Liputan6.com, Pekalongan - Pekalongan memiliki ragam kuliner khas yang wajib dicicipi, salah satunya pindang tetel. Sekilas, makanan ini mirip dengan rawon khas Jawa Timur.
Mengutip dari Visit Jateng, pindang tetel berasal dari Desa Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Meski disebut sebagai 'pindang', tetapi makanan ini bukan merupakan variasi olahan ikan yang dipindang.
Pindang tetel menggunakan daging sapi sebagai bahan dasarnya. Bagian daging yang digunakan adalah tetelan, yakni sisa daging yang melekat pada tulang.
Advertisement
Advertisement
Tetelan merupakan campuran daging, urat, dan lemak yang telah dikelupas atau dipisahkan dari tulangnya. Tetelan biasanya dipotong-potong dalam ukuran lebih kecil agar lebih mudah dikonsumsi.
Penggunaan tetelan inilah yang kemudian membuat sajian ini disebut pindang tetel. Secara keseluruhan, nama pindang tetel merupakan akronim dari paling enak daging tetel.
Meski awalnya menggunakan tetelan, tetapi pindang tetel juga mengalami perkembangan. Saat ini, pindang tetel juga ada yang menggunakan tambahan daging dan jeroan sebagai pelengkap tetelan.
Pindang tetel umumnya disantap dengan kerupuk pasir atau kerupuk usek. Kerupuk berwarna putih atau merah jambu ini sangat cocok jadi pelengkap pindang tetel.
Selain kerupuk, tak jarang ada pula yang menyantap pindang tetel dengan kuluban atau kluban, yakni sejenis urap. Ada juga yang memilih bothok, yakni sejenis lodeh tahu, sebagai pelengkap. Untuk minumannya, pindang tetel biasanya ditemani dengan es kolak pisang sebagai pelepas dahaga.
Pindang tetel cukup mudah ditemukan di beberapa sudut di Pekalongan. Salah satu yang jadi favorit di Pekalongan adalah Pindang Tetel Mbak Isah di Sapugarut, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan yang sudah berdiri lebih dari 30 tahun.
Penulis: Resla