Liputan6.com, Bandung - Indonesia memiliki banyak desa wisata yang kini dikelola dengan baik untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Desa wisata menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan destinasi wisata biasa.
Salah satu daya tarik dari desa wisata biasanya dari konsepnya yang berbasis masyarakat. Wisatawan dapat menikmati keindahan alam, budaya lokal, hingga berbagai aktivitas khas yang mencerminkan kehidupan desa.
Advertisement
Hal tersebut yang membuat desa wisata semakin populer dan menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin merasakan pengalaman autentik. Setiap desa wisata juga memiliki karakteristik tersendiri mulai dari budaya, kuliner, hingga kerajinan tangannya.
Advertisement
Misalnya saja Desa Penglipuran di Bali terkenal dengan tata letaknya yang rapi dan adat istiadat yang masih terjaga. Kemudian ada Desa Wisata Nglanggeran di Yogyakarta menawarkan pemandangan alam menakjubkan dari Gunung Api Purba.
Selain keindahan alam dan budaya, desa wisata juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Semakin banyaknya wisatawan yang berkunjung peluang usaha seperti penginapan, kuliner khas, serta pemandu wisata semakin berkembang.
Pengelolaan desa wisata di Indonesia saat ini juga semakin baik berkat dukungan dari pemerintah dan berbagai lembaga pariwisata. Berbagai program telah dijalankan untuk meningkatkan kualitas layanan, seperti pelatihan bagi masyarakat dalam mengelolanya.
Adapun bagi masyarakat Malang terdapat tempat desa wisata menarik yang memiliki ciri khas unik bernama Kampung Warna-Warni Jodipan. Tempat ini bahkan pernah dijadikan lokasi syuting salah satu film Indonesia.
Mengenal Kampung Warna-Warni Jodipan
Mengutip dari beberapa sumber, Kampung Warna-Warni Jodipan dikenal sebagai sebuah kawasan permukiman di Kota Malang, Jawa Timur yang dikenal karena transformasinya dari area kumuh menjadi destinasi wisata populer dengan rumah-rumah berwarna cerah.
Kampung ini terletak di tepi Sungai Brantas dan awalnya merupakan salah satu dari 11 kawasan terkumuh di Indonesia. Namun, berkat inisiatif kreatif, Jodipan kini menjadi ikon pariwisata yang menarik banyak pengunjung.
Perubahan signifikan ini bermula pada tahun 2016 ketika delapan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendapatkan tugas praktikum Public Relations.
Kelompok yang menamakan diri GuysPro ini, dipimpin oleh Nabila Firdausiyah, menggagas ide untuk mengubah wajah kumuh Jodipan menjadi lebih menarik dengan mengecat rumah-rumah warga dalam berbagai warna cerah.
Kampung Warna-Warni Jodipan diresmikan sebagai destinasi wisata dilakukan pada 4 September 2016. Sejak saat itu, kampung ini tidak hanya menjadi tujuan wisata yang populer tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian dan lingkungan masyarakat.
Advertisement
Daya Tarik Kampung Warna-Warni Jodipan
Kampung Warna-Warni Jodipan di Malang mempunyai daya tarik utama penampakan deretan rumah yang dicat dengan warna-warna cerah dan beragam. Penampilan tersebut menciptakan pemandangan yang memukau dan estetik.
Setiap sudut kampungnya bahkan dihiasi dengan mural artistik dan menjadikannya latar belakang yang sempurna bagi para penggemar fotografi dan pengunjung yang ingin mengabadikan momen spesial.Â
Kemudian salah satu satu daya tarik yang juga menonjol di Kampung Warna-Warni Jodipan adalah Jembatan Kaca Ngalam. Jembatan ini tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antara Kampung Jodipan dan Kampung Tridi tetapi juga menawarkan pengalaman unik.
Para wisatawan bisa merasakan sensasi berjalan di atas kaca dengan pemandangan langsung ke Sungai Brantas di bawahnya. Keberadaan jembatan ini menambah daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mencari sensasi berbeda saat berkunjung.Â
Selain keindahan visual, kampung ini juga menawarkan pengalaman budaya yang kaya. Pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan warga setempat, mempelajari kehidupan sehari-hari mereka, dan bahkan mencoba berbagai kuliner tradisional di area tersebut.
Lokasi dan Harga Tiket Masuk Kampung Warna-Warni Jodipan
Kampung Warna-Warni Jodipan berlokasi di Jl. Ir. H. Juanda No. RT.7, RT.09/RW.2, Jodipan, Kec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur. Tempatnya bisa ditemukan dengan mudah menggunakan kendaraan.
Selain itu, tempat wisata ini tidak jauh dari kawasan pusat kota karena berjarak sekitar 950 meter atau 2 menit berkendara dari Alun-Alun Malang. Kemudian dekat dengan kawasan Stasiun Malang sekitar 650 meter atau 2 menit berkendara.
Para pengunjung yang gemar berjalan kaki juga bisa berjalan sekitar 9 menit dari Stasiun Malang ke kampung tersebut. Sementara itu, dari kawasan Bandar Udara Abdul Rachman Saleh berjarak sekitar 13,2 km atau 24 menit berkendara.
Adapun pengunjung bisa membayar tiket masuk dengan harga yang terjangkau sekitar RP 5.000 per orang. Kemudian terdapat tarif parkir tergantung dari kendaraan yang dibawa dengan harga yang masih ramah di kantong.
Advertisement
