

Contoh tanggap gempa bumi adalah mengetahui prosedur evakuasi dan mematuhi pedoman keselamatan ketika bencana ini datang.

Menurut BNPB, gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, akitivitas gunung api atau runtuhan batuan.

Menurut BMKG, gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi.

Menurut WHO, gempa bumi adalah guncangan hebat dan tiba-tiba dari tanah, yang disebabkan oleh pergerakan antara lempeng tektonik di sepanjang garis patahan di kerak bumi.

Gempa bumi dapat mengakibatkan goncangan tanah, likuifaksi tanah, tanah longsor, retakan, longsoran, kebakaran dan tsunami.

Antisipasi Gempa Bumi Sebelum Terjadi

Para Pelajar di Bali Ikuti Simulasi Gempa Bumi dan Tsunami
Sejumlah pelajar berlari saat mengambil bagian dalam latihan simulasi gempa bumi dan tsunami di Jimbaran, Bali (5/11/2019). Latihan dilakukan untuk memberikan pengajaran kepada siswa agar mengantisipasi bahaya bencana gempa bumi dan tsunami yang bisa datang sewaktu-waktu. (AFP Photo/Sonny Tumbelaka)... Selengkapnya

Ini yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan sesudah gempa bumi.

Sebelum Terjadi Gempa

  • Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi.
  • Evaluasi dan renovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempa bumi.Kenali lingkungan tempat Anda bekerja: perhatikan letak pintu, lift, serta tangga darurat.
  • Ketahui juga di mana tempat paling aman untuk berlindung.Belajar melakukan P3K dan alat pemadam kebakaran.
  • Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempa bumi.
  • Atur perabotan agar menempel kuat pada dinding untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempa bumi.
  • Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah.
  • Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempabumi terjadi.
  • Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.
  • Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.
  • Siapkan alat yang harus ada di setiap tempat: Kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen dan air. 

Saat dan Setelah Terjadi Gempa Bumi

Para Pelajar di Bali Ikuti Simulasi Gempa Bumi dan Tsunami
Seorang siswa berlindung di bawah meja saat mengikuti simulasi gempa bumi dan tsunami di Jimbaran, Bali (5/11/2019). Latihan dilakukan untuk memberikan pengajaran kepada siswa agar mengantisipasi bahaya bencana gempa bumi dan tsunami yang bisa datang sewaktu-waktu. (AFP Photo/Sonny Tumbelaka)... Selengkapnya

Saat Terjadi Gempa

  • Jika Anda berada dalam bangunan: lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja, cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan guncangan, lari ke luar apabila masih dapat dilakukan.
  • Jika berada di luar bangunan atau area terbuka: Menghindar dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon.
  • Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah.
  • Jika Anda sedang mengendarai mobil: keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.
  • Jika Anda tinggal atau berada di pantai: jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.
  • Jika Anda tinggal di daerah pegunungan: apabila terjadi gempabumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.

Setelah Terjadi Gempa

  • Jika Anda berada di dalam bangunan, keluar dari bangunan tersebut dengan tertib.
  • Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa.
  • Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K, telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.
  • Periksa lingkungan sekitar Anda. Apabila terjadi kebakaran, apabila terjadi kebocoran gas, apabila terjadi hubungan arus pendek listrik.
  • Periksa aliran dan pipa air, periksa apabila ada hal-hal yang membahayakan.
  • Jangan memasuki bangunan yang sudah terkena gempa karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.Jangan berjalan di daerah sekitar gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.
  • Dengarkan informasi mengenai gempa bumi dari radio (apabila terjadi gempa susulan). Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.
  • Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.Jangan panik dan jangan lupa selalu berdoa.
Infografis Penyebab Gempa Turki Magnitudo 7,8 dan Lindu Dashyat Sebelumnya. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Penyebab Gempa Turki Magnitudo 7,8 dan Lindu Dashyat Sebelumnya. (Liputan6.com/Trieyasni)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya