Liputan6.com, Jakarta - Emiten pengelola Mayapada Hospital, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) mencatat kerugian meski mengalami kenaikan pendapatan pada tahun 2024.
Mengutip Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (6/4/2025) laporan keuangan tahunan SRAJ menunjukkan bahwa perseroan membukukan rugi bersih Rp 23,34 miliar. Angka ini menyusut 39,1% dibandingkan rugi Rp 38,31 miliar pada tahun 2023.
Penyusutan rugi bersih di 2024 dibanding 2023 ini sejalan dengan peningkatan pendapatan perusahaan.
Advertisement
Di 2024, pengelola RS Mayapada ini membukukan pendapatan yang tumbuh 25,8% menjadi Rp 3,14 triliun, dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar Rp 2,50 triliun.
Selain itu, SRAJ juga mencatat kenaikan beban pokok penjualan dan pendapatan hingga 25,0% menjadi Rp 2,23 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 1,78 triliun.
Adapun beban umum dan administrasi perseroan yang tumbuh 19,5% menjadi Rp 689,14 miliar pada 2024 dari sebelumnya di tahun 2023 sebesar Rp 576,91 miliar. Kenaikan beban ini menjadi salah satu faktor yang masih menekan profitabilitas perusahaan.
Sedangkan dari sisi neraca, SRAJ mencatat kenaikan tipis pada total asetnya hingga 1,4% menjadi Rp 5,68 triliun pada 202 4 dari Rp 5,60 triliun di tahun 2023.
Selain itu, SRAJ juga mencatat kinerja operasional yang naik signifikan. Arus kas dari aktivitas operasi menanjak 388,2% menjadi Rp 273,24 miliar pada 2024, dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 55,91 miliar.
Rumah Sakit Murni Sadar Catat Pendapatan Rp 1,06 Triliun di 2024
Sebelumnya, emiten rumah sakit PT Murni Sadar Tbk. (MTMH) mencatat pendapatan Rp 1,06 triliun sepanjang tahun 2024. Laporan keuangan perseroan mencatat bahwa pendapatan MTMH tumbuh 15,85% dari Rp 921,91 miliar pada 2023.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (4/4/2025), capaian ini berasal dari unit kamar dan layanan medis sebesar Rp 422,19 miliar, obat dan perlengkapan medis Rp 331,95 miliar, jasa tenaga medis Rp 251,6 miliar, pendapatan administrasi dan lainnya Rp 38,25 miliar, serta kamar operasi dan bersalin Tp 32,02 miliar.
Selain itu, MTMH juga mencatat diskon perawatan Rp8,26 miliar.
Sementara laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih Murni Sadar mencapai Rp 5,18 miliar pada 2024.
Capaian itu berbalik positif dari rugi bersih Rp12,83 miliar pada 2023.
Presiden Direktur Murni Sadar Mutiara mengungkapkan bahwa kenaikan laba bersih perseroan mencerminkan keberhasilan strategi bisnis yang diterapkan, serta dedikasi tim dalam menghadapi tantangan pasar.
“Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan memberikan nilai lebih bagi pemangku kepentingan kami, termasuk pelanggan, karyawan, dan pemegang saham,” ujar Mutiara dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (4/4).
Dijelaskannya, dengan penguatan struktur modal dan kemampuan adaptasi yang tinggi, MTMH optimistis untuk mempertahankan momentum pertumbuhan yang positif pada tahun-tahun mendatang.
Advertisement
Fokus di 2025
Untuk tahun 2025, MTMH berfokus untuk menyelesaikan pembangunan serta perizinan untuk rumah sakit Murni Teguh Pejaten yang berlokasi di Jakarta Selatan dan pembangunan gedung Rumah Sakit Murni Teguh Gama City di Kabupaten Deli Serdang.
MTMH juga telah menjalin kerja sama strategis dengan mitra internasional a.l. Asan Medical Center Korea, Yonsei University Korea, Harley Street Heart & Vascular Centre Singapore, Icon Cancer Centre Singapore, National University Cancer Institute Singapore, Indraprastha Apollo Hospitals New Delhi India.
